Warga Padang Harus Terima Kedatangan Petugas Sensus, Ini Alasannya

Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 bersama ratusan petugas sensus di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Aie Pacah.

Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang digelar BPS Kota Padang di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Aie Pacah, Rabu (17/6/2026). Sebanyak 608 petugas mitra sensus diterjunkan untuk mendata berbagai aktivitas ekonomi masyarakat hingga 31 Agustus 2026. (Dok. Prokopim)

Sumbardaily.com - Masa depan pembangunan ekonomi Kota Padang dalam beberapa tahun ke depan akan sangat bergantung pada kualitas data yang dihimpun hari ini. Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 menjadi momentum penting untuk memotret secara utuh kondisi dan potensi ekonomi masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka saat Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Aie Pacah, Rabu (17/6/2026) pagi.

Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran dan dihadiri Kapolresta Padang, Kombes Apri Wibowo, Kepala BPS Kota Padang Dessi Febriyanti, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Asisten Administrasi Umum Corri Saidan, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta tim petugas sensus dari 11 kecamatan se-Kota Padang.

Alih-alih sekadar menjadi kegiatan pendataan rutin, Sensus Ekonomi 2026 dinilai sebagai fondasi penting yang akan menentukan arah berbagai kebijakan ekonomi di masa mendatang.

Pemerintah membutuhkan data yang valid untuk memastikan setiap kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Dalam amanatnya, Fadly Amran menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan program, tetapi juga oleh kualitas perencanaan yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Menurutnya, data yang akurat merupakan elemen utama dalam proses tersebut.

"Saya selalu meyakini bahwa 50 persen keberhasilan ditentukan oleh perencanaan, dan 50 persen lainnya oleh aksi. Dalam perencanaan, komponen terbesar adalah data. Karena itu, SE 2026 ini memiliki peran yang sangat penting untuk menghadirkan data ekonomi masyarakat yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Fadly menjelaskan, hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi rujukan bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis.

Data yang diperoleh akan digunakan sebagai dasar penyusunan program stimulus ekonomi, penyederhanaan dan pengembangan perizinan usaha, penguatan sektor UMKM, hingga pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.

Karena memiliki dampak yang luas terhadap arah pembangunan, Fadly juga mengingatkan pentingnya peran petugas sensus sebagai ujung tombak pengumpulan data di lapangan.

Ia meminta seluruh petugas memahami metode pendataan secara menyeluruh, bekerja dengan penuh ketelitian, dan tidak menganggap sepele setiap tahapan proses pendataan.

Menurutnya, kualitas hasil sensus sangat bergantung pada akurasi informasi yang berhasil dikumpulkan dari masyarakat dan pelaku usaha.

Kesalahan kecil dalam proses pendataan dapat berpengaruh terhadap kualitas data yang nantinya digunakan dalam penyusunan kebijakan publik.

Fadly turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam pelaksanaan sensus.

"Kami mengapresiasi seluruh petugas sensus yang telah bersedia mengabdikan waktu, tenaga, dan pikirannya demi mensukseskan pelaksanaan SE 2026. Kami berharap SE ini menghasilkan data yang berkualitas sehingga mampu mendukung pembangunan ekonomi Kota Padang," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Padang, Dessi Febriyanti mengungkapkan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Untuk memastikan seluruh wilayah Kota Padang terjangkau, sebanyak 608 petugas mitra sensus diterjunkan dan mendapat dukungan dari 42 personel BPS Kota Padang.

Jumlah petugas yang besar tersebut menunjukkan luasnya cakupan pendataan yang akan dilakukan. Tidak hanya menyasar usaha berskala besar dan menengah, sensus juga akan menjangkau berbagai aktivitas ekonomi masyarakat hingga level usaha rumahan.

Dessi menjelaskan bahwa petugas akan mengumpulkan beragam informasi penting terkait kegiatan usaha. Data yang dihimpun meliputi jenis usaha, produksi atau output usaha, omzet, jumlah tenaga kerja, serta berbagai karakteristik usaha lainnya.

Pendataan juga mencakup usaha rumahan dan aktivitas ekonomi berbasis digital yang saat ini berkembang pesat di tengah masyarakat.

Dengan cakupan yang luas tersebut, BPS berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur dan perkembangan ekonomi Kota Padang.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, BPS Kota Padang mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan menerima kehadiran petugas dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya.

Dessi menyampaikan bahwa BPS mengusung slogan "TIR" dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

"Kami memiliki slogan "TIR", yaitu Terima petugas, Isi atau jawab pertanyaan dengan benar dan jujur, serta Rahasia. Kami mengimbau masyarakat untuk menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan informasi yang dibutuhkan secara jujur," pintanya.

Melalui dukungan masyarakat dan kerja maksimal para petugas, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan basis data ekonomi yang akurat, lengkap, dan terpercaya.

"Data tersebut nantinya menjadi pijakan penting dalam merancang kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran bagi Kota Padang," tutur Dessi. (*)

Baca Juga

Wali Kota Padang Fadly Amran bersama jajaran TNI, Polri, OPD dan stakeholder mengikuti aksi bersih Sungai Batang Arau dalam rangka HJK Padang ke-357.
Kolaborasi Pemko Padang dan Lintas Sektor Lakukan Aksi Bersih-bersih Sungai Batang Arau di HJK ke-357
Dua siswa SMPN 25 Padang, Veodri Ugraha Marvi dan Cinta Early, bersiap mengikuti O2SN tingkat nasional setelah menjadi juara tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Bawa Nama Sumbar ke Nasional, Begini Perjuangan 2 Siswa SMPN 25 Padang di O2SN
Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer menandatangani pembaruan LoI dan MoU kerjasama Sister City Padang-Hildesheim di Balai Kota Padang.
38 Tahun Bersahabat, Padang-Hildesheim Kini Bidik Restorasi Sungai Batang Arau
Sestama BNPB Rustian bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meninjau wilayah terdampak banjir di Lapau Munggu, Kuranji, Padang.
BNPB Turun Langsung Petakan Kebutuhan Penanganan Pasca Banjir Padang
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir bersama Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda meninjau lokasi rencana pembangunan Jembatan Kalawi di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Padang.
Banjir Hantam Infrastruktur Pauh, Jembatan Kalawi dan Sejumlah Fasilitas jadi Sasaran Pemulihan
Tim TRC PUPR Kota Padang melakukan penggalian sedimen dan pembersihan material lumpur pasca banjir di salah satu lokasi terdampak.
Hujan Deras Picu Genangan di Padang, Penggalian Sedimen jadi Fokus Penanganan Pasca Banjir