Sumbardaily.com - Antrean BBM di SPBU sepanjang jalur Bypass Padang menjadi memicu kemacetan pada Kamis pagi (23/4/2026). Kepadatan kendaraan terjadi mulai dari Simpang Lubuk Begalung hingga Aie Pacah, yang sempat mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Menanggapi kondisi itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (PPN Sumbagut) menegaskan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, berada dalam kondisi aman dan mencukupi.
Pjs Area Manager Communication, Relation, & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, M Romi Bachtiar mengatakan, antrean yang terjadi bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan tingginya volume kendaraan yang melakukan pengisian secara bersamaan.
"Di sepanjang jalur Bypass tersebut terdapat enam SPBU yang beroperasi aktif. Seluruh SPBU itu dipastikan memiliki stok BBM yang terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).
Namun, lonjakan kendaraan, terutama truk-truk besar yang mengisi solar secara bersamaan, menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan antrean panjang.
Selain itu, keterbatasan kapasitas area di beberapa SPBU juga turut memperparah kondisi kepadatan di lapangan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, katanya, memastikan stok BBM di seluruh SPBU dalam kondisi aman dan mencukupi.
Untuk mengantisipasi situasi serupa, Pertamina terus melakukan pemantauan serta menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna menjaga kelancaran distribusi energi, khususnya di wilayah Sumatera Barat (Sumbar).
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan, sehingga tidak menimbulkan kepadatan yang berlebihan di SPBU.
"Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berkomitmen dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi energi agar tetap optimal, terutama di tengah meningkatnya aktivitas transportasi," tuturnya. (*)
















