Mengintip Kegiatan Pelajar Non-Muslim di Padang Selama Ramadan 1447 Hijriah

Mengintip Kegiatan Pelajar Non-Muslim di Padang Selama Ramadan 1447 Hijriah

Wali Kota Padang, Fadly Amran membuka kegiatan keagamaan bagi pelajar non-Muslim selama Ramadan 1447 Hijriah. (Dok. Prokopim)

Sumbardaily.com, Padang - Suasana Ramadan 1447 Hijriah di Kota Padang tidak hanya diwarnai kegiatan Pesantren Ramadan bagi pelajar Muslim. Di saat yang sama, pelajar non-Muslim di Padang juga menjalani agenda pembinaan iman sebagai ruang penguatan spiritual dan karakter.

Momentum ini menunjukkan pendekatan inklusif yang diusung Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam membina generasi muda lintas agama.

Jika pelajar Muslim mengikuti Pesantren Ramadan di masjid dan musala, pelajar Katolik se-Kota Padang menjalankan kegiatan Pastoral.

Agenda tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Aula SMA Don Bosco Padang, Senin (23/2/2026) siang. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan disaksikan para pastor serta unsur terkait.

Kegiatan Pastoral bertema "Gerakan Misioner Gereja Dalam Menghadirkan Pengharapan" ini diikuti sebanyak 2.500 siswa Katolik dari jenjang SD hingga SMA dan akan berlangsung hingga 17 Maret mendatang. Materi yang diberikan meliputi pendalaman kitab suci, pembinaan keagamaan hingga kegiatan sosial.

Tahun ini, Gereja Katolik juga menetapkan Tahun Iman dan Tahun Pendidikan Karakter, sehingga pembinaan tersebut menjadi semakin relevan dalam membentuk karakter siswa.

Wali Kota Padang, Fadly Amran mengatakan, penguatan spiritual generasi muda merupakan bagian dari strategi jangka panjang menghadapi bonus demografi 2045.

Ia menyampaikan bahwa generasi muda perlu disiapkan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga nilai iman dan integritas.

“Sejak usia dini harus ditanamkan kepada mereka, bahwa mereka adalah the next leaders masa depan bangsa ini. Untuk itu mari siapkan mereka, tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual,” ujarnya.

Menurut Fadly Amran, kegiatan pembinaan iman bagi pelajar non-Muslim sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul dan berkarakter yang tengah dijalankan Pemko Padang melalui program unggulan (Progul) Padang Juara. Ia menekankan bahwa predikat juara tidak semata-mata ditentukan oleh capaian akademik.

“Ini sejalan dengan Progul Padang Juara. Juara tentu bukan hanya tentang ilmu pengetahuan saja, tetapi juga keimanannya. Kami berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung kegiatan pembinaan iman ini,” ujar Fadly Amran.

Selain itu, Fadly Amran juga menginformasikan bahwa Pemko Padang telah membuka Program Beasiswa Gratis Kuliah ke Luar Negeri sebagai bagian dari aktivasi Padang Juara. Program tersebut termasuk kerja sama dengan Provinsi Guangdong di Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

“Kami baru saja membuka beasiswa gratis ke Tiongkok (Cina) bekerja sama dengan Provinsi Guangdong. Kami berharap siswa Don Bosco dapat ikut dalam beasiswa ini, karena peluangnya cukup besar untuk anak-anak supaya bisa belajar dan menambah pengalaman di luar negeri tanpa biaya,” ujar Fadly.

Ia berharap kegiatan Pastoral tersebut tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan momentum evaluasi pertumbuhan iman dan karakter siswa. Dari proses itu diharapkan lahir generasi yang toleran, berintegritas, serta siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian, Hubungan Masyarakat (Humas) dan Umum Yayasan Prayoga, Martinus Kiwan, menjelaskan bahwa pembinaan iman tersebut dirancang untuk memperdalam nilai-nilai ajaran agama sekaligus memperkuat karakter peserta didik.

“Kegiatan ini berupa pendalaman Kitab Suci, pembinaan keagamaan, dan kegiatan sosial. Kami berharap setelah mengukur kegiatan ini karakter anak-anak semakin baik, karena tahun ini Gereja Katolik menerapkan Tahun Iman dan Tahun Pendidikan Karakter,” katanya.

Di lokasi terpisah, pembinaan iman bagi pelajar Kristen juga digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Senin (23/2/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Takut Akan Tuhan Permulaan Pengetahuan” tersebut diikuti sekitar 1.500 siswa dari berbagai sekolah di Kota Padang.

Dalam kesempatan itu, Fadly Amran kembali menegaskan pentingnya pendidikan agama sebagai fondasi pembentukan moral generasi muda di tengah dinamika perkembangan zaman.

“Kami berharap anak-anak ini tumbuh sebagai pribadi yang beriman, cerdas, dan berintegritas. Tanpa pendidikan agama yang kuat, hal itu sulit terwujud,” katanya.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Sumatera Barat (PGIW Sumbar), Daniel Marpaung, turut menyampaikan harapannya agar pembinaan iman tersebut mampu memperkuat nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Padang.

“Melalui pembinaan iman ini, kami berharap para siswa semakin mendalami nilai-nilai ajaran Kristen dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mempererat kebersamaan dan semangat toleransi di tengah keberagaman,” tuturnya. (red)

Baca Juga

Petugas BPBD Kota Padang bersama tim gabungan mengevakuasi pohon Marapalam tumbang yang menutup Jalan Raya Padang-Painan di kawasan Gates saat hujan deras dan angin kencang.
Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh, Pohon Raksasa yang Tumbang di Jalur Padang-Painan Dievakuasi
Petugas Disdukcapil Kota Padang memberikan layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) kepada masyarakat dalam mendukung Program Digital Bansos.
Program Digital Bansos di Padang Mulai Diterapkan, Warga Wajib Punya IKD untuk Terima Bantuan
Kepala Bappeda Kota Padang bersama jajaran Diskominfo mengikuti brainstorming RKPD di Kantor Bappeda Kota Padang.
Progul Wali Kota dan Wawako Padang Mulai Dipetakan, Bappeda Fokus pada Hasil Nyata
Haru Perjuangan Ibu Rawat Anak Disabilitas di Solok Selatan, Bantuan Terus Mengalir
Haru Perjuangan Ibu Rawat Anak Disabilitas di Solok Selatan, Bantuan Terus Mengalir
Penambang Emas Ilegal di Sijunjung Tertimbun Longsor, 9 Orang Tewas
Penambang Emas Ilegal di Sijunjung Tertimbun Longsor, 9 Orang Tewas
Potensi Wisata Kelas Dunia di Mentawai Harus Dikelola Terarah
Potensi Wisata Kelas Dunia di Mentawai Harus Dikelola Terarah