Sumbardaily.com, Padang - Malam yang kelam dan hujan deras menjadi saksi bisu sebuah peristiwa mencekam di Kota Padang pada Selasa (4/3/2025).
Tepat pukul 22.45 WIB, sebuah pohon trambesi berukuran besar tumbang di Jalan By Pass KM 19, menimbulkan kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa dua pengendara motor.
Lokasi kejadian berada di RT 02 RW 01 Kelurahan Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah.
Pohon trambesi dengan panjang mencapai lebih kurang 10 meter dan diameter lebih kurang 25 sentimeter ini roboh akibat pelapukan yang diduga diperparah oleh intensitas hujan lebat yang melanda wilayah tersebut.
Dua korban yang mengalami musibah adalah Iwan (43 tahun) dan Nurhayati (46 tahun), pasangan dari Banda Cino, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Mereka saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari RSUD dr Rasidin menuju rumah mereka di Batang Anai.
Kondisi Korban
Dalam kejadian tersebut, kedua korban tertimpa dahan pohon yang patah akibat pelapukan. Kondisi mereka saat ini dalam perawatan medis di RS Siti Rahmah.
Keluarga korban yang sigap segera membawa mereka untuk mendapatkan pertolongan medis setelah terjadinya kecelakaan.
Zulmaidi (52 tahun), seorang warga setempat yang menjadi saksi mata, menuturkan kronologi kejadian dengan rinci.
Menurutnya, hujan yang sangat deras pada malam itu membuat kondisi pohon yang sudah rapuh semakin terancam. Suara derak dan bunyi keras menandakan robohnya pohon trambesi yang menghalangi akses jalan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang dengan sigap merespons kejadian tersebut.
Di bawah komando Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mereka segera melakukan penanganan pohon tumbang dan mendampingi korban.
Beberapa pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian meliputi, BPBD Kota Padang, Kasi Trantib Kelurahan, Tagana Kecamatan Koto Tangah serta masyarakat setempat.
Kejadian pohon tumbang ini menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1 juta.
Selain kerusakan infrastruktur jalan, yang lebih mengkhawatirkan adalah risiko keselamatan pengendara yang melintas di lokasi tersebut.
"Peristiwa ini membuka mata kita tentang pentingnya pemeliharaan pohon di area publik. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain, kondisi kesehatan pohon, usia dan tingkat pelapukan. Kemudian sistem perakaran, pengaruh cuaca ekstrem hingga manajemen pemeliharaan pohon di wilayah perkotaan," katanya.
BPBD Kota Padang melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), kata Hendri, mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat kondisi cuaca buruk.
"Laporkan pohon-pohon yang terlihat rapuh atau membahayakan serta tidak mendekati area yang berpotensi rawan bencana," katanya.
Masyarakat dapat menghubungi kontak darurat dengan nomor pengaduan (0751) 778775 serta ponsel atau pesan WhatsApp di nomor 0858-9152-2181.
"Kejadian pohon tumbang ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi bencana, terutama saat kondisi cuaca ekstrem," tutur Hendri Zulviton. (red)















