Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU Terpilih 2026-2031 yang Cicit Pendiri NU

Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU Terpilih 2026-2031 yang Cicit Pendiri NU

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin kini berada di posisi tertinggi dalam struktur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). (Foto: NU)

Sumbardaily.com - KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin kini berada di posisi tertinggi dalam struktur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Namun, perjalanan pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 17 Agustus 1959, itu menuju kursi Ketua Umum PBNU tidak berjalan lurus dari pesantren ke pesantren.

Sebelum kembali ke lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng, Gus Kikin justru lebih dahulu menekuni dunia pelayaran dan bisnis. Ia menjalani pendidikan di bidang pelayaran, bekerja di perusahaan pelayaran, memimpin cabang perusahaan hingga kemudian membangun sejumlah usaha.

Kini, pengalaman panjang tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup Gus Kikin setelah sembilan kiai anggota Ahlul Hali wal Aqdi (AHWA) memilihnya sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031 dalam Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.

Dikutip dari laman resmi NU Selasa (1/9/2026), Gus Kikin terpilih dalam forum yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said pada Senin (31/8/2026) pagi.

Terpilihnya Gus Kikin membuat sosok pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu menjadi perhatian. Bagi Nahdliyin, namanya bukan sesuatu yang asing. Selain dikenal sebagai pengasuh Tebuireng, Gus Kikin juga pernah dipercaya memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Namun, sebelum menjalani berbagai amanah tersebut, Gus Kikin pernah memilih jalan yang berbeda dari tradisi keluarga besarnya.

Tumbuh dalam Keluarga Ulama NU

Gus Kikin lahir dari keluarga yang memiliki hubungan erat dengan tradisi keilmuan dan sejarah Nahdlatul Ulama. Ia merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum.

Dari garis ibunya, Gus Kikin merupakan cucu Nyai Hj Khoiriyah Hasyim. Sosok tersebut merupakan putri sulung Hadratus Syaikh KH M. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

Dengan garis keturunan tersebut, Gus Kikin merupakan cicit KH Hasyim Asy'ari.

Ayahnya, KH Mahfudz Anwar (1912-1999), juga dikenal sebagai ulama yang menguasai sejumlah bidang keilmuan Islam. Ia dikenal sebagai ahli fikih, tafsir, gramatika Arab serta ilmu falak.

KH Mahfudz Anwar merupakan keturunan KH Anwar Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in Paculgowang, Jombang. Pesantren tersebut berada di kawasan yang memiliki hubungan historis dengan Tebuireng dan Seblak.

Dari pihak ibu, hubungan keluarga Gus Kikin dengan ulama NU juga berlanjut. Nyai Abidah Maksum merupakan putri KH Maksum bin Ali dan Nyai Khoiriyah Hasyim.

KH Maksum bin Ali dikenal sebagai ulama ahli falak sekaligus penulis kitab Amtsilah at-Tashrifiyah. Sementara Nyai Khoiriyah merupakan putri KH Hasyim Asy'ari.

Latar belakang keluarga tersebut membuat kehidupan Gus Kikin sejak awal tidak jauh dari tradisi pesantren.

Pendidikan agama dasarnya ditempuh di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang dan Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak Jombang. Untuk pendidikan formal, ia bersekolah di SDN Parimono, SMPN 1 Jombang dan SMAN 2 Jombang.

Namun, setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Gus Kikin memilih jalur yang cukup berbeda.

Memilih Dunia Pelayaran

Pada 1975-1979, Gus Kikin melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

Pilihan tersebut kemudian membawanya masuk ke dunia pelayaran. Setelah menyelesaikan pendidikan dan menjalani praktik pelayaran selama tiga tahun, ia bergabung dengan PT Djakarta Lloyd.

Kariernya berkembang hingga pada 1988, saat berusia 30 tahun, Gus Kikin dipercaya menjadi Kepala Cabang Cilegon.

Perjalanan profesional tersebut menjadi salah satu fase penting dalam kehidupannya. Ia tidak langsung kembali ke pesantren, melainkan melanjutkan perjalanan di dunia usaha.

Pada 1998, Gus Kikin mulai mendirikan berbagai perusahaan di Surabaya. Dua tahun kemudian, pada 2000, ekspansi bisnisnya berlanjut ke Jakarta.

Catatan mengenai kiprahnya di dunia usaha menunjukkan Gus Kikin mengendalikan hingga 22 perusahaan. Bidang usaha yang digelutinya cukup beragam, mulai dari transportasi, kontraktor, teknologi informasi, komoditas pinang dan minyak atsiri hingga media penyiaran melalui PT Bama Berita Sarana (BBS Group).

Ia juga masuk ke sektor energi dengan mendirikan PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi minyak dan gas bumi.

Pengalaman tersebut kemudian membawanya aktif dalam kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Di tengah perjalanan sebagai pengusaha, Gus Kikin juga menyelesaikan pendidikan akademiknya. Pada 2013, ia meraih gelar Sarjana Komunikasi dari Universitas Terbuka.

