Pasaman Barat Libatkan Sekolah, KUA hingga PKK dalam Strategi Penanganan Stunting 2026

Pasaman Barat Libatkan Sekolah, KUA hingga PKK dalam Strategi Penanganan Stunting 2026

Pertemuan Advokasi Lintas Sektor Integrasi Intervensi Penurunan Stunting Tahun 2026 yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat bersama Program INEY Fase II Poltekkes Kemenkes RI Padang dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat di Aula Bappelitbangda Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (26/6/2026). (Foto: Pemkab Pasbar)

Sumbardaily.com - Upaya penanganan stunting di Kabupaten Pasaman Barat menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan laporan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting di daerah itu turun dari 12,4 persen pada Agustus 2025 menjadi 10,5 persen pada Februari 2026. Capaian tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui pelaksanaan Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II.

Penguatan komitmen itu dibahas dalam Pertemuan Advokasi Lintas Sektor Integrasi Intervensi Penurunan Stunting Tahun 2026 yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat bersama Program INEY Fase II Poltekkes Kemenkes RI Padang dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat di Aula Bappelitbangda Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Tim INEY Poltekkes Kemenkes RI Padang, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari, Camat Pasaman, Kepala KUA Kecamatan Pasaman, Kepala Koordinator Wilayah Kecamatan Pasaman, Puskesmas Aia Gadang dan Puskesmas Sukamenanti, Kepala SPPG Aua Kuning, para wali nagari di wilayah kerja Puskesmas Sukamenanti dan Aia Gadang, TP PKK tingkat kecamatan dan nagari, serta kepala SMP dan SMA di wilayah kerja kedua puskesmas tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, dr. Gina Alecia, M.Kes., membuka kegiatan dengan menyampaikan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga tren penurunan angka stunting di daerah.

"Pertemuan Advokasi Lintas Sektor dalam rangka Integrasi Intervensi Penurunan Stunting Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi berbagai pihak dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pasaman Barat," ujar dr. Gina Alecia.

Pertemuan tersebut kemudian dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes RI Padang, Renidayati, S.Kp., M.Kep., Sp.Jiwa. Selanjutnya, peserta memperoleh paparan materi dari Nur Ahmad Habibi, S.Gz., M.P., dengan moderator Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Ike Efrinayanti, S.K.M., M.K.M.

Dalam paparannya dijelaskan bahwa Kementerian Kesehatan tengah menjalankan transformasi layanan primer melalui penguatan pelayanan kesehatan dasar yang berorientasi pada upaya promotif dan preventif. Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui posyandu.

Salah satu implementasi transformasi layanan primer dilakukan melalui Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II yang difokuskan untuk mempercepat pencegahan stunting di berbagai daerah.

Program tersebut dilaksanakan oleh 38 Poltekkes di 80 kabupaten dan kota yang tersebar di 34 provinsi. Kehadiran Poltekkes menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam mendukung implementasi program penurunan stunting hingga tingkat daerah.

Sasaran utama Program INEY Fase II meliputi remaja putri, balita berusia enam hingga 23 bulan, ibu hamil, tenaga kesehatan puskesmas, serta kader posyandu. Sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan, Poltekkes juga menjalankan pendampingan di lokasi intervensi untuk memastikan program berjalan sesuai target.

Pendampingan tersebut mencakup pemantauan pertumbuhan balita, pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal bagi balita dan ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis, pemantauan pemberian makanan pendamping ASI, penyuluhan, pelacakan sasaran imunisasi, serta edukasi kepada masyarakat.

Selain itu, pendampingan juga dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah atau Multiple Micronutrient Supplements bagi ibu hamil, peningkatan cakupan pemeriksaan kehamilan K6 ANC, penguatan kapasitas kader posyandu beserta pendampingan pencatatan dan pelaporan, serta pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri.

Data yang dipaparkan dalam pertemuan menunjukkan Kabupaten Pasaman Barat sebelumnya memiliki prevalensi stunting sebesar 29,7 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2023. Angka tersebut kemudian menurun menjadi 12,4 persen berdasarkan laporan EPPGBM Agustus 2025 dan kembali turun menjadi 10,5 persen pada Februari 2026.

Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan pendampingan yang dijalankan dalam Program INEY Fase II, pemerintah daerah berharap tren penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Pasaman Barat dapat terus dipertahankan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan. (*)

Baca Juga

Stunting Pasaman Barat Masih 26,6 Persen, Pemkab Perkuat Integrasi Data Lewat Aplikasi POPS
Stunting Pasaman Barat Masih 26,6 Persen, Pemkab Perkuat Integrasi Data Lewat Aplikasi POPS
Festival Maantaan Sambareh 2026 Meriah Digelar di Pantai Gandoriah, Budaya Piaman Jadi Sorotan
Festival Maantaan Sambareh 2026 Meriah Digelar di Pantai Gandoriah, Budaya Piaman Jadi Sorotan
Suporter Padati Hall IKK Parik Malintang, Nobar Piala Dunia FIFA 2026 Meriahkan Padang Pariaman
Suporter Padati Hall IKK Parik Malintang, Nobar Piala Dunia FIFA 2026 Meriahkan Padang Pariaman
GOR Tuanku Rao Pasaman Siap Jadi Arena Kejurda FORKI Sumbar 2026, Diikuti 791 Atlet Karate
GOR Tuanku Rao Pasaman Siap Jadi Arena Kejurda FORKI Sumbar 2026, Diikuti 791 Atlet Karate
Daftar Lengkap Mutasi 8 Kapolres di Sumbar, Polda Pastikan Tunggu Jadwal Sertijab
Daftar Lengkap Mutasi 8 Kapolres di Sumbar, Polda Pastikan Tunggu Jadwal Sertijab
Program Bedah Rumah Baznas Solok Selatan Bantu 28 Mustahik, Kuota Bertambah Juli 2026
Program Bedah Rumah Baznas Solok Selatan Bantu 28 Mustahik, Kuota Bertambah Juli 2026