Sumbardaily.com – Pergerakan kendaraan di Tol Padang–Sicincin tercatat sebanyak 2.857 kendaraan pada Sabtu (14/3/2026). Data tersebut merupakan bagian dari pemantauan trafik Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dilakukan oleh PT Hutama Karya (Persero) menjelang periode Mudik Lebaran 2026.
Berdasarkan catatan perusahaan, jumlah kendaraan yang melintas di ruas tol yang berada di Sumbar tersebut mengalami penurunan sekitar 13,89 persen dibandingkan trafik normal.
Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara berkala mengingat mobilitas masyarakat diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Pemantauan ini dilakukan seiring mulai berlangsungnya pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan lebih awal menjelang puncak Mudik Lebaran.
Mobilitas diprediksi terus bertambah terutama menjelang diberlakukannya kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16 Maret 2026.
Trafik Tol Trans Sumatera Mulai Meningkat
Secara keseluruhan, PT Hutama Karya mencatat bahwa trafik kendaraan di sejumlah ruas tol yang telah beroperasi di jaringan Tol Trans Sumatera mulai mengalami peningkatan.
Pada periode 14 Maret 2026, total trafik harian kendaraan yang melintas di ruas tol yang telah beroperasi mencapai 135.924 kendaraan. Angka ini meningkat sekitar 31,16 persen dibandingkan trafik normal.
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa sebagian masyarakat telah memulai perjalanan lebih awal menjelang libur panjang Lebaran.
Rekap Trafik di Sejumlah Ruas Tol
Selain Tol Padang–Sicincin, beberapa ruas tol lain di jaringan JTTS juga mencatat peningkatan pergerakan kendaraan.
Ruas Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung (Terpeka) mencatat sebanyak 21.655 kendaraan, atau meningkat 59,89 persen dibandingkan kondisi normal.
Kemudian Tol Palembang – Indralaya – Prabumulih (Palindra dan Indraprabu) mencatat 22.464 kendaraan, meningkat 60,27 persen dibandingkan trafik normal.
Sementara itu, Tol Betung – Tempino – Jambi (Bayung Lencir – Tempino – Simpang Ness) dilalui 10.526 kendaraan, meningkat 25,35 persen dibandingkan kondisi normal.
Pada ruas Tol Bengkulu – Taba Penanjung (Bengtaba) tercatat 1.900 kendaraan, yang mengalami penurunan sekitar 7,05 persen dibandingkan trafik normal.
Selanjutnya, Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) mencatat 16.859 kendaraan, atau meningkat 5,28 persen dibandingkan trafik normal.
Ruas Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar dilalui 7.440 kendaraan, meningkat 21,29 persen dibandingkan kondisi normal.
Di wilayah Sumatera Utara, Tol Indrapura – Kisaran mencatat 10.367 kendaraan, meningkat 0,81 persen dibandingkan trafik normal.
Kemudian Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kuala Tanjung – Sinaksak) yang dikelola oleh PT Hutama Marga Waskita mencatat 25.340 kendaraan, meningkat 24,67 persen dibandingkan kondisi normal.
Sementara itu, Tol Binjai – Langsa (Binjai – Pangkalan Brandan) mencatat 11.818 kendaraan, atau meningkat 23,55 persen dibandingkan trafik normal.
Lonjakan paling tinggi terjadi pada Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum – Baitussalam) yang mencatat 7.555 kendaraan, meningkat hingga 128,04 persen dibandingkan trafik normal.
Trafik di Ruas Tol Fungsional
Selain ruas tol yang telah beroperasi penuh, Hutama Karya juga mencatat pergerakan kendaraan di ruas tol yang dioperasikan secara fungsional selama periode Mudik Lebaran 2026.
Pada 14 Maret 2026, Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1 (Seulimeum – Padang Tiji) yang dioperasikan secara fungsional mencatat trafik sebanyak 3.418 kendaraan.
Sedangkan Tol Palembang – Betung (Kramasan – Pangkalan Balai) yang juga dioperasikan secara fungsional mencatat trafik 5.409 kendaraan.
Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang melintas di ruas tol fungsional tersebut mencapai 8.827 kendaraan.
Imbauan Hutama Karya bagi Pengguna Jalan
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Mudik Lebaran, PT Hutama Karya mengimbau seluruh pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik.
Pengendara diminta mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan.
Selain itu, pengguna jalan juga disarankan memanfaatkan rest area terdekat apabila merasa lelah atau mengantuk selama perjalanan. (*)















