Sumbardaily.com, Padang – Ancaman pemecatan membayangi posisi Dejan Antonic sebagai pelatih Semen Padang FC. Penasihat Klub, Andre Rosiade, secara terbuka menyatakan akan mengganti pelatih jika Kabau Sirah kembali gagal meraih kemenangan saat menghadapi PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026.
Pernyataan tegas itu disampaikan Andre Rosiade usai Semen Padang FC menelan kekalahan telak 0-4 dari Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (24/2/2026) malam. Hasil tersebut semakin memperburuk posisi Kabau Sirah di papan klasemen.
Kekalahan tersebut membuat Semen Padang FC terjerembap di zona degradasi. Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu kini menempati peringkat ke-17 dengan koleksi 16 poin. Mereka berada di bawah Persijap Jepara yang mengoleksi 18 poin dan masih sedikit lebih baik dari Persis Solo yang mengumpulkan 13 poin.
Andre Rosiade menilai hasil melawan Bhayangkara FC sangat menyakitkan. Meski demikian, manajemen klub disebut telah mulai mengambil langkah evaluasi demi menyelamatkan tim dari ancaman degradasi.
“Lawan PSIM besok, kalau (Semen Padang FC) tidak menang berarti ganti pelatih,” ujar Andre Rosiade dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya.
Pertandingan melawan PSIM Yogyakarta akan digelar pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada 4 Maret 2026 mendatang. Laga tersebut menjadi pertemuan ke-11 yang dijalani Semen Padang FC musim ini.
Ultimatum tersebut menjadikan pertandingan kontra PSIM Yogyakarta sebagai penentu masa depan Dejan Antonic. Pelatih asal Serbia itu direkrut Semen Padang FC pada 10 Oktober 2025 untuk menggantikan Eduardo Almeida. Kehadirannya saat itu diharapkan mampu mendongkrak performa tim pada sisa kompetisi.
Namun, hasil yang diraih belum sesuai harapan. Dari 15 pertandingan yang telah dijalani bersama Semen Padang FC, Dejan Antonic hanya mampu mencatatkan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang, sementara sembilan laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Dengan capaian tersebut, eks pelatih Persib Bandung itu baru mengumpulkan 12 poin sejak menangani Kabau Sirah. Statistik tersebut menjadi sorotan tajam di tengah situasi tim yang masih terperosok di papan bawah klasemen.
Tantangan yang dihadapi Dejan Antonic semakin berat karena PSIM Yogyakarta bukan lawan yang mudah. Tim berjuluk Laskar Mataram itu saat ini bertengger di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan raihan 33 poin dari 22 pertandingan.
Kondisi ini membuat duel di Stadion Haji Agus Salim diprediksi berlangsung krusial. Bagi Semen Padang FC, kemenangan bukan hanya penting untuk memperbaiki posisi di klasemen BRI Super League 2025/2026, tetapi juga menjadi penentu nasib sang pelatih di kursi kepelatihan Kabau Sirah. (pooke)
















