Sumbardaily.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membagi penanganan pascabanjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, menjadi tiga segmen prioritas. Pekerjaan dilakukan menyusuri alur sungai dari kawasan hulu hingga hilir, dengan sasaran berbeda sesuai tingkat risiko dan kondisi di lapangan.
Penanganan darurat tersebut mencakup pembukaan kembali alur sungai, pembersihan material debris yang menghambat aliran air, pengendalian genangan, hingga penguatan tebing pada titik yang berpotensi mengancam fasilitas publik maupun permukiman warga.
Selain mempercepat pekerjaan darurat, Kementerian PU juga mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan Sungai Batang Baliang terhadap ancaman aliran debris dan banjir bandang. Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan dua Sabo Dam di Sungai Aie Baliang.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan proses penanganan dampak banjir bandang di Kabupaten Solok masih terus dikerjakan jajaran Kementerian PU. Menurut dia, pembersihan alur sungai menjadi salah satu pekerjaan utama untuk mengembalikan kelancaran arus air sekaligus menekan kemungkinan terjadinya banjir susulan.
“Pekerjaan masih terus kita lanjutkan. Saat ini jajaran Sumber Daya Air melakukan pembersihan sungai dan muara untuk memperlancar aliran air serta mengurangi risiko terjadinya banjir susulan,” kata Dody, dikutip Rabu (30/9/2026).
Penanganan Dibagi 3 Segmen
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Kementerian PU, Reski Wahyudi menjelaskan, penanganan tanggap darurat tidak dilakukan dengan pola yang sama di seluruh lokasi. Pekerjaan dibagi berdasarkan kondisi setiap bagian sungai dan kebutuhan penanganannya.
“Penanganan kami bagi menjadi tiga segmen, mulai dari hulu, bagian tengah yang berdekatan dengan kawasan permukiman, hingga hilir di sekitar Box Culvert Jalan Lingkar Pintu Angin. Pembagian ini dilakukan agar penanganan dapat lebih fokus sesuai kondisi lapangan dan risiko di masing-masing lokasi,” ujarnya.
Segmen pertama berada di kawasan hulu, tepatnya di sekitar perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Pada titik ini, pekerjaan diarahkan untuk membuka kembali alur sungai sepanjang 450 meter.
Selain itu, Kementerian PU melakukan perkuatan tebing menggunakan boulder atau batu gajah sepanjang 480 meter. Untuk mempercepat pekerjaan di lokasi tersebut, dikerahkan dua unit Excavator Standard PC 200, dua unit Excavator Breaker, dan 10 unit Dump Truck.
Pekerjaan pada Segmen 1 ditujukan untuk mengembalikan kapasitas alur sungai. Dengan terbukanya kembali alur tersebut, potensi limpasan air yang dapat mengancam kawasan perkantoran dan fasilitas publik di sekitarnya diharapkan dapat dikurangi.
Beranjak ke bagian tengah, Segmen 2 mencakup kawasan lingkungan perumahan dan Perumnas Griya Arosuka. Lokasi ini menjadi salah satu perhatian karena berada di sekitar permukiman masyarakat yang berdekatan dengan alur Sungai Batang Baliang.
Di segmen tersebut, pembukaan alur sungai dilakukan sepanjang 1.450 meter. Kementerian PU juga melakukan perkuatan tebing menggunakan boulder dan bronjong batu secara setempat sepanjang 2.900 meter.
Untuk mendukung pembukaan alur di Segmen 2, satu unit Excavator Standard PC 200 dikerahkan ke lokasi. Penanganan di bagian tengah sungai ini diarahkan untuk mengurangi risiko yang dapat berdampak terhadap kawasan permukiman masyarakat di sekitar Sungai Batang Baliang.
Pembersihan Debris di Hilir
Sementara itu, Segmen 3 berada di bagian hilir, yakni di sekitar Box Culvert Jalan Lingkar Pintu Angin. Pekerjaan pada titik ini memiliki fokus berbeda karena terdapat material debris yang menyumbat aliran.
Kementerian PU melakukan pengeringan sekaligus pembersihan material debris yang menghambat aliran air. Selain itu, pembukaan alur sungai juga dilakukan untuk membantu mengembalikan kelancaran aliran.
Peralatan yang dikerahkan di lokasi tersebut terdiri atas satu unit Excavator Long Arm, satu unit Excavator Standard, serta Mobile Pump. Pengoperasian peralatan dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Solok.
Penanganan di sekitar Box Culvert Jalan Lingkar Pintu Angin ditujukan untuk mengurangi genangan yang terjadi akibat terhambatnya aliran. Pembersihan material yang menyumbat jalur air juga dilakukan agar hambatan aliran dapat dikurangi dan air kembali mengalir dengan lebih lancar.
