Sumbardaily.com, Padang – Pelayanan kesehatan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar) terus diperkuat oleh Polda Sumbar melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes). Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan bakti kesehatan gratis yang digelar secara berkelanjutan di berbagai posko pengungsian dan wilayah terdampak bencana.
Langkah ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan Polda Sumbar dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya layanan kesehatan, tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Sumbar.
Dalam pelaksanaan kegiatan pada Jumat (19/12/2025) dan Sabtu (20/12/2025), tim medis Polda Sumbar tercatat telah melayani sebanyak 599 warga dengan beragam keluhan kesehatan. Keluhan yang ditangani meliputi demam, batuk, flu, sakit gigi, gatal-gatal, gangguan asam lambung, diare, hingga hipertensi. Kondisi kesehatan tersebut umumnya dipicu oleh lingkungan pengungsian yang padat serta cuaca dan sanitasi yang belum sepenuhnya pulih pascabencana.
Plt Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumbar, dr. Faizal, menegaskan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri untuk selalu hadir dan memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya mereka yang terdampak langsung bencana.
Menurut Faizal, selain memberikan layanan pengobatan gratis, tim medis juga melakukan edukasi kesehatan kepada warga agar tetap mampu menjaga kondisi tubuh di tengah situasi lingkungan yang masih rentan terhadap penyakit. Edukasi tersebut mencakup pola hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit menular, serta pentingnya menjaga asupan gizi selama berada di pengungsian.
Pada Jumat (19/12/2025), pelayanan kesehatan dilaksanakan di 10 posko pengungsian dan wilayah terdampak dengan total 375 pasien. Posko tersebut meliputi Posko Pauh dan Batu Busuk yang melayani 42 orang, Posko Lubuk Minturun 35 orang, Posko S. Lareh 46 orang, Huntara Lubuk Buaya 45 orang, Posko Gurun Laweh 42 orang, Posko Lapai Polresta Padang 35 orang, Posko Ulak Karang 37 orang, Posko Aia Dingin 36 orang, Posko Kayu Pasak Polres Agam 37 orang, serta Posko Polsek Palembayan Agam yang melayani 20 orang.
Pelayanan kemudian dilanjutkan pada Sabtu (20/12/2025) di lima posko dengan total 224 pasien. Rinciannya, Posko Huntara Lubuk Buaya melayani 62 warga, Posko Tabing Banda Gadang 41 orang, Posko Lubuk Minturun 38 orang, Posko Gunung Nago 39 orang, serta Posko Kayu Pasak Polres Agam sebanyak 44 orang.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyampaikan bahwa kegiatan bakti kesehatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Sumbar.
"Pelayanan kesehatan akan terus diberikan selama masa tanggap darurat bencana berlangsung," ungkapnya dikutip Minggu (21/12/2025).
Menurut Susmelawati, Polda Sumbar berkomitmen memastikan tidak ada warga yang mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan akibat kondisi banjir. Untuk itu, tim medis Polda Sumbar disiagakan selama 24 jam guna mendukung penanganan bencana dan menjaga kesehatan para pengungsi.
Kegiatan bakti kesehatan ini pun mendapat apresiasi dari warga setempat. Banyak warga mengaku sangat terbantu karena dapat memperoleh layanan pengobatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan yang sulit diakses dan keterbatasan sarana transportasi.
Polda Sumbar memastikan bahwa pelayanan kesehatan gratis melalui Biddokkes akan terus diperpanjang hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih dan situasi pasca-bencana kembali normal. (red)
















