Sumbardaily.com - Sebanyak 28 keluarga di Kabupaten Solok Selatan memperoleh bantuan program bedah rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Solok Selatan. Pemerintah Kabupaten berharap program tersebut tidak hanya menghadirkan hunian yang lebih layak bagi para mustahik, tetapi juga menjadi keberkahan bagi para muzakki yang menunaikan zakat melalui Baznas Solok Selatan.
Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi meninjau secara langsung progres pembangunan rumah penerima bantuan di Kecamatan Sungai Pagu dan Kecamatan Pauh Duo, Jumat (26/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, dia memastikan proses pembangunan berjalan sesuai harapan serta rumah yang dibangun nantinya benar-benar siap dihuni oleh para penerima manfaat.
Menurut Yulian, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan pembangunan rumah berlangsung dengan baik berkat semangat gotong royong masyarakat yang ikut terlibat dalam proses pengerjaan. Selain dukungan warga, pembangunan juga dibantu oleh personel Komando Daerah Angkatan Laut II (Kodaeral II) Padang.
"Dari hasil kunjungan ke beberapa rumah yang sedang dalam tahap pembangunan, alhamdulillah proses ini berjalan dengan baik. Setelah kami tanya kepada seluruh penerima manfaat, semuanya berjalan dengan swadaya masyarakat," kata Yulian.
Selain mengecek progres pembangunan, Wakil Bupati juga memberikan perhatian terhadap kelengkapan fasilitas dasar yang harus tersedia di setiap rumah. Ia menegaskan setiap rumah wajib memiliki jamban yang layak serta sambungan listrik yang nantinya akan diupayakan bersama berbagai pihak agar rumah benar-benar siap ditempati.
Program ini menyasar rumah-rumah yang masuk kategori rumah tidak layak huni (RTLH). Kondisinya beragam, mulai dari gubuk sederhana yang dihuni keluarga dalam kondisi padat hingga rumah yang rusak akibat kebakaran. Melalui bantuan tersebut, para penerima diharapkan dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Setiap unit rumah memperoleh alokasi dana sebesar Rp30 juta. Dari jumlah tersebut, Rp5 juta digunakan sebagai upah pekerja, sedangkan sisanya dialokasikan untuk pembelian material bangunan yang pengelolaannya dikoordinasikan oleh pihak nagari.
Kepala Baznas Solok Selatan, Zulfajriadi, menjelaskan bahwa bedah rumah merupakan salah satu program rutin yang dijalankan setiap tahun. Hingga pertengahan 2026, masing-masing kecamatan mendapatkan kuota empat unit rumah sehingga total terdapat 28 rumah yang menerima bantuan.
Ia juga mengungkapkan bahwa program tersebut akan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat.
"Rencananya, bulan Juli nanti bersamaan dengan selesainya pembangunan rumah gelombang pertama, akan ditambah kuota bedah rumah dengan jumlah yang sama," katanya.
Keterlibatan TNI Angkatan Laut dalam program tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah membantu masyarakat yang membutuhkan. Perwira Pembantu (Paban) Komsos Kodaeral II, Letkol Laut (PM) Enriko Sandro, mengatakan personelnya diterjunkan untuk mempercepat proses pembangunan rumah penerima manfaat.
"Saat ini ada 11 unit rumah yang sedang dalam tahap pengerjaan yang dimulai sejak 2 Juni 2026. Ada 24 personel yang diterjunkan saat ini," kata Enriko.
Menurutnya, keikutsertaan TNI AL dalam pembangunan rumah merupakan bagian dari pelaksanaan tugas membantu pemerintah daerah sekaligus mengatasi kesulitan masyarakat.
Dana pembangunan seluruh rumah tersebut berasal dari zakat yang dibayarkan para muzakki melalui Baznas Solok Selatan. Salah satu sumber utama dana zakat berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang secara rutin menunaikan zakat melalui Baznas.
Dengan dukungan dana zakat tersebut, program bedah rumah diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat semangat kepedulian sosial di Kabupaten Solok Selatan. (*)
















