Sumbardaily.com, Padang – Bali United FC akan menjalani ujian berat saat melawat ke markas Semen Padang FC dalam laga pekan ketujuh BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (26/9/2025). Pertandingan ini menjadi krusial, bukan hanya untuk menambah koleksi poin, tetapi juga sebagai momentum mengembalikan kepercayaan diri tim yang tengah goyah.
Kondisi Serdadu Tridatu, julukan Bali United, sedang tidak ideal. Kekalahan 1-3 dari PSIM Yogyakarta pada pekan keenam, Sabtu (20/9/2025), di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, membuat mereka terperosok ke posisi ke-14 klasemen sementara dengan raihan enam poin. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang tren inkonsistensi tim asuhan pelatih Johnny Jansen.
Pada laga melawan PSIM, Bali United sebenarnya sempat membuka harapan lewat gol cepat Mirza Mustafic dari titik penalti di menit ke-17. Namun, dominasi di babak pertama tidak mampu dipertahankan. Justru pada babak kedua, kendali permainan berpindah ke tangan tim tamu. PSIM sukses membalikkan keadaan lewat tiga gol yang dicetak Raka Cahyana, Ezequiel Vidal, dan Anton Quinten.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, tak menutupi kekecewaannya. Menurut pelatih asal Belanda tersebut, timnya gagal memaksimalkan peluang yang tercipta. Ia menyoroti peluang emas dari Ricky yang seharusnya bisa menggandakan keunggulan, tetapi terbuang begitu saja.
“Kami di babak pertama mampu menguasai pertandingan. Ada beberapa momen yang belum berani dilakukan para pemain. Lalu di babak kedua, kami seharusnya bisa menambah gol dari peluang Ricky, tetapi gagal. Tentu ini menjadi evaluasi untuk kami agar lebih baik di laga berikutnya,” ujar Jansen.
Ia menambahkan, masalah terbesar Bali United saat ini adalah koneksi antar lini yang belum berjalan optimal. Kombinasi antara pemain muda dan beberapa legiun asing dari Eropa masih membutuhkan waktu untuk menyatu dalam pola permainan yang diinginkan.
“Situasi ini memang membutuhkan waktu. Kami sedang membangun tim dengan komposisi pemain muda yang dipadukan dengan rekrutan asing. Kadang permainan bagus, kadang menurun. Itu hal wajar dalam proses pembentukan tim,” kata Jansen.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses pembangunan tim tetap menjadi prioritas. Baginya, hasil jangka pendek memang penting, tetapi membentuk konsistensi dalam jangka panjang jauh lebih utama. “Yang terpenting adalah proses. Kami perlu waktu agar tim ini semakin baik di laga-laga berikutnya,” tegasnya.
Laga tandang kontra Semen Padang pun akan menjadi ujian berikut bagi Bali United. Selain sebagai ajang pembuktian, pertandingan ini juga bisa menjadi titik balik kebangkitan mereka di kompetisi BRI Super League 2025/2026. (red)
















