Sepekan Terakhir 28 Gempa Terjadi di Sumbar, Satu Getaran Dirasakan Warga

Sepekan Terakhir 28 Gempa Terjadi di Sumbar, Satu Getaran Dirasakan Warga

28 kejadian gempabumi mengguncang Sumbar dan sekitarnya dalam kurun waktu 23 hingga 29 Januari 2026. (Foto: BMKG Padang Panjang)

Sumbardaily.com, Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang mencatat aktivitas gempabumi yang cukup intens di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan sekitarnya dalam kurun waktu 23 hingga 29 Januari 2026. Selama periode tersebut, tercatat 28 kejadian gempabumi, dengan satu di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Data ini menunjukkan bahwa wilayah Sumbar masih berada dalam kawasan dengan dinamika tektonik aktif. Kendati jumlah kejadian relatif tinggi, BMKG memastikan bahwa sebagian besar gempa yang terjadi berkekuatan kecil hingga menengah dan tidak menimbulkan dampak kerusakan.

Berdasarkan analisis BMKG Padang Panjang, dari sisi kekuatan gempa atau magnitudo, sebanyak 16 kejadian gempabumi memiliki magnitudo di bawah 3. Sementara itu, 12 kejadian lainnya berada pada rentang magnitudo 3 hingga kurang dari 5. Selama periode pemantauan tersebut, tidak ditemukan gempabumi dengan magnitudo di atas 5.

BMKG mencatat magnitudo tertinggi mencapai 4,7, sedangkan magnitudo terendah berada pada angka 1,8. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas seismik yang terjadi masih didominasi gempa-gempa kecil yang secara umum tidak berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan.

Jika ditinjau dari kedalaman pusat gempa, mayoritas kejadian termasuk dalam kategori gempa dangkal. Sebanyak 21 gempabumi tercatat terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer, sementara 7 kejadian lainnya berada pada kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer. BMKG memastikan tidak ada gempabumi dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer selama periode tersebut.

Adapun kedalaman maksimum gempabumi tercatat mencapai 154 kilometer, sementara kedalaman minimum berada pada 4 kilometer. Karakteristik kedalaman ini turut memengaruhi tingkat getaran yang dirasakan di permukaan.

BMKG Padang Panjang menjelaskan, rangkaian gempabumi yang terjadi di wilayah Pusat Gempa Regional (PGR) VI tersebut berkaitan erat dengan aktivitas pergerakan lempeng tektonik di zona subduksi serta aktivitas Sesar Sumatera yang hingga kini masih aktif.

Dari keseluruhan kejadian gempabumi yang tercatat, satu gempabumi dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026, sekitar pukul 21.20 WIB. Gempa ini memiliki magnitudo 4,5 dengan pusat gempa berlokasi di 163 kilometer barat laut Enggano, Bengkulu.

Secara geografis, pusat gempa berada pada koordinat 4,56 Lintang Selatan dan 101,03 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG mencatat, getaran gempabumi ini dirasakan dengan intensitas I–II MMI, yang termasuk dalam kategori lemah.

Beberapa wilayah yang melaporkan adanya getaran ringan antara lain Mukomuko, Bengkulu, dan Manna. Intensitas tersebut umumnya hanya dirasakan oleh sebagian kecil masyarakat dan tidak menimbulkan kerusakan.

Selain laporan statistik, peta sebaran episenter menunjukkan bahwa titik-titik gempabumi tersebar di sepanjang pesisir barat Sumatera hingga wilayah lepas pantai. Kawasan ini dikenal sebagai zona rawan gempa akibat interaksi lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

BMKG Padang Panjang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk selalu mengacu pada informasi resmi BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan dengan memahami langkah-langkah mitigasi bencana gempabumi.

BMKG menegaskan bahwa pemantauan aktivitas seismik di wilayah Sumbar terus dilakukan secara intensif. Informasi terkait perkembangan gempa akan disampaikan secara cepat, akurat, dan transparan kepada publik. (pooke)

Baca Juga

Tol Padang–Sicincin Melonjak 61,49 Persen Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus
Tol Padang–Sicincin Melonjak 61,49 Persen Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus
Sempat Protes, PSPP Resmi Lolos ke Putaran Nasional Liga 4
Sempat Protes, PSPP Resmi Lolos ke Putaran Nasional Liga 4
LBH Padang: Maut Tambang Sijunjung Bukan Bencana Alam, Tapi Kejahatan Lingkungan
LBH Padang: Maut Tambang Sijunjung Bukan Bencana Alam, Tapi Kejahatan Lingkungan
Women Ecopreneurs Market Day Jadi Ruang Baru Bisnis Berkelanjutan Perempuan Indonesia
Women Ecopreneurs Market Day Jadi Ruang Baru Bisnis Berkelanjutan Perempuan Indonesia
Kecelakaan Lalu Lintas Dialami Wagub Sumbar Vasko Ruseimy, Begini Kondisinya
Kecelakaan Lalu Lintas Dialami Wagub Sumbar Vasko Ruseimy, Begini Kondisinya
Akses Lubuk Alung Dikebut, Konektivitas Tol Padang–Sicincin Makin Terintegrasi
Akses Lubuk Alung Dikebut, Konektivitas Tol Padang–Sicincin Makin Terintegrasi