Secara keseluruhan, hingga Jumat (25/9/2026) pukul 16.30 WIB, Kementerian PU telah memobilisasi lima unit Excavator, tiga unit Mobile Pump, dan empat unit Dump Truck untuk mendukung penanganan tanggap darurat pascagalodo di Kabupaten Solok.
Peralatan tersebut digunakan untuk berbagai pekerjaan di sejumlah titik terdampak, mulai dari membersihkan material yang terbawa banjir, membuka dan memperbaiki alur sungai, hingga menangani genangan.
Tim Kementerian PU yang berada di lapangan juga masih melanjutkan pembersihan material dan perbaikan alur sungai. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi pada masing-masing lokasi terdampak.
Box Culvert yang Tersumbat Dibongkar
Kementerian PU juga mengambil langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah membongkar Box Culvert eksisting yang mengalami penyumbatan.
Pembongkaran tersebut dilakukan setelah Kementerian PU berkoordinasi dengan instansi terkait. Langkah itu ditempuh untuk membuka kembali jalur aliran air sehingga potensi genangan dapat ditekan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Penanganan Box Culvert menjadi bagian dari upaya memperlancar aliran air di kawasan hilir. Dengan berkurangnya hambatan, air diharapkan dapat mengalir lebih lancar dan risiko genangan kembali dapat diminimalkan.
Langkah tanggap darurat tersebut berjalan bersamaan dengan upaya Kementerian PU menyiapkan penanganan jangka panjang di Sungai Batang Baliang. Artinya, pekerjaan tidak hanya difokuskan pada pemulihan kondisi sungai setelah banjir bandang, tetapi juga pada upaya meningkatkan ketahanan sungai menghadapi ancaman serupa.
Dua Sabo Dam Disiapkan
Untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, Kementerian PU menyiapkan rencana pembangunan dua Sabo Dam di Sungai Aie Baliang. Rekomendasi pembangunan infrastruktur tersebut berasal dari Balai Teknik Sabo Kementerian PU.
Sabo Dam disiapkan sebagai bagian dari upaya pengendalian aliran debris. Infrastruktur tersebut juga dirancang untuk membantu mengurangi kecepatan aliran serta menjaga stabilitas dasar dan tebing sungai.
Keberadaan dua Sabo Dam diharapkan dapat menjadi bagian dari perlindungan jangka panjang bagi kawasan yang berada di sekitar alur sungai. Perlindungan tersebut mencakup kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan permukiman masyarakat yang berada di sekitar sungai.
Rencana pembangunan Sabo Dam menjadi langkah lanjutan setelah pekerjaan tanggap darurat dilakukan. Jika penanganan darurat difokuskan pada pembersihan material, pembukaan alur, pengendalian genangan, dan penguatan tebing di titik-titik prioritas, maka pembangunan infrastruktur pengendali aliran debris disiapkan untuk meningkatkan ketahanan sungai dalam jangka panjang.
Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok serta instansi terkait untuk mempercepat proses pemulihan di lapangan. Koordinasi tersebut dilakukan agar fungsi sungai dapat segera kembali, aktivitas masyarakat dapat berjalan, serta risiko yang mengancam warga dan fasilitas publik dapat diminimalkan.
Penanganan yang dilakukan dari hulu hingga hilir menjadi bagian dari upaya tersebut. Pada bagian hulu, pembukaan alur dan perkuatan tebing dilakukan di sekitar kawasan perkantoran Pemkab Solok. Di bagian tengah, pekerjaan menyasar kawasan perumahan dan Perumnas Griya Arosuka. Sementara di hilir, pembersihan debris dan penanganan aliran dilakukan di sekitar Box Culvert Jalan Lingkar Pintu Angin.
Dengan pembagian berdasarkan segmen tersebut, pekerjaan tanggap darurat dapat diarahkan pada persoalan yang berbeda di setiap lokasi. Penggunaan alat berat juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing titik, mulai dari excavator untuk membuka alur dan membersihkan material hingga mobile pump untuk membantu penanganan genangan.
Masyarakat Bisa Laporkan Infrastruktur Terdampak
Kementerian PU turut membuka kanal pelaporan bagi masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap percepatan penanganan bencana. Masyarakat yang menemukan kondisi infrastruktur terdampak bencana atau membutuhkan penanganan yang berkaitan dengan infrastruktur ke-PU-an dapat menyampaikan laporan.
Laporan tersebut dapat dikirimkan melalui WhatsApp Center Kementerian PU di nomor 0815-1000-0158. (*)















