Prabowo: Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis Hanya 0,0007 Persen

Prabowo: Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis Hanya 0,0007 Persen

Siswa di Kota Pariaman menikmati Makan Bergizi Gratis. (Foto: Kominfo Pariaman)

Sumbardaily.com – Hingga pertengahan Oktober 2025, Pemerintah Indonesia telah membangun 11.900 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Tanah Air. Setiap harinya, dapur-dapur tersebut melayani sekitar 35,4 juta anak dan ibu hamil, atau setara dengan 35 persen dari total target nasional program tersebut.Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa meski program ini berjalan masif dan membawa dampak luas, pemerintah terus memperkuat pengawasan serta menerapkan standar operasional yang ketat untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan.“Tentu kami menghadapi kendala. Beberapa kasus keracunan makanan memang terjadi, namun dari total jumlah makanan yang kami distribusikan, angkanya hanya sekitar 0,0007 persen. Bahkan satu kasus pun tidak dapat diterima, tetapi dalam setiap upaya manusia, mencapai kesempurnaan nol kesalahan sangatlah sulit. Kami tidak mencari alasan, kami bertekad memperbaikinya,” ujar Prabowo saat menghadiri Forbes Global CEO Conference 2025 baru-baru ini.Menurut Prabowo, Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis nasional yang dirancang untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan cerdas. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa.“Makan Bergizi Gratis pada dasarnya adalah penyediaan makanan bergizi tanpa biaya. Program ini lahir dari pengalaman saya selama bertahun-tahun berkampanye,” ujarnya.Berangkat dari Keprihatinan atas Gizi dan StuntingPresiden Prabowo mengungkapkan bahwa gagasan MBG berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dan stunting di berbagai daerah. Dalam banyak kunjungan, ia menyaksikan langsung anak-anak yang tampak jauh lebih muda dari usia sebenarnya karena keterbatasan ekonomi dan asupan gizi yang tidak memadai.“Setiap kali saya datang ke sebuah desa, saya disambut anak-anak yang berdiri di pinggir jalan, melambaikan tangan. Saya sering berbicara dengan mereka. Saya tanya usia mereka, dan saya sering terkejut. Anak laki-laki kecil yang saya kira berumur empat tahun ternyata berumur sepuluh tahun. Anak perempuan yang saya kira berusia lima tahun, ternyata sudah sebelas tahun. Saat itulah saya melihat langsung, dengan mata kepala sendiri, stunting, kekurangan gizi, dan kemiskinan,” ucap Prabowo.Kisah-kisah tersebut menjadi landasan moral dan empati di balik kebijakan MBG yang kini menjadi prioritas utama pemerintah. Program ini dinilai mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan, tidak hanya bagi anak-anak penerima manfaat, tetapi juga bagi masyarakat di sektor pertanian, perikanan, dan industri kecil.Dorong Pertumbuhan Ekonomi LokalPresiden menegaskan bahwa MBG bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga penggerak ekonomi rakyat di daerah. Melalui skema penyediaan bahan pangan lokal, program ini melibatkan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil untuk memasok kebutuhan dapur MBG di berbagai wilayah.Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti di meja makan anak-anak, tetapi mengalir hingga ke lapisan ekonomi bawah. “Ribuan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil kini mendapat pasar tetap untuk hasil mereka, sehingga roda ekonomi berputar hingga ke tingkat desa,” ujarnya.Prabowo juga mencontohkan sejumlah negara seperti India dan Brasil yang lebih dulu menerapkan kebijakan makan bergizi gratis bagi anak-anak sekolah. Hasilnya, kedua negara tersebut menunjukkan penurunan angka stunting sekaligus peningkatan produktivitas masyarakat.Indonesia, menurut Prabowo, memiliki kemampuan dan keberanian untuk melakukan hal serupa, bahkan lebih luas, dengan dukungan infrastruktur dan kapasitas logistik yang semakin baik. “Kita memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadikan anak-anak Indonesia lebih sehat, lebih kuat, dan siap memimpin masa depan bangsa,” katanya.Komitmen Perbaikan dan TransparansiTerkait laporan sejumlah kasus keracunan MBG di beberapa daerah, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata. Setiap kasus, sekecil apa pun, menjadi evaluasi penting bagi kementerian dan lembaga terkait agar standar pengolahan makanan semakin ketat.Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program MBG. Dengan dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan terus berkembang tanpa mengurangi kualitas dan keamanan konsumsi penerima manfaat.Dengan perluasan jangkauan dapur MBG hingga 11.900 unit dan peningkatan kapasitas penerima manfaat setiap bulannya, pemerintah optimistis target 100 juta penerima manfaat dapat tercapai pada 2026 mendatang.Program Makan Bergizi Gratis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo kini menjadi simbol keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda, sekaligus langkah konkret membangun bangsa dari fondasi gizi dan kesehatan yang kuat.

Baca Juga

Ratusan Orang Diduga Keracunan Makanan di Palupuh Agam, Operasional Dapur SPPG Pasia Laweh Disetop Sementara
Ratusan Orang Diduga Keracunan Makanan di Palupuh Agam, Operasional Dapur SPPG Pasia Laweh Disetop Sementara
Ratusan Orang Dilaporkan Alami Keracunan Makanan di Palupuh Agam
Ratusan Orang Dilaporkan Alami Keracunan Makanan di Palupuh Agam
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Dilarang Tarik Biaya Tambahan
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Dilarang Tarik Biaya Tambahan
Mulai Hari Ini Harga BBM Pertamina Naik, Cek Rincian untuk Aceh hingga Batam
Mulai Hari Ini Harga BBM Pertamina Naik, Cek Rincian untuk Aceh hingga Batam
Tak Berhenti Belajar di Usia Senja, 80 Lansia Ikut Sekolah Lansia Padang Panjang
Tak Berhenti Belajar di Usia Senja, 80 Lansia Ikut Sekolah Lansia Padang Panjang
Komisi VIII DPR Soroti Rehab-Rekon Banjir Bandang Sumbar Belum Dimulai, Sudah Hampir 8 Bulan
Komisi VIII DPR Soroti Rehab-Rekon Banjir Bandang Sumbar Belum Dimulai, Sudah Hampir 8 Bulan