Sumbardaily.com - Lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Inang Sari di Kabupaten Agam mulai dilirik sebagai kawasan pengembangan pertanian produktif.
Kawasan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal itu direncanakan menjadi lokasi program penanaman kedelai guna mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Rencana tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan saat Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah menerima kunjungan Asisten Teritorial Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Aster Dankodaeral) II Padang, Letkol Laut Octav Bayu Dirgantara, di Rumah Dinas Bupati Agam, Padang Baru, Lubuk Basung, Senin (1/6/2026).
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Agam dengan jajaran TNI Angkatan Laut. Selain membangun sinergi kelembagaan, kedua pihak juga membahas peluang pemanfaatan lahan eks HGU PT Inang Sari untuk mendukung sektor pertanian.
Letkol Laut Octav Bayu Dirgantara mengatakan, program penanaman kedelai yang direncanakan merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pemanfaatan lahan yang belum tergarap secara maksimal dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan produktivitas kawasan.
“Kunjungan ini selain untuk mempererat tali silaturahmi, juga untuk berdiskusi terkait rencana pemanfaatan lahan eks HGU PT Inang Sari untuk program penanaman kedelai. Kami berharap mendapat dukungan dan izin dari Pemerintah Kabupaten Agam agar program ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum menyampaikan rencana tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Agam, pihaknya terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan sejumlah kelompok tani yang berada di sekitar kawasan eks HGU PT Inang Sari.
Dari hasil komunikasi tersebut, program pengembangan kedelai mendapat sambutan positif. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun para petani menilai program itu berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.
“Alhamdulillah, kelompok-kelompok tani yang berada di sekitar lokasi memberikan respons yang sangat baik. Mereka siap mendukung dan berpartisipasi dalam pengembangan budidaya kedelai di kawasan tersebut,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang digagas oleh jajaran Dankodaeral II Padang. Menurutnya, program penanaman kedelai sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemkab Agam pada prinsipnya menyambut baik program ini. Pemanfaatan lahan eks HGU untuk kegiatan produktif seperti penanaman kedelai tentu akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar serta mendukung program ketahanan pangan,” kata Bupati.
Meski memberikan dukungan, Benni Warlis mengingatkan pentingnya memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat mengenai status lahan yang akan dimanfaatkan. Ia menegaskan bahwa lahan tersebut merupakan eks HGU PT Inang Sari yang masa hak pengelolaannya telah berakhir dan kini kembali menjadi aset negara.
“Perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat bahwa pemanfaatan lahan ini hanya sebatas untuk kegiatan usaha pertanian dan bukan untuk kepemilikan. Status lahannya tetap milik negara, sehingga tidak boleh menimbulkan persepsi bahwa lahan tersebut dapat dimiliki secara pribadi,” tegasnya.
Menurut Bupati, sosialisasi yang tepat kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk menghindari potensi persoalan di masa mendatang. Dengan pemahaman yang sama mengenai status lahan, program pengembangan pertanian dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak yang terlibat.
Ia juga berharap pemanfaatan lahan eks HGU PT Inang Sari dapat menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
“Semoga program ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan, sekaligus mendukung ketersediaan pangan di daerah,” harapnya. (*)
















