Struktur Jembatan Kembar Padang Panjang Dinyatakan Aman Pasca Banjir Bandang

Struktur Jembatan Kembar Padang Panjang Dinyatakan Aman Pasca Banjir Bandang

Jembatan Kembar Padang Panjang (Foto: Kementerian PU)

Sumbardaily.com, Padang Panjang – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar) memastikan struktur Jembatan Kembar Padang Panjang tetap dalam kondisi aman setelah terdampak banjir bandang.

Kepastian tersebut diperoleh usai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui BPJN Sumbar melakukan pengecekan awal terhadap jembatan yang berada di jalur strategis Jalan Padang–Bukittinggi, tepatnya pada kawasan Jalur Lembah Anai.

Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menjelaskan, hasil evaluasi awal menunjukkan tidak adanya penurunan kondisi struktur utama jembatan pascabencana banjir bandang.

Meski demikian, pihaknya menilai perlu dilakukan langkah pengamanan tambahan pada beberapa bagian jembatan yang terdampak langsung oleh kuatnya arus banjir.

Menurut Elsa, bagian yang membutuhkan perhatian khusus adalah oprit dan pilar jembatan yang mengalami gerusan akibat arus deras.

Proteksi terhadap komponen tersebut dinilai penting untuk menjaga ketahanan struktur jembatan serta memastikan keselamatan pengguna jalan yang melintas di ruas nasional tersebut.

Dalam proses evaluasi, BPJN Sumbar melakukan inspeksi secara menyeluruh terhadap seluruh elemen jembatan.

Pemeriksaan mencakup pondasi, pilar, abutmen, gelagar, hingga lantai jembatan yang berpotensi terpengaruh oleh aliran air dan material longsoran saat banjir bandang terjadi.

Setiap komponen diperiksa untuk memastikan fungsinya tetap optimal dan tidak menimbulkan risiko bagi lalu lintas.

Selain struktur jembatan, tim teknis juga melakukan penilaian terhadap stabilitas tanah di sekitar pilar dan abutmen.

Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak terjadi penurunan atau pergeseran tanah yang dapat membahayakan konstruksi jembatan dalam jangka pendek maupun panjang.

Sebagai langkah pengamanan sementara, BPJN Sumbar memberlakukan skema operasional terbatas pada Jembatan Kembar Padang Panjang.

Dalam pengaturan tersebut, satu sisi jembatan tetap dibuka untuk melayani arus lalu lintas, sementara sisi lainnya ditutup sementara untuk mendukung proses inspeksi lanjutan dan pengamanan struktur.

“Untuk sementara, jembatan dioperasikan dengan skema terbatas, di mana sisi A dibuka untuk lalu lintas, sementara sisi B ditutup sementara guna mendukung proses inspeksi dan pengamanan struktur,” ujar Elsa Putra Friandi.

Pengaturan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di Sumbar sekaligus memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas selama proses evaluasi dan penguatan struktur jembatan berlangsung. (red)

Baca Juga

653 Sekolah Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Kembali Belajar
653 Sekolah Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Kembali Belajar
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok.
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bantu Korban Galodo Solok, Sembako hingga Kebutuhan Ibu dan Anak Disalurkan
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban banjir bandang Arosuka Kabupaten Solok pada hari keempat dengan membagi area operasi sepanjang sekitar 14 kilometer ke dalam empat sektor.
Hari Keempat Pasca Banjir Bandang Solok, Tim SAR Gabungan Sisir Area Pencarian Sejauh 14 Kilometer
Pascagalodo Solok, BPJN Sumbar Siapkan Perbaikan Jalan Arosuka
Pascagalodo Solok, BPJN Sumbar Siapkan Perbaikan Jalan Arosuka
Galodo Solok Terjadi Saat Bulan Kering, Ini Penjelasan Peneliti soal Hujan Ekstrem
Galodo Solok Terjadi Saat Bulan Kering, Ini Penjelasan Peneliti soal Hujan Ekstrem
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di Kampung Parit, Pasaman.
Enam Hari Dicari, Warga yang Terseret Arus Banjir Bandang Pasaman Ditemukan Meninggal