Nasib Tragis Pemulung di Padang, Hanyut Saat Bekerja dan Ditemukan Meninggal

Nasib Tragis Pemulung di Padang, Hanyut Saat Bekerja dan Ditemukan Meninggal

Petugas gabungan mengevakuasi korban pemulung yang hanyut di banjir kanal kawasan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (1/5/2026). Korban ditemukan meninggal dunia sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian. (Dok. Basarnas)

Sumbardaily.com - Seorang pemulung di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan hanyut di aliran banjir kanal saat tengah bekerja mencari barang bekas, Jumat (1/5/2026) pagi. Peristiwa tragis ini berujung duka setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian.

Korban diketahui bernama Fajar Saputra (29), seorang buruh harian lepas yang sehari-hari mengumpulkan barang rongsokan. Ia merupakan warga Jalan Tabiang Banda Gadang RT 02 RW 01, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo.

Kejadian bermula sekitar pukul 08.15 WIB di kawasan banjir kanal, tepatnya di Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, dekat jembatan Taman Siswa (Tamsis). Saat itu, korban sedang mencari barang bekas di area bendungan banjir kanal.

"Diduga, korban terpeleset di sekitar bendungan hingga akhirnya jatuh ke aliran air dan terseret arus. Lokasi yang licin serta derasnya aliran banjir kanal menjadi faktor yang memperparah situasi," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton.

Proses pencarian melibatkan berbagai unsur Tim SAR Gabungan, di antaranya BPBD, Damkar, Basarnas, Polri, TNI, Satpol PP, pihak kecamatan dan kelurahan, PMI, Tagana, KSB, relawan kebencanaan, serta masyarakat sekitar.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 10.54 WIB, korban ditemukan sekitar 500 meter dari titik awal kejadian. Saat ditemukan, kondisi korban dinyatakan Kode Hitam atau meninggal dunia.

"Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut," katanya.

BPBD Kota Padang, kata Hendri, menyampaikan keprihatinan dan risiko tinggi yang dihadapi para pemulung yang bekerja di area berbahaya seperti aliran banjir kanal.

"Selain kondisi lingkungan yang licin, arus air yang tidak terduga menjadi ancaman serius bagi keselamatan. BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran air atau kawasan berisiko tinggi," tuturnya. (adl)

Baca Juga

Jejak Galodo Solok dari Udara: Longsor Gunung Talang Terhubung ke Hulu Batang Laso
Jejak Galodo Solok dari Udara: Longsor Gunung Talang Terhubung ke Hulu Batang Laso
Dua personel Satpol PP Kota Padang terluka saat penertiban minuman beralkohol di Simpang Haru.
Dua Petugas Satpol PP Padang Dilempar Botol hingga Terluka saat Tertibkan Warung Jual Miras
Harga Emas Senin 28 September 2026 Stabil, Ini Daftar Lengkap Jual dan Buyback
Harga Emas Senin 28 September 2026 Stabil, Ini Daftar Lengkap Jual dan Buyback
Santri Bisa Kirim Surat untuk Presiden, Kemenag Buka Sayembara hingga 2 Oktober
Santri Bisa Kirim Surat untuk Presiden, Kemenag Buka Sayembara hingga 2 Oktober
Wali Kota Padang Fadly Amran bersama owner Al Harris Umrah Harris Seswitra menggunting pita saat Grand Opening Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee.
Potensi Ekonomi Umrah di Padang Tembus Rp1 Triliun Lebih, Ini Hitung-hitungannya
Pembukaan Pertamina SMEXPO 2026 di Mall Living World Pekanbaru yang mempertemukan UMKM dengan pelaku usaha korporasi.
Pertamina SMEXPO 2026 Dimulai di Pekanbaru, UMKM Riau Dapat Akses Pasar Baru