Sumbardaily.com – Sebanyak 50.000 masker mulai dibagikan secara serentak kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Dharmasraya, Kamis (8/10/2026). Distribusi perlengkapan pelindung tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah dan diduga berasal dari daerah tetangga.
Pembagian masker menyasar masyarakat di 11 kecamatan di Kabupaten Dharmasraya. Proses distribusi dipimpin Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Dharmasraya Catur Eby.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya melibatkan sejumlah unsur untuk mempercepat penyaluran masker kepada masyarakat. Unsur tersebut terdiri atas Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri, puskesmas, hingga kader-kader Posyandu yang berada di seluruh kecamatan.
Catur menjelaskan, penyaluran masker tersebut merupakan tindak lanjut dari bantuan 50.000 masker yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar). Bantuan itu diinisiasi Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy dan diterima Pemkab Dharmasraya di Pulau Punjung pada Rabu malam (7/10/2026).
Menurut Catur, distribusi dilakukan segera setelah bantuan diterima agar perlindungan bagi masyarakat dapat diberikan secepat mungkin. Pemerintah daerah juga memprioritaskan kelompok masyarakat yang dinilai lebih rentan terhadap dampak kabut asap.
“Kita bergerak bersama untuk memastikan masker segera sampai kepada masyarakat, terutama kelompok rentan, sehingga mereka tetap terlindungi saat harus beraktivitas di tengah kondisi kabut asap di 11 kecamatan,” kata Catur.
Kelompok yang menjadi sasaran utama pembagian masker antara lain ibu hamil, balita, anak-anak, dan lanjut usia. Selain itu, masker juga diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki aktivitas cukup banyak di luar ruangan.
Catur menyebut keterlibatan berbagai unsur dalam proses distribusi dilakukan agar bantuan tidak hanya cepat disalurkan, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Pemerintah daerah, instansi vertikal, hingga unsur masyarakat dilibatkan dalam upaya tersebut.
“Semakin cepat masker disalurkan dan semakin luas penyebarannya, semakin efektif pula upaya kita menjaga dan melindungi kesehatan serta keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Pemkab Dharmasraya mengimbau masyarakat yang telah menerima masker untuk memanfaatkannya ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker terutama diharapkan dilakukan ketika kondisi udara masih terdampak kabut asap.
Respons positif datang dari masyarakat. Salah seorang warga, Siti (34), mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan pemerintah dalam membantu warga menghadapi kondisi kabut asap.
Siti menilai bantuan masker tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat yang tetap harus menjalankan aktivitas di luar rumah meskipun kondisi kabut asap mulai menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan pernapasan.
“Terima kasih, masker ini sangat membantu kami yang masih harus beraktivitas di luar rumah, apalagi kondisi kabut asap sekarang mulai terasa mengganggu pernapasan,” ujar Siti.
Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Dharmasraya diketahui diduga merupakan kiriman dari daerah tetangga. Dugaan tersebut berkaitan dengan hasil pemantauan pemerintah daerah yang menunjukkan tidak ditemukannya titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Dharmasraya sejak 23 September 2026.
Pemantauan tersebut dilakukan melalui sistem informasi SiPongi Karhutla. Berdasarkan pemantauan hingga Kamis (8/10/2026), tidak terdapat lagi titik api Karhutla yang terpantau di wilayah Kabupaten Dharmasraya sejak 23 September 2026.
Di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat, pemerintah daerah tetap menjalankan sejumlah langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat. Salah satunya dilakukan dengan mendistribusikan masker secara serentak ke seluruh kecamatan.
Pemkab Dharmasraya juga terus memantau perkembangan kondisi udara. Koordinasi dengan pihak terkait dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. (*)
















