Sumbardaily.com - Kondisi akses Jalan Nasional Tapan-batas Jambi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mulai berangsur pulih setelah terdampak longsor. Sejumlah titik yang sebelumnya tertutup material longsoran kini sudah bisa dilalui kendaraan melalui dua lajur, sedangkan beberapa lokasi lainnya masih menerapkan sistem satu lajur buka-tutup.
Berdasarkan pembaruan kondisi di lapangan pada Kamis (15/10/2026) siang, cuaca di sepanjang lokasi penanganan terpantau cerah. Kondisi tersebut menjadi salah satu informasi terbaru dalam proses pemulihan akses jalan yang terus dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat.
Meski sebagian titik sudah dapat dilewati dengan dua lajur, pengguna jalan tetap perlu memperhatikan kondisi jalur. Sebab, penanganan longsor masih berlangsung di sejumlah lokasi sehingga arus kendaraan belum sepenuhnya kembali normal.
"Beberapa titik yang sebelumnya terdampak longsor kini sudah dapat dilalui kendaraan melalui dua lajur. Sementara itu, di beberapa titik lainnya masih diberlakukan sistem satu lajur buka-tutup," tulis keterangan BPJN Sumbar yang dikutip dari Instagram BPJN Sumbar, Jumat (16/10/2026).
BPJN Sumbar terus mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan material longsoran sekaligus memulihkan kondisi badan jalan. Upaya tersebut dilakukan agar akses transportasi pada ruas Tapan-batas Jambi dapat kembali berfungsi dengan lebih lancar.
BPJN Sumbar Kerahkan Sejumlah Alat Berat
Dalam penanganan longsor di ruas jalan nasional tersebut, BPJN Sumbar mengerahkan sejumlah alat berat untuk membersihkan material yang menutupi badan jalan. Peralatan yang digunakan terdiri atas empat unit ekskavator, satu mini ekskavator, dua wheel loader, satu motor grader, dan lima dump truck.
Ekskavator dan mini ekskavator digunakan untuk membantu proses pembersihan material longsoran. Sementara itu, alat berat lainnya turut mendukung penanganan di lapangan agar proses pemulihan badan jalan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Petugas terus bekerja membersihkan timbunan material longsor yang mengganggu akses kendaraan. Penanganan juga diarahkan untuk memulihkan kondisi badan jalan sehingga perjalanan masyarakat yang melintasi jalur tersebut bisa berlangsung lebih lancar.
Pengerahan alat berat menjadi bagian dari upaya BPJN Sumbar menangani dampak bencana pada ruas Jalan Nasional Tapan-batas Jambi. Selama proses berlangsung, pengaturan lalu lintas tetap diperlukan, terutama di titik yang baru bisa dilalui melalui satu lajur secara bergantian.
Penanganan Longsor di Sejumlah Titik
Dokumentasi penanganan menunjukkan pekerjaan dilakukan di beberapa titik pada ruas Tapan-batas Jambi. Salah satunya berada di KM 228+100, yang menjadi lokasi pembersihan material longsoran sekaligus pemulihan badan jalan.
Penanganan juga dilakukan di KM 228+400. Pada titik ini, pekerjaan mencakup penanganan longsor dan pohon tumbang yang tercatat terjadi sejak Sabtu (10/10/2026).
Selain itu, petugas melakukan pembersihan material longsoran tebing jalan di KM 223+450. Pekerjaan di titik tersebut menjadi bagian dari rangkaian penanganan untuk mengurangi gangguan terhadap akses kendaraan di jalur nasional itu.
Kondisi setiap titik tidak sepenuhnya sama. Beberapa lokasi telah memungkinkan kendaraan melintas melalui dua lajur, sedangkan lokasi lainnya masih membutuhkan pengaturan satu lajur buka-tutup selama proses penanganan berlangsung.
Karena itu, pengendara yang melewati ruas tersebut perlu menyesuaikan kecepatan dan memperhatikan arahan petugas. Pengguna jalan juga diharapkan tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi di lapangan mengharuskan kendaraan melintas secara bergantian.
Pengendara Diminta Berhati-hati
BPJN Sumbar mengingatkan masyarakat yang akan melintasi Jalan Nasional Tapan-batas Jambi agar tetap berhati-hati. Pengendara diminta mengurangi kecepatan serta mengikuti instruksi petugas yang berada di lokasi penanganan.
Imbauan tersebut penting diperhatikan karena proses pembersihan material longsoran dan pemulihan badan jalan masih berlangsung di sejumlah titik. Penerapan sistem buka-tutup juga membuat kendaraan harus mengikuti pengaturan arus lalu lintas di lokasi tertentu.
"Untuk pengguna jalan yang akan melintasi jalur ini, tetap berhati-hati, kurangi kecepatan, dan ikuti arahan petugas di lapangan," tulis keterangan BPJN Sumbar yang dikutip dari Instagram BPJN Sumbar, Jumat (16/10/2026).
Informasi kondisi terbaru tersebut menjadi acuan bagi masyarakat yang hendak bepergian melalui jalur Tapan menuju batas Jambi maupun sebaliknya. Pengendara perlu mengantisipasi kemungkinan perlambatan perjalanan, terutama saat melewati titik yang masih menerapkan sistem satu lajur buka-tutup.
Dengan penanganan yang terus dilakukan, BPJN Sumbar berupaya memulihkan akses jalan nasional yang terdampak longsor di Kabupaten Pesisir Selatan. Meski sejumlah titik sudah dapat dilalui dua lajur, kewaspadaan tetap diperlukan hingga penanganan di seluruh lokasi selesai. (*)
















