Sumbardaily.com - Sebanyak 2.334 peserta memadati Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (6/8/2026) pagi dalam Seminar Pendidikan bertema “Sinergi Best Practice, Inovasi Sekolah, dan Kerja Sama Global untuk Padang Juara”.
Jumlah peserta yang datang dari berbagai jenjang dan unsur pendidikan menjadi salah satu gambaran besarnya perhatian terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kota Padang. Namun, seminar tersebut tidak diarahkan sekadar menjadi forum pertemuan atau agenda seremonial.
Pemerintah Kota (Pemko) Padang justru mendorong agar praktik baik atau best practice yang muncul dalam forum tersebut dapat diterapkan di lingkungan sekolah lain.
Inovasi yang lahir dari satuan pendidikan diharapkan menjadi pemicu perubahan dan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran.
Wali Kota Padang, Fadly Amran mengatakan, ukuran penting dari pelaksanaan seminar bukan hanya pada besarnya jumlah peserta, tetapi manfaat yang muncul setelah kegiatan berakhir.
Gagasan yang dibicarakan serta kerja sama yang dibangun harus bermuara pada peningkatan mutu pendidikan di Kota Padang.
“Kehadiran 2.334 peserta dari berbagai jenjang dan unsur pendidikan menunjukkan besarnya perhatian dan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,”
Fadly menyebut sejumlah program pendidikan telah dijalankan Pemko Padang melalui program unggulan (Progul) Padang Juara. Program tersebut diarahkan untuk memastikan anak-anak memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik tanpa terhambat kondisi ekonomi maupun latar belakang.
“Berbagai program telah kami jalankan, di antaranya Kartu Padang Juara, penguatan kompetensi dan sertifikasi guru PAUD, penguatan pendidikan keagamaan melalui TPQ/MDTA bagi siswa SD serta MDTW/TQA bagi siswa SMP, serta penyediaan seragam sekolah modul pembelajaran gratis bagi keluarga yang membutuhkan,” katanya.
Menurut Fadly, pembangunan pendidikan di Kota Padang bertumpu pada tujuh prioritas. Pertama, memperluas pemerataan akses pendidikan sehingga tidak ada anak yang tertinggal akibat keterbatasan ekonomi ataupun kondisi sosial.
Kedua, meningkatkan mutu pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, sains, teknologi, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah. Ketiga, memperkuat karakter, agama, dan budaya Minangkabau.
Prioritas berikutnya ialah meningkatkan daya saing generasi muda melalui beasiswa, penguasaan bahasa asing, program double degree, sertifikasi, dan jenjang internasional. Pemerintah Kota Padang juga menargetkan percepatan transformasi digital pendidikan.
Dua prioritas lainnya adalah menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif serta memperkuat kolaborasi dan tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berbasis data.
Arah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan Padang tidak hanya diletakkan pada persoalan akses sekolah, tetapi juga menyentuh kualitas sumber daya manusia, karakter, penguasaan teknologi, hingga kemampuan bersaing di tingkat global.
Fadly juga menyoroti langkah yang telah dilakukan Pemko Padang pada 2025 melalui pelaksanaan rekognisi pembelajaran lampau (RPL) bagi guru PAUD/TK yang belum linier.
Kebijakan tersebut sekaligus diikuti peningkatan insentif guru PAUD sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam membangun fondasi pendidikan sejak usia dini.
Dalam seminar itu, Fadly menekankan pentingnya memastikan inovasi yang dibagikan tidak berhenti sebagai bahan pembicaraan di dalam forum.
“Saya berharap best practice dan inovasi yang dipresentasikan dalam seminar ini tidak berhenti sebagai bahan diskusi. Sekolah yang berhasil menghadirkan inovasi dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya, guru yang kreatif menjadi penggerak perubahan,” ucapnya.
Ia menilai sinergi antar pemangku kepentingan pendidikan menjadi bagian penting untuk mencapai target tersebut. Kerja sama tidak hanya diperlukan di dalam daerah, tetapi juga dapat membuka ruang bagi penguatan hubungan pendidikan pada level yang lebih luas.
“Melalui sinergi dan Seminar Pendidikan ini, kita ingin mewujudkan pendidikan Kota Padang yang mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, berdaya saing global, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan identitas bangsa,” kata Fadly Amran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Kadisdik Sumbar), Habibul Fuadi menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemko Padang yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu program unggulan.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kebijakan sesaat, tetapi dapat terus dijalankan hingga menjadi tradisi.
“Apa yang sudah dilakukan oleh Kota Padang semoga menjadi tradisi, apalagi saat ini Kota Padang teratas untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dibanding kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat, kami harapkan capaian ini terus dijaga,” imbuhnya. (*)
















