Sumbardaily.com - Upaya memperpendek rantai distribusi energi bagi masyarakat pesisir mulai menunjukkan hasil nyata. Peresmian SPBU Nelayan 18.237.014 di Desa Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak nelayan terhadap akses bahan bakar yang lebih dekat dan efisien.
Kehadiran SPBU Nelayan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur energi, melainkan solusi atas persoalan klasik yang selama ini dihadapi nelayan.
Sebelum fasilitas ini tersedia, nelayan di wilayah Bakongan Timur harus menempuh jarak cukup jauh, yakni sekitar 4,4 kilometer hingga 6,4 kilometer, hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada peningkatan biaya operasional dan waktu tempuh, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas melaut.
Dengan beroperasinya SPBU Nelayan ini, akses energi menjadi lebih mudah, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir diharapkan dapat meningkat signifikan.
Peresmian SPBU ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Didit Herdiawan, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia sekaligus Komisaris Pertamina Patra Niaga, Panel Barus, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, serta Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS.
Dari pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, hadir Executive General Manager, Sunardi, Region Manager Retail Sales, I Gusti Bagus Suteja, Region Manager HSSE, Agoeng Priyatno, serta Area Manager Communication, Relations & CSR, Fahrougi Andriani Sumampouw.
Program ini merupakan bagian dari implementasi BBM Satu Harga yang bertujuan menghadirkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat, termasuk di wilayah pesisir yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono turut menyampaikan apresiasi terhadap sinergi yang terbangun dalam pengembangan SPBU Nelayan berbasis koperasi tersebut.
“Kehadiran negara dalam hal ini melalui SPBU Nelayan diharapkan dapat mengubah tatanan ekonomi yang ada di masyarakat. Dengan adanya program ini, nantinya akan ada Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi oleh berbagai fasilitas untuk mendukung aktivitas nelayan, termasuk SPBU Nelayan sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir,” katanya, Kamiz (30/4/2026).
Sementara itu, Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menegaskan bahwa pembangunan SPBU Nelayan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan distribusi energi yang merata dan berkeadilan.
“Peresmian SPBU Nelayan ini merupakan wujud komitmen kami dalam menjaga keandalan distribusi energi, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan ketersediaan energi yang berkeadilan bagi masyarakat. Melalui implementasi program BBM Satu Harga, kehadiran SPBU ini diharapkan dapat mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi nelayan serta masyarakat pesisir,” ujarnya.
Di tingkat regional, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi mengatakan, SPBU ini menjadi langkah konkret untuk mendekatkan layanan energi kepada masyarakat.
“Kami berharap SPBU Nelayan ini dapat memberikan kemudahan akses energi bagi nelayan di Bakongan Timur, sehingga aktivitas melaut menjadi lebih efisien dan produktif. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut akan terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan serta meningkatkan kualitas layanan energi di wilayah Sumatera Bagian Utara,” katanya.
SPBU Nelayan 18.237.014 ini akan menyalurkan Biosolar kepada nelayan sesuai ketentuan dari BPH Migas. Distribusi dilakukan secara tepat sasaran dengan memanfaatkan aplikasi XStar, berdasarkan surat rekomendasi dari dinas terkait. Mekanisme ini diharapkan mampu menjaga transparansi sekaligus memastikan subsidi tepat guna.
Tidak hanya berfungsi sebagai penyedia energi, SPBU ini juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi berbasis koperasi. Pengelolaannya dilakukan oleh Koperasi KNTI Aceh Selatan, sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga memperluas dampak ke masyarakat sekitar.
Langkah ini diyakini mampu menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di kawasan pesisir. Dengan biaya operasional yang lebih rendah dan waktu tempuh yang lebih singkat, nelayan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen terus memperluas jangkauan layanan energi melalui berbagai program berkelanjutan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional dan mendukung pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri. (*)
















