Manajemen Baru Semen Padang FC dan Nilmaizar, Ini Harapan Spartacks

Manajemen Baru Semen Padang FC dan Nilmaizar, Ini Harapan Spartacks

Pemain Semen Padang FC saat berdiri dihadapan suporter Kabau Sirah yang tergabung dalam Spartacks. (Foto: IG Spartacks)

Sumbardaily.com – Terdegradasinya Semen Padang FC ke Liga 2 meninggalkan luka mendalam bagi para pendukung setia Kabau Sirah. Bagi suporter, kegagalan bertahan di kompetisi tertinggi sepak bola nasional bukan sekadar persoalan hasil pertandingan di lapangan, melainkan akumulasi berbagai persoalan yang sudah terlihat sejak awal musim.

Kelompok suporter Spartacks menilai keterpurukan yang dialami Semen Padang FC tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejumlah persoalan mulai dari keterbatasan pendanaan, proses pembentukan skuad yang dinilai kurang maksimal, hingga minimnya komunikasi antara manajemen dan suporter disebut menjadi faktor yang berkontribusi terhadap jatuhnya tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut ke kasta kedua sepak bola Indonesia.

Ketua Umum Spartacks, Bonar, mengungkapkan bahwa tanda-tanda kesulitan yang dialami Kabau Sirah sebenarnya sudah terlihat sejak proses perekrutan pemain. Menurutnya, keterbatasan anggaran berdampak langsung terhadap kualitas skuad yang dibangun untuk menghadapi kerasnya persaingan di Liga 1.

Dalam perbincangan pada program siniar Bukakata yang tayang di kanal YouTube Classy Media pada Kamis (11/6/2026), Bonar menyampaikan bahwa sejak awal musim, komposisi pemain yang dibentuk dinilai belum mampu memberikan jaminan untuk bersaing secara kompetitif.

"Kalau kita melihatnya itu memang dari awalnya sudah salah. Pemilihan pemainnya tidak perform, lalu dananya kurang, jadi dapat pemain ala kadarnya," ujar Bonar.

Pernyataan tersebut menggambarkan pandangan suporter bahwa persoalan yang menimpa Semen Padang FC tidak hanya berkaitan dengan performa saat kompetisi berlangsung, tetapi juga menyangkut perencanaan dan kebijakan yang dilakukan sebelum musim dimulai.

Selain menyoroti aspek teknis tim, Spartacks juga mengkritisi pola komunikasi yang dijalankan manajemen sebelumnya. Bonar menilai hubungan antara manajemen dan kelompok suporter tidak berjalan sebagaimana mestinya selama musim berlangsung.

Menurutnya, suporter baru diajak berdiskusi ketika kondisi tim sudah berada dalam situasi yang sangat sulit. Padahal, pada musim-musim sebelumnya, komunikasi antara kedua pihak dinilai lebih terbuka sehingga mampu menciptakan ikatan emosional yang kuat antara pemain, manajemen, dan pendukung.

"Kita tidak diajak diskusi oleh pihak manajemen. Kita baru diajak diskusi setelah tim ini benar-benar di ujung tanduk," katanya.

Bagi Spartacks, keterlibatan suporter dalam berbagai diskusi non-teknis memiliki arti penting. Selain menjadi sarana menyampaikan aspirasi, komunikasi tersebut juga diyakini mampu meningkatkan motivasi pemain dan memperkuat dukungan moral kepada tim ketika menghadapi tekanan kompetisi.

Kini, setelah dipastikan akan berkompetisi di Liga 2 musim depan, Semen Padang FC memasuki fase baru dengan perubahan signifikan di jajaran manajemen. Posisi Chief Executive Officer (CEO) dipercayakan kepada Amar, sosok muda yang juga merupakan putra Presiden Klub Andre Rosiade.

Perubahan tersebut disambut dengan optimisme oleh Spartacks. Bonar berharap kepemimpinan baru dapat menghadirkan pendekatan yang lebih segar dalam pengelolaan klub, termasuk dalam aspek bisnis, tata kelola organisasi, serta hubungan dengan suporter.

Menurutnya, kehadiran figur muda di posisi strategis menjadi peluang untuk menghadirkan inovasi dan semangat baru dalam membangun kembali kekuatan Semen Padang FC.

"Kita berharap CEO kita kan anak muda, jadi lebih kreatif dan semangatnya lebih menggebu-gebu untuk membuktikan diri," ujarnya.

