Sumbardaily.com – Kesebelasan PSP Padang harus menelan kekalahan pertama mereka di ajang Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 setelah takluk tipis dari Mataram Utama FC. Hasil tersebut terasa pahit karena datang saat PSP tampil lebih dominan sepanjang pertandingan yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (30/5/2026).
Sejak pertandingan dimulai, tim berjuluk “Tonggak Tuo” langsung mengambil inisiatif serangan. Para pemain PSP Padang tampil agresif dengan membangun tekanan dari kedua sisi lapangan. Pola permainan terbuka yang diperagakan skuad asal Kota Padang itu beberapa kali membuat lini pertahanan Mataram Utama FC berada dalam tekanan.
Pada babak pertama, PSP terlihat lebih banyak menguasai jalannya laga. Serangan demi serangan terus dibangun untuk membongkar pertahanan lawan. Meski demikian, Mataram Utama FC juga berupaya memberikan perlawanan melalui sejumlah serangan balik yang mengarah ke pertahanan PSP.
Beruntung bagi PSP, penjaga gawang mereka, Bima, mampu menunjukkan ketenangan di bawah mistar. Sejumlah peluang yang berhasil diciptakan lawan mampu digagalkan sehingga skor tetap bertahan tanpa gol hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan PSP semakin meningkat. Tim asuhan PSP terus menggempur pertahanan Mataram Utama FC demi mencari gol pembuka. Sedikitnya enam peluang emas berhasil diciptakan sepanjang paruh kedua pertandingan.
Namun, berbagai kesempatan tersebut gagal dikonversi menjadi gol. Penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat dominasi PSP di lapangan tidak mampu tercermin dalam papan skor.
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, petaka justru datang pada masa injury time. Wasit memutuskan menunjuk titik penalti setelah menilai salah seorang pemain belakang PSP melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang.
Keputusan tersebut memicu kekecewaan para pemain PSP. Sejumlah pemain bahkan sempat meninggalkan area permainan dan menuju bangku cadangan karena menilai keputusan tersebut kontroversial.
Situasi sempat memanas sebelum akhirnya Manajer PSP Padang, Indra Yunaidi, turun langsung menenangkan para pemain dan tim pelatih. Setelah dilakukan pendekatan, para pemain kembali memasuki lapangan untuk melanjutkan pertandingan.
Kesempatan dari titik putih itu kemudian berhasil dimanfaatkan Mataram Utama FC untuk mencetak gol. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan dan memastikan kemenangan bagi tim lawan.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Indra Yunaidi memastikan kondisi tim tetap kondusif setelah pertandingan usai. Menurutnya, para pemain telah menerima hasil tersebut dan mulai mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya.
“Secara permainan kita tidak kalah, bahkan kita menguasai jalannya pertandingan sejak awal hingga peluit akhir, hanya saja Dewi Fortuna belum berpihak kepada kita,” ujar Indra Yunaidi, dikutip Minggu (31/5/2026).
Ia menilai kekalahan tersebut tidak mencerminkan jalannya pertandingan secara keseluruhan. Karena itu, tim tidak ingin larut dalam kekecewaan dan memilih segera mempersiapkan diri menghadapi laga selanjutnya.
PSP Padang dijadwalkan kembali bertanding menghadapi Persenga Nganjuk di stadion yang sama pada Selasa (2/6/2026). Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi PSP untuk kembali ke jalur kemenangan sekaligus menjaga peluang mereka di kompetisi Liga 4 Nasional.
Indra menegaskan optimisme tim masih tetap tinggi meskipun baru saja mengalami kekalahan pertama musim ini.
“Secara fisik dan semangat, tim optimis untuk memenangkan laga kedua dan ketiga nantinya,” tegasnya.
Namun, menjelang laga kontra Persenga Nganjuk, PSP dipastikan kehilangan salah satu pemain andalannya. Kaka tidak dapat memperkuat tim karena mengalami cedera dan harus menjalani masa pemulihan.
“Kaka mengalami cedera, mungkin beberapa hari ke depan Kaka dalam pemulihan,” terang Indra.
Kekalahan dari Mataram Utama FC menjadi catatan tersendiri bagi PSP Padang. Pasalnya, hasil tersebut merupakan kekalahan pertama yang dialami tim sepanjang perjalanan mereka di Liga 4 musim 2026.
Sejak fase penyisihan yang dimulai pada Februari lalu, PSP menunjukkan performa impresif dengan tren kemenangan yang konsisten. Dalam 12 pertandingan sebelumnya, tim asal Sumatera Barat itu mampu meraih hasil positif dan mencatat sejumlah kemenangan meyakinkan.
Namun, pada laga ke-13 mereka musim ini, laju positif tersebut akhirnya terhenti. Meski tampil dominan dan menguasai jalannya pertandingan, PSP Padang harus menerima kenyataan kalah tipis 0-1 akibat gol penalti yang lahir pada masa injury time. (*)
















