Sumbardaily.com - Harapan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam untuk mendapatkan hunian baru mulai diwujudkan. Pemerintah memulai pembangunan 80 unit hunian tetap (Huntap) di Nagari III Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan.
Dikutip dari laman resmi terkait, Kamis (3/9/2026), pembangunan Huntap tersebut telah memasuki tahap pelaksanaan. Tahap awal ditandai dengan penyerahan lokasi pekerjaan dan personel serta pelaksanaan awal bersama atau MC-0.
Penyerahan lokasi pekerjaan dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus Satker Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Sumatera Barat, Ridho Ruzika, S.T., bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Rinaldi, S.T., M.T.
Kegiatan awal pembangunan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur yang akan mendukung pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Mereka terdiri atas unsur Polsek Palembayan, Koramil 11 Palembayan, pemerintah Kecamatan Palembayan, perangkat Nagari III Koto Silungkang, dan tokoh masyarakat.
Direktur PT Dame Uli Jadiaman Indah selaku pelaksana pekerjaan juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam Rinaldi mengatakan pembangunan Huntap merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk mempercepat pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut Rinaldi, pembangunan tersebut tidak sebatas menyediakan tempat tinggal bagi masyarakat. Hunian yang dibangun juga menjadi bagian dari proses pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan dengan aman dan layak.
“Pembangunan Huntap ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan rumah, tetapi juga merupakan bagian dari proses pemulihan masyarakat agar dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan layak,” ujar Rinaldi.
Rinaldi berharap seluruh pihak yang terlibat dapat ikut mengawal pembangunan 80 unit Huntap tersebut. Pengawalan diperlukan agar pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjadi penerima hunian.
Pelaksanaan pembangunan juga membutuhkan koordinasi antara berbagai pihak. Pemerintah, pelaksana pekerjaan, aparat keamanan, pemerintah nagari, dan masyarakat diharapkan dapat berkoordinasi selama proses pembangunan berlangsung.
Sementara itu, Ridho Ruzika menekankan agar pekerjaan dilaksanakan berdasarkan spesifikasi teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Koordinasi dengan berbagai unsur juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembangunan. Pemerintah, pihak pelaksana, aparat keamanan, pemerintah nagari, dan masyarakat dinilai perlu menjaga komunikasi selama pekerjaan berlangsung.
Dengan dimulainya tahap pelaksanaan, pembangunan 80 Huntap di Nagari III Koto Silungkang kini memasuki proses pekerjaan setelah sebelumnya dilakukan penyerahan lokasi dan personel serta pelaksanaan awal bersama atau MC-0.
Pembangunan tersebut diharapkan berjalan optimal dengan memenuhi mutu dan waktu yang telah ditetapkan. Hunian yang dibangun nantinya ditujukan untuk masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Agam.
Pemerintah berharap proses pembangunan dapat berlangsung sesuai ketentuan sehingga 80 unit Huntap dapat segera diselesaikan. Setelah rampung, hunian tersebut diharapkan bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat penerima.
Pembangunan 80 Huntap ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam. Dengan pekerjaan yang telah dimulai di Nagari III Koto Silungkang, pemerintah menargetkan hunian dapat selesai sesuai mutu dan waktu yang ditentukan serta segera digunakan masyarakat. (*)
















