Sumbardaily.com, Padang – Setelah kasus pungutan liar dan premanisme mencuat hingga viral di media sosial, Pemerintah Kota (Pemko) Padang bertindak cepat dengan melancarkan operasi pembersihan menyeluruh di kawasan wisata Pantai Air Manis. Aksi yang dilaksanakan tim gabungan ini berhasil mengungkap praktik ilegal yang selama ini merugikan pengunjung.
Operasi yang dijalankan Sabtu (14/6/2025) melibatkan sinergi antara Dinas Pariwisata Kota Padang, Satuan Pengamanan Objek Vital Polresta Padang, dan Perumda PSM. Tim terpadu ini berhasil mengamankan dua buku tiket ilegal yang menjadi alat utama oknum-oknum nakal dalam melancarkan aksi pungli terhadap wisatawan.
Bukti fisik berupa buku tiket palsu tersebut menjadi petunjuk kuat bagaimana modus operasi pungutan liar (pungli) dilakukan di lokasi wisata andalan Sumatera Barat (Sumbar) ini. Selama ini, oknum pemuda setempat memanfaatkan tiket ilegal untuk mengenakan tarif masuk secara sepihak kepada pengunjung yang hendak menikmati keindahan pantai.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yudi Indra Syani menyatakan bahwa tindakan tegas ini merupakan realisasi langsung dari rapat koordinasi darurat yang diselenggarakan sehari sebelumnya. Pertemuan tersebut khusus membahas strategi komprehensif untuk memberantas pungli dan premanisme yang mengancam kredibilitas sektor pariwisata daerah.
"Pak Wali Kota Padang sudah sangat tidak menoleransi kejadian seperti ini. Praktik pungli tidak hanya merusak pariwisata lokal, tetapi juga mencoreng nama baik Kota Padang bahkan Provinsi Sumbar," tegas Yudi dalam keterangannya.
Rapat koordinasi darurat pada Jumat (13/6/2025) sore bertempat di Kantor Lurah Air Manis menghadirkan berbagai stakeholder terkait. Dinas Pariwisata, Kelurahan Pantai Air Manis, Perumda PSM, dan Satuan Polisi Pamong Praja bersatu padu merumuskan langkah-langkah konkret mengatasi permasalahan ini.
Pemicu utama gerak cepat pemerintah daerah adalah insiden terkini yang menimpa rombongan wisatawan Malaysia. Para turis mancanegara tersebut menjadi korban praktik pungli berdalih biaya parkir dan tiket masuk yang tidak resmi, sehingga menciptakan citra buruk bagi destinasi wisata unggulan ini.
Kehadiran tim gabungan di lapangan bukan sekadar melakukan penindakan sesaat, melainkan upaya strategis menciptakan atmosfer keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengunjung Pantai Air Manis. Langkah preventif ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pariwisata di kawasan tersebut.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap wisatawan yang datang ke Pantai Air Manis merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan terbaik. Pariwisata adalah sektor jasa yang sangat bergantung pada kenyamanan pengunjung," jelas Yudi.
Komitmen jangka panjang tim gabungan tercermin dari rencana patroli berkelanjutan dan sistem pengawasan ketat yang akan diterapkan. Strategi ini dirancang untuk memastikan tidak ada celah bagi munculnya kembali praktik pungli maupun tindakan premanisme di masa yang akan datang.
Upaya pembersihan menyeluruh ini diharapkan mampu mengembalikan reputasi Pantai Air Manis sebagai destinasi wisata yang ramah, aman, dan profesional. Dengan demikian, baik wisatawan domestik maupun mancanegara dapat kembali menikmati pesona keindahan pantai tanpa kekhawatiran akan gangguan atau pungutan tidak resmi yang merugikan. (red)















