Sumbardaily.com - MAS Kauman Muhammadiyah Padang Panjang membawa nama Sumatera Barat dalam seleksi tingkat nasional Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Madrasah tersebut menjadi wakil Sumbar setelah berhasil melewati rangkaian seleksi dari tingkat Kota Padang Panjang hingga Provinsi Sumatera Barat.
Tahapan seleksi tingkat nasional itu dijalani dengan mempresentasikan pelaksanaan Program SSK di hadapan Tim Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN secara daring.
Presentasi berlangsung Jumat (25/9/2026) dari Ruang VIP Balai Kota Padang Panjang. Kepala Madrasah MAS Kauman Muhammadiyah, Derliana, memimpin langsung pemaparan bersama majelis guru dan para santri.
Dalam kegiatan tersebut, tim madrasah juga mendapatkan pendampingan dari Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra dan Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Winarno. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat Mardalena Wati Yulia turut hadir dalam agenda tersebut.
Di hadapan tim penilai, MAS Kauman Muhammadiyah menjelaskan sejumlah program yang telah dijalankan sebagai penerapan SSK di lingkungan madrasah.
Pelaksanaan program tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai materi pembelajaran di dalam kelas. Konsep SSK juga diterapkan melalui berbagai kegiatan kesiswaan, pembinaan karakter, organisasi santri, aktivitas keagamaan, hingga kegiatan yang berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat.
Materi kependudukan yang diberikan kepada peserta didik mencakup berbagai aspek. Di antaranya dinamika kependudukan, keluarga berkualitas, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan pernikahan usia anak, pengendalian jumlah penduduk, serta pentingnya menyusun perencanaan masa depan.
Melalui program tersebut, para santri tidak hanya diarahkan untuk memahami persoalan kependudukan. Mereka juga mendapatkan pembekalan mengenai sikap dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan terkait kependudukan.
Pembekalan itu kemudian diarahkan pada kemampuan santri dalam merencanakan kehidupan mereka ke depan. Mulai dari pendidikan, pekerjaan, kehidupan berkeluarga, hingga keterlibatan dalam pembangunan.
Tim MAS Kauman Muhammadiyah juga memaparkan sejumlah inovasi yang dikembangkan untuk mendukung keberlanjutan penerapan SSK. Salah satunya dengan menjadikan lingkungan madrasah sebagai ruang edukasi mengenai kependudukan.
Selain itu, santri dilibatkan dalam penyebarluasan informasi terkait kependudukan. Madrasah juga membangun kolaborasi bersama Pemerintah Daerah dan BKKBN sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan program.
Keikutsertaan MAS Kauman Muhammadiyah Padang Panjang dalam seleksi nasional tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kota Padang Panjang.
Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra mengatakan pendidikan kependudukan di sekolah dan madrasah memiliki peran dalam menyiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi.
“Program Sekolah Siaga Kependudukan ini penting karena memberikan bekal kepada generasi muda untuk memahami persoalan kependudukan sekaligus merencanakan masa depan dengan baik. Kita berharap apa yang telah dilakukan MAS Kauman Muhammadiyah dapat menjadi contoh bagi sekolah dan madrasah lainnya,” ujarnya.
Dengan mengikuti seleksi tingkat nasional, MAS Kauman Muhammadiyah Padang Panjang membawa berbagai praktik penerapan SSK yang telah dilakukan di lingkungan madrasah untuk dipresentasikan kepada Tim Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Rangkaian tersebut menjadi kelanjutan dari proses yang sebelumnya ditempuh madrasah mulai dari seleksi tingkat Kota Padang Panjang hingga berhasil menjadi perwakilan Provinsi Sumatera Barat dalam seleksi SSK tingkat nasional. (*)
















