Sumbardaily.com, Dharmasraya - Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) kembali dilanda bencana banjir yang merenggut kehidupan normal ribuan warganya.
Pada Minggu (2/3/2025) pukul 11.28 WIB, hujan deras yang mengguyur wilayah ini dan daerah hulu sungai menyebabkan meluapnya empat sungai utama: Sungai Batang Hari, Sungai Batang Pangian, Sungai Batang Momong, dan Sungai Batang Siat.
Data sementara dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Dharmasraya mencatat dampak yang signifikan.
"Sebanyak 780 unit rumah tersapu banjir, mencakup 1.018 kepala keluarga atau setara dengan 2.985 jiwa yang terdampak. Bencana ini tersebar di sembilan kecamatan, meliputi Kecamatan IX Koto, Kecamatan Koto Besar, dan Kecamatan Koto Baru," kata Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, Rabu (5/3/2025).
Wilayah paling parah terkena dampak adalah Nagari Lubuk Karak, dengan 100 unit rumah terendam dan 318 jiwa terisolasi. Kecamatan Koto Besar, khususnya Nagari Bonjol dan Nagari Abai Siat, juga mengalami kerusakan infrastruktur yang parah, dengan ratusan rumah terendam dan akses jalan terputus.
"Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini," katanya.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Brimob, Polri, TNI, Tagana, dan pemerintah setempat telah langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
"Kami telah membentuk pos tanggap darurat yang akan beroperasi selama tujuh hari, terhitung mulai 2 hingga 8 Maret 2025. Upaya penanganan difokuskan pada evakuasi korban, penyediaan logistik, dan pembangunan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi," katanya.
Kendala utama dalam proses penanganan, kata Annisa, adalah terputusnya akses jalan di beberapa titik lokasi bencana.
"Hal ini membuat tim penyelamat harus ekstra keras dalam mengevakuasi warga dan mendistribusikan bantuan," katanya.
Kondisi cuaca yang masih hujan membuat situasi semakin kritis. Pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau warga untuk selalu waspada serta mengikuti arahan dari tim penanggulangan bencana.
"Bencana ini sekali lagi mengingatkan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim ekstrem," tutur Bupati perempuan pertama di Sumbar tersebut. (red)
















