Sumbardaily.com, Solok Selatan - Tim gabungan berhasil mengevakuasi delapan wisatawan yang terjebak di Air Terjun Sungai Dalam, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat (Sumbar) pada Minggu (6/4/2025) malam.
Para korban terjebak akibat debit air sungai yang mendadak meningkat saat mereka berada di lokasi.
Informasi kejadian diterima Kantor SAR Kelas A Padang pada pukul 21.15 WIB melalui laporan dari Deri, anggota kelompok pecinta alam.
Kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB saat kedelapan orang tersebut sedang berwisata ke air terjun.
"Para korban terjebak di tengah sungai yang berpulau karena debit air yang tiba-tiba meningkat," kata Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik dalam keterangan resminya.
Lokasi kejadian, kata Abdul Malik berada di koordinat 1°41'12.37" LS-101°20'3.62" BT dengan jarak lurus 18 kilometer dan jarak darat 32 kilometer dari Unit Siaga SAR Solok Selatan.
Sementara waktu tempuh menuju lokasi diperkirakan sekitar satu jam dengan arah tenggara.
Setelah menerima laporan, tim SAR segera melakukan persiapan dan koordinasi dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Wali Nagari Lubuk Gadang Tenggara, dan masyarakat setempat.
"Tim Rescue Unit Siaga SAR Solok Selatan bergerak ke lokasi pada pukul 21.30 WIB dengan empat personel. Tim rescue tiba di lokasi pada pukul 22.45 WIB dan langsung berkoordinasi dengan Tim TNKS," katanya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kata Abdul Malik, pada pukul 21.30 WIB debit air sungai telah mengalami penurunan, sehingga Tim TNKS langsung melakukan evakuasi para korban.
"Seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat pada pukul 22.30 WIB menggunakan tali. Mereka kemudian kembali ke rumah masing-masing," kata Abdul Malik.
Kedelapan korban yang berhasil dievakuasi adalah Rindu Santika (30), Selvi Hestiarianti (18), Rika Tasya S (25), Vidya Ramadanis (17), Rajif Palpalo (21), Libra Fernando (21), Rafi Muhammad (21) dan Oki Saputra (25).
Dalam operasi penyelamatan ini, tim SAR menggunakan berbagai peralatan pendukung seperti rescue carrier, perahu rafting, peralatan komunikasi, navigasi, medis, vertical rescue, dan peralatan pendukung lainnya.
Operasi SAR dinyatakan berakhir pada pukul 23.00 WIB setelah dilakukan debriefing dengan seluruh unsur yang terlibat. Seluruh personel kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
"Kejadian ini harus dijadikan pengingat untuk wisatawan agar selalu waspada terhadap perubahan kondisi alam saat berkunjung ke objek wisata air terjun, terutama di musim hujan ketika debit air dapat berubah dengan cepat," tuturnya. (red)
