Kembali ke Tebuireng

Perjalanan Gus Kikin kemudian memasuki babak berbeda ketika ia kembali ke lingkungan pesantren.

Pada 2016, ia dipanggil untuk membantu KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah. Gus Kikin kemudian dipercaya menjadi Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng.

Kehadirannya di Tebuireng menjadi titik penting setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan sebagai pelaut dan pengusaha.

Setelah Gus Solah wafat pada 2020, Gus Kikin resmi menjabat sebagai Pengasuh ke-8 Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Posisi tersebut membuat Gus Kikin kembali menjalankan peran di lingkungan pesantren yang sejak kecil sudah menjadi bagian dari kehidupannya.

Namun, kiprahnya tidak berhenti di Tebuireng. Ia juga mulai mendapat semakin banyak amanah di organisasi NU.

Dari PWNU Jatim ke PBNU

Pada Muktamar NU 2022, Gus Kikin dipercaya menjadi salah satu Ketua PBNU yang membidangi ekonomi.

Setelah itu, ia dipercaya menjadi Ketua PWNU Jawa Timur secara definitif menggantikan KH Marzuqi Mustamar.

Gus Kikin kemudian terpilih menjadi Ketua PWNU Jawa Timur untuk periode 2024-2029.

Pengalaman mengelola organisasi NU di tingkat wilayah tersebut menjadi bagian dari rekam perjalanan Gus Kikin sebelum akhirnya maju ke tingkat kepemimpinan PBNU.

Puncaknya terjadi dalam Muktamar Ke-35 NU yang digelar di Tambakberas, Jombang. Sembilan kiai anggota AHWA memilih Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU untuk masa khidmah 2026-2031.

Dalam sambutannya setelah terpilih, Gus Kikin mengungkapkan rasa syukur atas pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU.

“Alhamdulillah Muktamar berjalan dengan lancar, dan Pak Prabowo bisa menghadiri penutupan Muktamar Ke-35 NU ini,” jelas Gus Kikin dalam sambutannya.

Muktamar tersebut juga dihadiri Presiden Republik Indonesia. Gus Kikin menilai pelaksanaan forum berjalan lancar dari awal hingga akhir.

Kini, perjalanan hidup Gus Kikin memasuki fase baru. Sosok yang lahir dari keluarga ulama, menempuh pendidikan pesantren dan sekolah umum, kemudian memilih dunia pelayaran, membangun bisnis, kembali ke Tebuireng dan aktif di organisasi NU tersebut mendapat amanah memimpin PBNU.

Jejak hidup Gus Kikin memperlihatkan perjalanan yang melewati banyak ruang. Dari pendidikan pelayaran di Jakarta, kapal dan dunia profesional, perusahaan di Surabaya dan Jakarta, hingga kembali ke lingkungan pesantren di Jombang.

Di organisasi NU, perjalanan itu berlanjut dari bidang ekonomi PBNU, kepemimpinan PWNU Jawa Timur hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU.

Untuk periode 2026-2031, Gus Kikin akan memimpin PBNU setelah terpilih dalam Muktamar Ke-35 NU. Amanah tersebut sekaligus membawa kembali seorang keturunan pendiri NU ke pusat kepemimpinan organisasi yang memiliki sejarah panjang dalam hidup keluarganya.

Gus Kikin bukan hanya dikenal karena garis keturunannya sebagai cicit KH Hasyim Asy'ari. Sebelum sampai pada posisi tersebut, ia menjalani perjalanan panjang sebagai pelajar pesantren, taruna pelayaran, profesional, pengusaha, pengasuh pesantren dan pengurus NU.

Kini, semua fase itu menjadi bagian dari profil Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU terpilih masa khidmah 2026-2031. (*)

Baca Juga

Muktamar NU Sedang Berlangsung, Siapa Saja Calon Ketum PBNU? Ini Nama-namanya
Muktamar NU Sedang Berlangsung, Siapa Saja Calon Ketum PBNU? Ini Nama-namanya
Muktamar ke-35 NU Dibuka Hari Ini, Ini Rangkaian Agenda hingga Pemilihan Ketum
Muktamar ke-35 NU Dibuka Hari Ini, Ini Rangkaian Agenda hingga Pemilihan Ketum
Pelantikan PCNU Dharmasraya, Bupati Annisa Ajak Perkuat Sinergi Bangun Daerah
Pelantikan PCNU Dharmasraya, Bupati Annisa Ajak Perkuat Sinergi Bangun Daerah
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Dharmasraya Ajak Nahdlatul Ulama Bangun Daerah
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Dharmasraya Ajak Nahdlatul Ulama Bangun Daerah
Dua Bulan Berbenah, Tabiang Barasok Bukittinggi Resmi Masuk Program Reaktivasi Wisata
Dua Bulan Berbenah, Tabiang Barasok Bukittinggi Resmi Masuk Program Reaktivasi Wisata
Gas Nikah Angkatan II Digelar di Padang, Kemenag Ungkap 15 Ribu Pernikahan Belum Tercatat
Gas Nikah Angkatan II Digelar di Padang, Kemenag Ungkap 15 Ribu Pernikahan Belum Tercatat