Tragedi Pantai Tiku Agam: 1 Meninggal, 2 Hilang Terseret Gelombang

Tragedi Pantai Tiku Agam: 1 Meninggal, 2 Hilang Terseret Gelombang

Seorang anak hanyut di Pantai Tiku, Kabupaten Agam, pada Sabtu (12/4/2025) sore. (Dok. Basarnas)

Sumbardaily.com, Agam - Sebuah insiden tragis terjadi di Pantai Tiku, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), pada Sabtu (12/4/2025) sore. Sebanyak 16 remaja terseret ombak saat berenang di perairan Ujung Tanjung.

Berdasarkan informasi dari Kantor SAR Kelas A Padang, hingga saat ini 13 korban berhasil diselamatkan, satu ditemukan meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian.

Menurut laporan yang diterima dari Ichwan Pratama Danda, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Agam, insiden bermula sekitar pukul 15.00 WIB ketika para remaja sedang mandi-mandi di area Ujung Tanjung Pantai Tiku.

Tak disangka, ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret 16 remaja yang sedang bermain di perairan tersebut. Lokasi kejadian berada di koordinat 0°24'17.21"S - 99°55'8.81"E, sekitar 59 kilometer jarak lurus atau 92,6 kilometer jarak darat dari Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman," kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik.

Menanggapi laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Pasaman segera bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 17.02 WIB dengan mengerahkan lima personil.

Jarak dan kondisi medan diperkirakan membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam 30 menit untuk mencapai lokasi.

Dari 16 korban yang terseret ombak, 13 di antaranya berhasil diselamatkan. Mereka adalah Alfa Rizi (17), Hafiz (16), Fadil (15), Fauzi (16), Rifky (16), Tegar (17), Divo (15), Farid (17), Rezki (16), Zaki (17), Adam (15), Fano (15), dan Rafa (17).

"Sementara itu, satu korban bernama Faras (16) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," katanya.

Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap dua korban yang hingga kini belum ditemukan, yakni Dani Afriandi (16) dan Yordan Ramadhan (16).

"Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat kesalahan informasi mengenai status Yordan Ramadhan yang sebelumnya dilaporkan selamat namun ternyata masih dalam status pencaria," katanya.

Dalam operasi pencarian ini, Kantor SAR Kelas A Padang mengerahkan sejumlah alat utama (ALUT) berupa Rescue Car Double Cabin, LCR (Light Craft Rubber), peralatan SAR air, peralatan medis, peralatan komunikasi, peralatan SAR lainnya, serta Aqua Eye untuk membantu penglihatan di bawah air.

"Operasi pencarian akan terus dilakukan secara intensif hingga seluruh korban ditemukan," katanya.

Pihak Kantor SAR Padang juga mengingatkan kepada masyarakat, khususnya pengunjung pantai, untuk selalu waspada terhadap kondisi alam saat bermain di area pantai.

Perubahan cuaca dan kondisi ombak dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga keselamatan harus menjadi prioritas utama.

"Kami akan terus memberikan perkembangan informasi terkait operasi pencarian ini," kata Abdul Malik.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan SAR dapat menghubungi nomor darurat 115 (Nasional), (0751) 484534, atau 0813-7700-0115.

Informasi lebih lanjut juga dapat diakses melalui situs resmi http://padang.basarnas.go.id atau akun Instagram @sarpadang_.

Pelayanan Tercepat

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Kantor SAR Padang, Hendri menegaskan bahwa pihaknya senantiasa siap memberikan pelayanan tercepat dalam situasi darurat.

"Kami tidak menginginkan musibah atau kecelakaan terjadi. Namun, jika hal itu terjadi, masyarakat tidak perlu ragu untuk segera menghubungi kami," katanya.

Pofesionalisme tim SAR, kata Hendri, tercermin dari komitmen pihaknya untuk meminimalkan waktu tanggap.

Setiap informasi yang diterima akan segera ditindaklanjuti dengan persiapan yang matang.

"Meskipun membutuhkan waktu untuk melengkapi peralatan dan kebutuhan tim, Basarnas Padang tetap mengutamakan kecepatan respons. Tim SAR siap bergerak cepat untuk menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat apa pun," katanya.

Sejatinya, kata Hendri, prinsip utama Basarnas sederhana, namun sangat bermakna.

"Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula tindakan penyelamatan dapat dilakukan. Dengan demikian, harapan untuk menyelamatkan korban akan semakin besar," katanya.

Basarnas, katanya, telah membuktikan bahwa dalam dunia pencarian dan penyelamatan, setiap detik sangatlah berharga.

"Komitmen, kesiapsiagaan, dan profesionalisme adalah kunci utama dalam setiap misi penyelamatan yang mereka lakukan," katanya.

Hendri juga mengatakan bahwa pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian darurat dan keprofesionalan tim SAR Padang dalam memberikan pertolongan.

"Sekali lagi kami ingin menyampaikan bahwa keselamatan nyawa korban adalah prioritas kami dan setiap detik itu sangat berharga. Semakin cepat laporan kami terima, maka akan semakin cepat kami tindaklanjuti," tutur eks Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mentawai tersebut. (red)

Baca Juga

Tim SAR Padang dikerahkan menuju Arosuka, Kabupaten Solok, untuk menangani bencana banjir bandang pada Senin malam.
Basarnas Dikerahkan ke Lokasi Galodo di Solok, Akses Lalu Lintas Terputus
Tim SAR Gabungan mencari warga yang terseret banjir bandang di Pasaman.
Tim SAR Gabungan Cari Warga Pasaman yang Terseret Banjir Bandang
Tim SAR Gabungan menemukan KM Rafa 02 bersama tiga nelayan dalam kondisi selamat di perairan Mentawai.
Sempat Terombang-ambing di Samudera Hindia, Tiga Nelayan KM Rafa 02 Akhirnya Selamat
Ilustrasi kapal nelayan KM Rafa 02 yang mengalami mati mesin di wilayah Samudera Hindia, Mentawai.
Tim SAR Gabungan Mentawai Cari Tiga Nelayan yang Terombang-ambing di Samudera Hindia
KN SAR Yudhistira 227 melakukan operasi evakuasi dua nelayan selamat beserta kapal yang mengalami kerusakan mesin di perairan Pesisir Selatan.
Dua Nelayan Selamat usai Kapal Mati Mesin, Kantor SAR Padang Lakukan Towing hingga Pulau Sironjong
KN SAR Yudhistira 227 bergerak melakukan evakuasi dua nelayan setelah kapal mati mesin di perairan Pesisir Selatan.
Kapal Nelayan Mati Mesin Dua Hari di Pesisir Selatan, Basarnas Kerahkan KN SAR Yudhistira