Sumbardaily.com, Padang Panjang – Seekor sapi Simmental berbobot 1.080 kilogram milik peternak lokal Kota Padang Panjang terpilih menjadi salah satu hewan kurban yang akan disalurkan Presiden Prabowo Subianto pada perayaan Idul Adha 1446 Hijriah. Sapi tersebut merupakan bagian dari 20 ekor sapi kurban yang akan didistribusikan ke seluruh wilayah Sumatera Barat (Sumbar).
Eko Setiawan, pemilik sapi yang berdomisili di Kelurahan Koto Katik, menjadi peternak terpilih yang dipercaya menyediakan hewan kurban untuk kepala negara. Sapi jenis Simmental dengan karakteristik warna coklat bercorak putih ini memiliki nilai ekonomis sekitar Rp67 juta.
Proses seleksi dan penetapan harga masih dalam tahap koordinasi antara pihak peternak dengan Sekretariat Presiden. Negosiasi tersebut mencakup standar kualitas dan kelayakan hewan kurban sesuai ketentuan syariat Islam.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang, Ade Nafrita Anas, mengungkapkan rencana penyembelihan sapi kurban tersebut akan dilaksanakan di Masjid Agung Manarul 'Ilmi Islamic Centre. Lokasi ini dipilih berdasarkan arahan langsung dari Wali Kota Hendri Arnis sebagai tempat pelaksanaan ritual kurban.
"Daging hasil penyembelihan nantinya akan dibagikan kepada masyarakat di sekitar lokasi masjid. Hal ini sesuai dengan tujuan kurban untuk berbagi kepada sesama," jelasnya.
Ade menyatakan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada peternak lokal Padang Panjang. Pemilihan ternak lokal sebagai hewan kurban presiden dinilai memberikan pengakuan terhadap kualitas peternakan di daerah tersebut.
"Pencapaian ini menjadi bukti bahwa hasil budidaya ternak di Padang Panjang memiliki standar berkualitas tinggi. Kami berharap ini dapat memotivasi peternak lain untuk terus mengembangkan usaha peternakan mereka," tuturnya.
Rencana distribusi 20 ekor sapi kurban Presiden Prabowo Subianto akan menjangkau 19 kabupaten dan kota di Sumbar. Program ini bertujuan memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat luas pada momentum Hari Raya Idul Adha.
Menurut Ade, inisiatif penyaluran hewan kurban dari presiden tidak hanya memberikan dampak positif secara sosial, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor peternakan lokal. Kepercayaan terhadap produk ternak Padang Panjang diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan nilai jual komoditas peternakan di masa mendatang.
Pemilihan sapi lokal sebagai hewan kurban presiden juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan peternak di daerah. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek multiplier bagi perekonomian masyarakat Sumbar, khususnya di sektor peternakan. (red)
















