Sumbardaily.com, Padang - Dalam suasana khidmat, Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir, resmi melepas lomba Napak Tilas untuk memperingati gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan, Jumat malam (18/7/2025).
Pelepasan dilakukan di Lobi Balai Kota Padang, Aie Pacah, dengan diikuti ratusan peserta yang siap menempuh rute bersejarah demi mengenang perjuangan sang pahlawan.
Dalam sambutannya, Maigus Nasir menekankan arti penting mengenang jasa Bagindo Aziz Chan yang mengorbankan segalanya demi bangsa dan tanah kelahirannya.
Menurutnya, Bagindo Aziz Chan bukan hanya seorang pemimpin Kota Padang, tetapi juga simbol keberanian yang membuat penjajah Belanda dan Jepang merasa terancam.
“Penjajah Belanda pernah merancang berbagai skenario untuk menyingkirkan beliau. Bahkan Jepang pun tak nyaman dengan keberadaan beliau. Salah satunya adalah menciptakan isu kerusuhan di kawasan Nanggalo. Dalam kekacauan itu, beliau diajak turun langsung ke lokasi, namun justru menjadi korban propaganda dan dibunuh secara tragis oleh pasukan Belanda,” ungkap Maigus.
Di hadapan para peserta Napak Tilas, Maigus Nasir juga menyerukan agar generasi muda memerdekakan diri dari hal-hal yang merusak masa depan seperti narkoba, tawuran, dan aksi kriminalitas.
Ia menyebutkan, itulah bentuk perjuangan masa kini untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pahlawan terdahulu.
“Siap anak-anak sekalian? Merdeka! Merdeka! Merdeka! Pertama-tama, merdekakanlah diri kita. Merdekakan pemuda-pemuda kita dari hal-hal yang akan merusak masa depan,” seru Maigus penuh semangat.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi 2045. Ia menegaskan, meski bentuk penjajahan berubah, namun dampaknya tetap berbahaya jika generasi muda lengah.
“Penjajahan gaya baru hadir dalam bentuk kebodohan, kemalasan, dan kurangnya rasa tanggung jawab. Mari kita warisi semangat juang Bagindo Aziz Chan. Jadilah generasi kuat dan tangguh untuk menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Padang, Afriadi, menjelaskan lomba Napak Tilas ini diikuti 280 peserta yang terdiri dari perwakilan perangkat daerah, utusan kecamatan, dan organisasi kepemudaan se-Kota Padang.
“Rute Napak Tilas sejauh kurang lebih 25 kilometer ini berakhir di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo, tempat bersejarah yang erat kaitannya dengan perjuangan Bagindo Aziz Chan,” terang Afriadi.
Selain sebagai ajang penghormatan sejarah, lomba ini juga dirancang untuk memacu semangat kompetisi sehat di kalangan generasi muda.
Pemko Padang menyediakan hadiah berupa uang tunai, yakni Rp10 juta untuk Juara I, Rp8 juta untuk Juara II, dan Rp6 juta bagi Juara III, serta sejumlah hadiah hiburan lainnya.
Napak Tilas ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran sejarah, memperkuat rasa cinta tanah air, dan mendorong generasi muda agar tidak melupakan jasa para pahlawan.
Semangat perjuangan Bagindo Aziz Chan diharapkan dapat menjadi inspirasi agar generasi saat ini mampu berdiri tegak menghadapi tantangan zaman.
Dengan napak tilas ini, nilai-nilai perjuangan seperti keberanian, pengorbanan, dan kecintaan kepada tanah air dapat kembali dihidupkan, sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang yang harus senantiasa dijaga dan dirawat. (adl)
