Selain perubahan di level manajemen, perhatian besar juga tertuju pada keputusan klub yang kembali menunjuk Nilmaizar sebagai pelatih kepala. Nama Nilmaizar bukan sosok asing bagi masyarakat Sumatera Barat karena memiliki sejarah panjang bersama Kabau Sirah.

Bagi Spartacks, keputusan tersebut merupakan langkah positif. Nilmaizar dinilai memahami karakter klub, budaya sepak bola daerah, serta ekspektasi yang selama ini melekat pada Semen Padang FC.

Meski demikian, dukungan yang diberikan tidak datang tanpa catatan. Bonar mengingatkan agar proses perekrutan pemain untuk menghadapi Liga 2 dilakukan dengan lebih cermat sehingga kesalahan yang dinilai terjadi pada musim sebelumnya tidak kembali terulang.

"Untuk Coach Nil kita percaya karena beliau putra daerah dan organik Semen Padang. Tapi harus dicatat, kemarin beliau gagal mengangkat Sumsel United. Kita berharap pilihan pemainnya nanti jangan sampai salah lagi," katanya.

Hal lain yang menjadi perhatian utama kelompok suporter adalah hilangnya identitas permainan yang selama ini menjadi ciri khas tim-tim asal Sumatera. Menurut Bonar, Semen Padang FC musim lalu tidak lagi menampilkan karakter kuat yang identik dengan semangat juang tinggi dan pantang menyerah hingga peluit akhir pertandingan.

Ia berharap kehadiran Nilmaizar serta masuknya mantan kapten Hengki Ardiles ke dalam jajaran manajemen dapat mengembalikan karakter tersebut.

"Tim ini seperti tidak punya ruh atau arwah. Kita tidak melihat Semen Padang yang dulu, yang punya fighting spirit pantang menyerah sampai menit akhir," ungkapnya.

Bagi Spartacks, mengembalikan identitas permainan Kabau Sirah menjadi pekerjaan penting yang harus dilakukan bersamaan dengan pembenahan manajemen dan penyusunan skuad baru. Sebab, karakter pantang menyerah selama ini menjadi salah satu kekuatan yang membuat Semen Padang FC disegani di kancah sepak bola nasional.

Menatap Liga 2 musim depan, kelompok suporter menegaskan komitmennya untuk tetap berada di belakang tim. Dukungan kepada Kabau Sirah disebut tidak akan surut meski klub harus berjuang dari kasta kedua.

Bagi para pendukung, Semen Padang FC bukan sekadar klub sepak bola, melainkan simbol kebanggaan daerah yang harus diperjuangkan bersama. Karena itu, mereka berharap momentum perubahan manajemen dan kembalinya Nilmaizar dapat menjadi titik awal kebangkitan tim.

"Jangan dianggap seperti bermain di tim yang tidak punya sejarah. Saatnya bangkik batang tarandam," pungkas Bonar. (*)

Baca Juga

Mata Jeli HJK Padang ke-357: Warga Bisa Laporkan Kondisi Kebersihan, Tak Peduli Jumlah Followers Medsos
Mata Jeli HJK Padang ke-357: Warga Bisa Laporkan Kondisi Kebersihan, Tak Peduli Jumlah Followers Medsos
Sengketa FIFA Ban Selesai, Semen Padang FC Kini Bisa Daftarkan Pemain Baru
Sengketa FIFA Ban Selesai, Semen Padang FC Kini Bisa Daftarkan Pemain Baru
Jembatan Jeruai Bungus Teluk Kabung Kembali Dibuka, Semua Kendaraan Sudah Bisa Melintas
Jembatan Jeruai Bungus Teluk Kabung Kembali Dibuka, Semua Kendaraan Sudah Bisa Melintas
Tim SAR mengevakuasi penumpang KMP Ambu-ambu setelah kapal tiba di Dermaga Bungus Padang.
Ibu Hamil asal Mentawai Melahirkan di Tengah Perjalanan KMP Ambu-ambu Menuju Padang
OJK Rilis LPKSI 2025, Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rekor Rp3.131 Triliun
OJK Rilis LPKSI 2025, Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rekor Rp3.131 Triliun
Kasus Cekcok Dirreskrimum Polda Sumbar Diselidiki Propam, Begini Duduk Perkaranya
Kasus Cekcok Dirreskrimum Polda Sumbar Diselidiki Propam, Begini Duduk Perkaranya