Sumbardaily.com, Padang – Ketua Koordinator Bidang Ideologi, Organisasi, dan Kaderisasi DPP Partai NasDem, Willy Aditya, menegaskan agar seluruh kader partai berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Ia mengingatkan bahwa setiap unggahan dan ucapan kader di ruang digital mencerminkan sikap politik partai yang menjunjung nilai keterbukaan dan tanggung jawab.
“Jangan asal berbicara di media sosial. Jaga diri, jaga mulut, jaga sikap. Tahu tempat, jangan asal pasang status,” ujar Willy di hadapan ratusan kader saat Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai NasDem Sumatera Barat, Minggu (5/10/2025), di Padang.
Pesan tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap kader NasDem asal Sumatera Barat, Cindy Monica, yang sempat menuai kritik setelah mengunggah aktivitas memetik buah di luar negeri, sementara di dalam negeri tengah terjadi demonstrasi besar menolak tunjangan anggota DPR RI.
Aksi Cindy itu ramai dibahas di media sosial karena dianggap tidak peka terhadap situasi nasional. Cindy, yang saat itu menjabat anggota Komisi IV DPR RI, diketahui tengah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Namun, unggahan di akun Instagram pribadinya justru memicu reaksi negatif di tengah meningkatnya ketegangan antara demonstran dan aparat di sejumlah daerah.
Menanggapi hal itu, Willy tidak menyinggung nama Cindy secara langsung, namun ia menekankan pentingnya sikap rendah hati dan tanggung jawab moral setiap kader partai. Menurutnya, satu kesalahan kecil di dunia digital dapat menghapus seribu kebaikan yang telah dilakukan.
“Seribu perkataan belum tentu mengubah sesuatu, tapi satu tindakan salah bisa berdampak luas. Cindy Monica banyak program, seribu kebaikan bisa hilang dengan satu kesalahan. Yang diingat orang bukan kerja kerasnya, tapi postingannya,” kata Willy dengan nada tegas.
Ia menilai, kader Partai NasDem harus tampil sebagai teladan di masyarakat, bukan sekadar aktif di dunia maya tanpa mempertimbangkan dampak dari setiap pernyataan publik.
“Pemimpin sejati adalah mereka yang lahir untuk menyelesaikan persoalan, bukan menambah rumit keadaan. Sederhanakan masalah, bukan memperkeruhnya,” ujarnya. (wan/red)
















