Sumbardaily.com – Laga antara Semen Padang FC dan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 diprediksi berlangsung sengit. Pertandingan yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) pukul 21.00 WIB itu disebut bakal sarat tekanan, terutama bagi tim tuan rumah.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul van Gastel, menilai situasi menjelang pertandingan kali ini tidak ideal bagi timnya. Ia mengungkapkan waktu persiapan yang sangat singkat menjadi tantangan tersendiri setelah jadwal pertandingan sebelumnya berdekatan dengan laga kontra Semen Padang FC.
“Persiapan kami sangat pendek karena jadwal antara match sebelumnya dengan laga melawan Semen Padang FC ini sangat dekat. Ini bukan persiapan yang saya inginkan, tapi di sini kami harus fleksibel dengan jadwal yang sudah ditetapkan Liga,” ujar Van Gastel saat konferensi jelang laga.
Meski demikian, ia menilai tekanan justru lebih besar berada di kubu tuan rumah. Menurutnya, kondisi klasemen membuat Kabau Sirah harus berjuang ekstra demi menjaga peluang bertahan di liga, mengingat jarak poin dengan peringkat 15 dan 16 tidak terpaut jauh.
“Untuk pertandingan besok, karena pressure-nya ada di pihak Semen Padang dan Head Coach Semen Padang ini akan sangat menarik,” katanya.
Dari sisi komposisi pemain, Laskar Mataram dipastikan tidak diperkuat dua nama. Ze Valente harus absen akibat akumulasi kartu atau suspensi, sementara Anton Fase tidak dapat tampil karena mengalami cedera.
“Hanya ada dua yang tidak bisa bermain, Ze Valente karena suspen dan Anton karena cedera,” jelas Van Gastel.
Kendati kehilangan dua pemain tersebut, pelatih asal Belanda itu memastikan seluruh pemain lain siap menggantikan peran yang kosong. Ia mencontohkan situasi serupa saat menghadapi Persija di putaran pertama, ketika Ze Valente juga tidak bermain.
“Semua pemain kita sudah siap untuk bermain, siapa pun penggantinya,” tegasnya.
Hingga pekan ke-24, PSIM telah menjalani 22 pertandingan. Van Gastel menyebut para pemainnya sudah memahami pola dan strategi yang diterapkan tim, sehingga tidak diperlukan banyak penyesuaian meski waktu persiapan terbatas.
Ia juga mengaku telah mempelajari permainan Semen Padang FC melalui rekaman pertandingan, termasuk pertemuan di putaran pertama. Menurutnya, kehadiran sejumlah pemain baru di skuad Kabau Sirah menghadirkan energi dan pendekatan berbeda dalam permainan.
“Kita tahu bahwa Semen Padang membawa banyak pemain baru, artinya itu memberi energi baru, cara bermain baru. Mereka tetap ada di jalan yang benar karena tetap ingin fight untuk bertahan di Liga,” ujarnya.
Berbeda dengan lawannya, PSIM disebut tidak melakukan banyak perubahan dalam komposisi tim lantaran keterbatasan anggaran transfer. Meski begitu, Van Gastel mengaku puas dengan perkembangan skuadnya sejauh ini.
“Untuk tim saya tidak banyak yang berubah karena kita tidak punya banyak bajet untuk transfer. Tetapi saya senang terhadap tim saya karena tim saya banyak berkembang dari sebelumnya,” tutupnya.
Pertandingan ini pun diprediksi menjadi ujian mental sekaligus taktik bagi kedua tim. Semen Padang FC yang berambisi menjauh dari ancaman zona bawah akan menghadapi PSIM Yogyakarta yang datang dengan kesiapan taktis meski dalam situasi persiapan singkat. (*)
















