Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Pasaman terus mempercepat pemerataan akses internet di wilayah yang belum terjangkau jaringan atau blankspot. Hingga tahun pertama pelaksanaan program unggulan Bupati Pasaman, sebanyak 59,52 persen kejorongan yang sebelumnya tidak memiliki akses internet kini telah berhasil terkoneksi.
Percepatan pembangunan jaringan internet tersebut dijalankan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pasaman. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan internet secara merata hingga ke seluruh wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses telekomunikasi.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasaman, Ahdi Susanto, mengatakan masih terdapat sejumlah kejorongan yang masuk kategori blankspot sehingga penyediaan akses internet tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
"Kita masih memiliki target beberapa titik blankspot yang harus di-on air-kan. Ini merupakan program unggulan Bapak Bupati," ujar Ahdi dikutip resmi Jumat (7/8/2026).
Menurut Ahdi, penyelesaian persoalan blankspot ditargetkan rampung dalam lima tahun masa kepemimpinan Bupati Pasaman. Hingga memasuki tahun pertama pelaksanaan program, capaian pembangunan jaringan internet telah mencapai lebih dari separuh wilayah yang sebelumnya belum memiliki akses.
"Kita memiliki waktu lima tahun. Saat ini lebih dari separuh wilayah blankspot sudah berhasil terkoneksi. Insyaallah target ini dapat kita tuntaskan sesuai rencana," ungkapnya.
Untuk mempercepat realisasi target tersebut, Kominfo Pasaman tidak hanya mengembangkan jaringan intra pemerintah daerah setiap tahun, tetapi juga melakukan pendataan secara berkelanjutan terhadap seluruh lokasi blankspot. Langkah ini dilakukan agar data yang dimiliki selalu diperbarui sehingga penanganan di lapangan dapat disesuaikan dengan kondisi sebenarnya.
Selain mengandalkan program daerah, Kominfo Pasaman juga mengintegrasikan upaya tersebut dengan program prioritas pemerintah pusat. Salah satu langkah yang ditempuh ialah mengajukan permohonan penambahan perangkat akses internet melalui aplikasi PASTI (Permohonan Akses Telekomunikasi dan Informasi).
Melalui mekanisme tersebut, pemerintah daerah berharap dapat memperoleh tambahan dukungan perangkat untuk memperluas jangkauan layanan internet, terutama di kawasan yang hingga kini belum tersentuh jaringan.
Tidak hanya itu, Kominfo Pasaman juga menerapkan strategi relokasi perangkat internet. Perangkat yang sebelumnya telah dipasang di lokasi yang kini sudah memperoleh layanan dari penyedia jaringan lain dipindahkan ke wilayah blankspot yang baru berdasarkan hasil pendataan terbaru.
Perangkat yang direlokasi tersebut meliputi fasilitas milik BAKTI maupun Starlink. Pemindahan dilakukan agar perangkat yang sudah tidak lagi diperlukan di suatu lokasi tetap dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membuka akses internet di daerah lain yang masih belum terlayani.
"Relokasi ini bertujuan agar perangkat yang sudah tidak lagi dibutuhkan di satu lokasi dapat dimanfaatkan untuk membuka akses internet di wilayah lain yang masih blankspot," jelas Ahdi.
Dengan berbagai strategi yang dijalankan, mulai dari pengembangan jaringan, pendataan berkelanjutan, pengajuan bantuan perangkat melalui aplikasi PASTI hingga relokasi perangkat internet, Pemerintah Kabupaten Pasaman optimistis target pemerataan akses internet dapat tercapai sesuai rencana.
Ahdi menegaskan seluruh titik blankspot di Kabupaten Pasaman diharapkan sudah memperoleh akses internet dalam kurun waktu lima tahun sehingga masyarakat di berbagai wilayah dapat menikmati layanan telekomunikasi yang lebih merata.
"Kami optimistis, selama lima tahun masa program ini seluruh titik blankspot di Kabupaten Pasaman akan berhasil terakses jaringan internet," tegas Ahdi. (*)
















