Sumbardaily.com, Padang – Voxpol Center Research and Consulting merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas calon dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Barat (Sumbar).
Data menunjukkan pasangan nomor urut 1, Mahyeldi-Vasko Ruseimy, memimpin dengan perolehan 70,3 persen, sedangkan pasangan Epyardi Asda-Ekos Albar berada di posisi kedua dengan 16,8 persen. Sebanyak 13 persen responden masih belum menentukan pilihan.
CEO Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, dalam pemaparan melalui live streaming YouTube di Padang, Selasa (22/10/2024), mengungkapkan adanya korelasi antara popularitas dan elektabilitas kedua pasangan calon.
Mahyeldi tercatat memiliki tingkat popularitas 88,8 persen dengan tingkat kesukaan 78,8 persen. Vasko Ruseimy mendapat angka popularitas 61,4 persen dan tingkat kesukaan 53,1 persen.
Di sisi lain, Epyardi Asda hanya mencapai popularitas 51,1 persen dengan tingkat kesukaan 36,9 persen, sementara Ekos Albar memperoleh popularitas 39 persen dan tingkat kesukaan 29,0 persen.
Survei yang dilaksanakan pada 7-16 Oktober 2024 ini mencakup 19 kabupaten dan kota dengan total 800 responden.
Pengambilan data menggunakan metode tatap muka dan aplikasi Android i-Voxpol, disertai double spotcheck terhadap 20 persen sampel secara acak. Margin of error survei tercatat sekitar 3,47 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei juga mengungkap karakteristik pemilih Sumbar yang cenderung rasional, dengan 63,7 persen responden memilih berdasarkan kinerja, pengalaman, serta visi-misi kandidat.
"Sebanyak 14,3 persen mempertimbangkan faktor sosiologis seperti agama dan suku, sementara 16,3 persen memperhatikan aspek psikologis termasuk karakter dan penampilan," ungkapnya.
Pangi menyoroti tingkat kestabilan pilihan pemilih, di mana 69,8 persen responden menyatakan mantap dengan pilihannya, 21 persen masuk kategori swing voters, dan 9,3 persen belum menentukan pilihan.
"Figur kandidat menjadi faktor dominan dengan 77,4 persen responden memilih berdasarkan tokoh, sementara 14,9 persen memilih karena partai politik, dan 7,8 persen belum menentukan," jelasnya. (red)
















