Sumbardaily.com, Mentawai – Kamus Bahasa Mentawai resmi diluncurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai dan menjadi tonggak baru dalam upaya memperkuat kembali bahasa ibu di daerah kepulauan tersebut.
Peluncuran kamus yang dibarengi dengan peresmian Buku Cerita Rakyat Mentawai itu digelar di Aula Bappeda Tuapejat pada Senin (17/11/2025), sebagai bagian dari program pelestarian bahasa dan budaya lokal.
Bupati Mentawai, Rinto Wardana, menegaskan bahwa hadirnya kamus ini tidak sekadar menghadirkan daftar kosakata, tetapi juga berfungsi sebagai pedoman bersama agar generasi muda memahami bahasa Mentawai secara lebih terstruktur.
Ia menyebut perbedaan dialek antarpulau sering menimbulkan variasi makna, sehingga kehadiran kamus dapat menyatukan pemahaman lintas wilayah.
“Dengan adanya kamus ini, kita memiliki rujukan yang memudahkan generasi penerus memahami kosa kata Mentawai secara umum,” ujar Rinto, dilansir dari Info Publik, Kamis (20/11/2025). Ia juga mengajak masyarakat menjadikan bahasa Mentawai sebagai bagian dari percakapan harian.
Pada kesempatan yang sama, Rinto mendorong seluruh OPD di lingkungan Pemkab Mentawai menggunakan bahasa daerah tersebut dalam aktivitas kerja sehari-hari. Menurutnya, penggunaan bahasa lokal di kantor pemerintahan dapat memperkuat kedekatan antara pelayanan publik dan masyarakat.
Selain Kamus Bahasa Mentawai, Pemkab juga merilis Buku Cerita Rakyat Mentawai. Rinto berharap cerita-cerita legenda yang telah diwariskan turun-temurun dapat dikembangkan menjadi karya sastra modern seperti novel, agar semakin menarik bagi generasi muda. Ia mencontohkan kisah Pageta Sabbau yang dinilai memiliki potensi untuk diolah lebih jauh.
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Brandus Donatus Simanjuntak menekankan bahwa bahasa Mentawai merupakan bahasa ibu yang seharusnya digunakan dalam kehidupan sosial maupun pekerjaan.
“Sudah seharusnya kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan bahasa ini,” ujarnya.
Brandus mengusulkan agar kantor layanan publik mulai menerapkan sapaan dalam bahasa Mentawai. Menurutnya, kalimat seperti Anai leu’ ita atau Maronsita dapat dipasang di dinding ruang pelayanan untuk memperkenalkan bahasa daerah kepada masyarakat.
Peluncuran Kamus Bahasa Mentawai ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempertahankan identitas budaya Mentawai di tengah arus modernisasi. Pemerintah daerah menilai kamus ini sebagai pondasi untuk memastikan bahasa Mentawai tetap hidup dan digunakan lintas generasi. (red)
















