Sumbardaily.com, Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus memperkuat eksistensinya di ranah perbankan digital syariah melalui pengembangan aplikasi mobile banking Muamalat DIN. Hingga Mei 2025, sejumlah fitur baru telah ditambahkan ke dalam aplikasi, dengan fokus utama pada layanan keuangan sosial syariah.
Langkah ini menegaskan komitmen Bank Muamalat dalam memberikan solusi digital yang tak hanya praktis, tetapi juga mendukung spiritualitas nasabah. Tercatat, sejak awal tahun hingga Mei 2025, sebanyak 1,1 juta transaksi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) telah dilakukan melalui Muamalat DIN. Angka ini meningkat sekitar 11,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Penambahan fitur ini merupakan upaya kami dalam memberikan layanan terbaik melalui kanal digital yang mudah diakses dan selaras dengan nilai-nilai syariah," ujar Head of Digital Banking & Marketing Communication Bank Muamalat, Dadang Rohandi, dalam keterangannya.
Empat fitur yang diperkenalkan pada awal tahun 2025 meliputi zakat fitrah, pembayaran fidiah, bingkisan lebaran, serta menu kurban. Fitur-fitur ini hadir untuk memperluas akses masyarakat dalam berkontribusi pada kegiatan sosial berbasis Islam, khususnya menjelang momen keagamaan penting seperti Ramadhan dan Idul Adha.
Sejak diluncurkan pada November 2019, aplikasi Muamalat DIN telah mengintegrasikan lebih dari 200 fitur layanan digital. Mayoritas pengguna aplikasi ini kini lebih aktif melakukan transaksi keuangan dan sosial secara daring. Data internal menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen transaksi nasabah Bank Muamalat telah beralih ke kanal digital, menjadikan Muamalat DIN sebagai salah satu ujung tombak layanan bank syariah pertama di Indonesia ini.
Dalam mengelola dan menyalurkan dana ZIS, Bank Muamalat bekerja sama dengan 12 lembaga kemanusiaan terpercaya. Lembaga-lembaga ini tak hanya mendistribusikan zakat dan donasi ke pelosok Tanah Air, tetapi juga turut menyalurkan bantuan kemanusiaan ke berbagai negara.
"Alhamdulillah, kepercayaan nasabah terus tumbuh. Kami pun memastikan bahwa mitra pengelola ZIS adalah institusi yang amanah dan dapat dipertanggungjawabkan," tambah Dadang.
Upaya menghadirkan fitur digital yang relevan sejalan dengan visi baru Bank Muamalat, yakni Menjadi Jalan Hijrah Menuju Berkah. Visi ini mencerminkan tekad institusi untuk menjadi solusi hijrah utama bagi masyarakat dan pelaku ekonomi syariah di Indonesia, dengan tetap mengedepankan prinsip keberkahan dan keberlanjutan kinerja keuangan.
Selain fokus pada fitur-fitur keuangan, Muamalat DIN juga berperan sebagai platform untuk layanan nonkeuangan yang bernilai sosial dan spiritual. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi yang dijalankan Bank Muamalat tidak hanya mendorong efisiensi transaksi, tetapi juga memperkuat peran perbankan syariah dalam membangun ekosistem berbasis nilai Islam.
Dengan terus memperbarui dan menyempurnakan fitur-fitur yang ada, Bank Muamalat berharap Muamalat DIN dapat menjadi aplikasi yang komprehensif, aman, dan relevan dengan kebutuhan umat. Kehadiran teknologi digital seperti ini menjadi bukti bahwa transformasi digital dalam sistem keuangan syariah di Indonesia telah bergerak ke arah yang semakin inklusif dan memberdayakan. (red)
















