Sumbardaily.com, Padang - Upaya menjaga kesehatan kelompok rentan di balik tembok pemasyarakatan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang.
Salah satu langkah yang konsisten dijalankan adalah Posyandu Lansia, program layanan kesehatan rutin yang menyasar tahanan dan warga binaan lanjut usia.
Kegiatan ini kembali dilaksanakan pada Selasa (6/1/2026) lalu sebagai bagian dari agenda bulanan Rutan Padang dalam memastikan kondisi fisik lansia tetap terpantau.
Berbeda dari kegiatan seremonial semata, Posyandu Lansia di Rutan Padang difokuskan pada layanan kesehatan yang bersifat preventif dan berkelanjutan.
Pemeriksaan dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan internal Klinik Pratama Rutan Padang dengan dukungan aktif peserta Magang Nasional Tahun 2026 yang terlibat dalam pelayanan klinik.
Kolaborasi ini memungkinkan proses pemeriksaan berjalan lebih optimal sekaligus memberi pengalaman lapangan bagi peserta magang.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan lansia memperoleh serangkaian layanan kesehatan dasar yang penting.
Pemeriksaan tekanan darah dilakukan untuk memantau kondisi kardiovaskular, disusul pengecekan kadar kolesterol dan gula darah guna mendeteksi potensi gangguan metabolik.
Selain itu, para lansia juga mendapatkan kesempatan konsultasi kesehatan secara langsung dengan perawat, sehingga keluhan maupun kondisi medis dapat ditangani sejak dini.
Sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan gizi, Rutan Padang juga menyalurkan susu khusus lansia.
Asupan ini diberikan untuk mendukung kecukupan nutrisi harian warga binaan lanjut usia, yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh serta kualitas hidup selama menjalani masa pembinaan.
Pelaksanaan Posyandu Lansia ini berlandaskan regulasi yang berlaku. Kegiatan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 25 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Posyandu serta Undang-undang (UU) nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.
Kedua regulasi tersebut menegaskan bahwa lansia merupakan kelompok yang memerlukan perhatian khusus, termasuk mereka yang berada di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Padang, Mai Yudiansyah, menegaskan bahwa layanan kesehatan bagi lansia bukan sekadar program rutin, melainkan bagian dari pemenuhan hak dasar warga binaan. Ia menekankan bahwa kesehatan merupakan hak setiap individu tanpa terkecuali.
“Kesehatan adalah hak setiap orang, termasuk tahanan dan warga binaan lanjut usia. Melalui Posyandu Lansia ini, kami ingin memastikan para lansia tetap sehat, mendapatkan perhatian yang layak, serta menjalani masa pembinaan dengan kondisi fisik yang baik. Dukungan peserta magang juga menjadi energi positif dalam meningkatkan pelayanan kami,” ujar Yudi.
Lebih dari sekadar layanan medis, Posyandu Lansia di Rutan Padang katanya turut membangun pendekatan pembinaan yang lebih humanis dan edukatif.
"Lingkungan pembinaan yang memperhatikan aspek kesehatan dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi warga binaan, sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan dalam sistem pemasyarakatan," katanya.
Ke depan, kata Yudi, kegiatan Posyandu Lansia diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten.
"Program ini tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas hidup warga binaan lanjut usia, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi peserta magang dalam mendukung sistem pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan," tuturnya. (adl)
















