Sumbardaily.com, Padang – Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi media dalam menyebarluaskan informasi positif mengenai sektor energi nasional, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memberikan penghargaan kepada 10 media di Sumatera Barat (Sumbar). Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Sumbar Daily.
Penghargaan itu diserahkan dalam kegiatan Energy Meet Up Multiplier Effect Hulu Migas yang digelar di Padang, Selasa (4/11/2025). Selain Sumbar Daily, sejumlah media lain yang turut menerima penghargaan meliputi Antara Sumbar, Langgam.id, Suara.com Sumbar, Padang Ekspres, Singgalang, Haluan, Kata Sumbar, dan Classy Radio.
Penghargaan diterima masing-masing pimpinan media serta menjadi ajang silaturahmi antara SKK Migas dan insan pers di wilayah Sumatera.
Media Dianggap Berperan Strategis dalam Edukasi Publik
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mempererat hubungan antara industri hulu migas dengan media massa. Melalui acara ini, pihaknya ingin memperkenalkan lebih dekat peran industri migas serta menyamakan persepsi tentang pentingnya sektor ini bagi pembangunan nasional maupun daerah.
“Energy Meet Up ini menjadi wadah komunikasi dua arah antara SKK Migas dan media. Kami ingin agar informasi mengenai kegiatan industri hulu migas dapat tersampaikan secara objektif, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Yanin.
Menurut Yanin, sektor hulu migas bukan hanya berfungsi sebagai penyedia energi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Keberadaan industri ini, katanya, mampu memberikan multiplier effect atau efek berganda yang luas bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.
“Industri hulu migas bukan sekadar tentang energi. Lebih dari itu, migas menggerakkan ekonomi daerah dan memberi efek berganda bagi pembangunan,” ujarnya.
Kontribusi Besar terhadap Penerimaan Negara
Yanin menuturkan, secara nasional, sektor hulu migas telah memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara. Berdasarkan data SKK Migas, sejak tahun 2002 hingga 2023, industri hulu migas menyumbang lebih dari Rp5.045 triliun kepada kas negara. Angka tersebut menjadikan sektor ini sebagai penyumbang pendapatan terbesar kedua setelah pajak.
Tak hanya berkontribusi pada keuangan negara, sektor ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah. Di antaranya melalui penyerapan tenaga kerja lokal, penguatan kapasitas UMKM di sekitar wilayah operasi, serta penyediaan pasokan gas bumi untuk kebutuhan listrik PLN di berbagai daerah.
Manfaat Nyata untuk Sumbar
Di wilayah Sumatera Bagian Utara, SKK Migas membawahi lima provinsi, yakni Aceh, Riau, Sumatera Utara, Sumbar, dan Kepulauan Riau. Melalui koordinasi lintas daerah tersebut, SKK Migas berupaya agar manfaat industri migas dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Wujud nyata dampak ekonomi itu terlihat melalui penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Migas kepada pemerintah daerah. Dana tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, memperkuat layanan publik, serta mendukung sektor pendidikan.
Di Provinsi Sumbar, pengalokasian DBH Migas tahun 2025 tercatat antara lain untuk Kabupaten Lima Puluh Kota sebesar Rp12.821.006.000, Kabupaten Sijunjung Rp12.483.749.000, dan Kabupaten Pasaman Rp337.317.000, berdasarkan data Kementerian Keuangan.
“Dana tersebut adalah bukti nyata multiplier effect dari industri migas yang secara langsung memberi manfaat kepada daerah,” ujar Yanin.
Ia menegaskan bahwa SKK Migas Sumbagut berkomitmen untuk terus memperluas manfaat sektor migas, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun pembangunan berkelanjutan.
“Migas adalah milik bangsa, dan hasilnya harus memberi kesejahteraan sebesar-besarnya bagi rakyat. Melalui kerja sama dan komunikasi yang baik dengan media, kami ingin memastikan masyarakat memahami peran strategis sektor ini bagi pembangunan,” tutur Yanin.
Menjalin Sinergi dan Keterbukaan Informasi
Dalam kesempatan tersebut, Yanin juga menjelaskan bahwa SKK Migas Perwakilan Sumbagut memiliki tanggung jawab besar dalam mengoordinasikan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di wilayah kerja yang luas.
Lembaga ini juga menjalin kerja sama erat dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan kegiatan hulu migas berjalan aman, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Yanin menilai, peran media sangat penting dalam menjaga transparansi dan membangun kepercayaan publik terhadap kegiatan industri hulu migas. Karena itu, penghargaan yang diberikan SKK Migas Sumbagut bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga dorongan agar media terus berperan aktif dalam menyebarkan informasi energi yang akurat dan konstruktif.
“Kolaborasi yang baik antara industri dan media diharapkan dapat menciptakan pemahaman publik yang lebih luas tentang pentingnya sektor energi, sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” katanya.
Melalui acara Energy Meet Up tersebut, SKK Migas Sumbagut menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan dengan media sebagai mitra strategis.
Harapannya, informasi tentang kegiatan hulu migas tidak hanya tersampaikan kepada publik, tetapi juga mampu menginspirasi partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan energi nasional yang berkelanjutan. (red)
















