Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus berupaya mengatasi persoalan timbulan sampah yang mencapai lebih dari 600 ton per hari. Salah satu solusi yang digalakkan adalah optimalisasi pengelolaan sampah melalui pemberdayaan bank sampah di setiap wilayah.
Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Andree H Algamar menekankan pentingnya peran bank sampah dalam sistem pengelolaan sampah terpadu.
"Setiap RW idealnya memiliki minimal satu bank sampah. Program ini perlu didukung secara aktif oleh seluruh warga," kata Andree saat meninjau pelaksanaan Padang Bagoro edisi akhir tahun 2024 di Bank Sampah Berlin (Bersih Lingkungan), Minggu (29/12/2024).
Menurut Andree, keberadaan bank sampah memberikan berbagai manfaat strategis bagi masyarakat dan lingkungan.
Selain dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), bank sampah juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah.
"Bank sampah berfokus pada pengelolaan sampah anorganik yang dapat didaur ulang, seperti plastik, kertas, dan botol. Masyarakat juga bisa mendapatkan pemasukan tambahan dari aktivitas ini," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Andree menggarisbawahi signifikansi program Padang Bagoro yang rutin digelar setiap bulan. Program ini dinilai efektif dalam mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
"Padang Bagoro bukan sekadar kegiatan rutin. Program ini memiliki dampak nyata dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan, minimal di lingkungan rumah masing-masing," ujarnya.
Lebih lanjut, Andree mengajak seluruh warga Kota Padang untuk terus menghidupkan semangat gotong royong di lingkungan masing-masing. Ia mendorong berbagai inisiatif pengelolaan sampah, termasuk program satu rumah satu bak kompos.
"Harapan kami, berbagai upaya pengelolaan sampah ini dapat mewujudkan Kota Padang yang bersih, asri, dan sehat," tegasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Pj Ketua TP-PKK Vanny Andree Algamar, Pj Sekda Yosefriawan beserta Pj Ketua DWP Netti Yosefriawan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta perwakilan masyarakat Lubuk Begalung.
Melalui pemberdayaan bank sampah dan program Padang Bagoro, Pemko Padang optimistis dapat mengatasi persoalan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi seluruh warga kota. (red)















