Sumbardaily.com - Persaingan ketat di bawah mistar gawang tidak menghalangi Teja Paku Alam untuk mencatatkan musim terbaik dalam kariernya bersama Persib Bandung. Kiper asal Sumatera Barat (Sumbar) itu berhasil menorehkan sejarah baru di Liga Indonesia dengan mencatatkan 18 clean sheet dalam satu musim sekaligus mengantarkan Persib meraih gelar juara BRI Super League 2025/2026.
Pencapaian tersebut menjadi sorotan karena Teja tidak hanya sukses membawa Maung Bandung mempertahankan performa terbaiknya sepanjang musim, tetapi juga memecahkan rekor clean sheet terbanyak dalam sejarah kompetisi Liga Indonesia.
Dengan torehan 18 clean sheet, Teja melampaui catatan yang sebelumnya dipegang legenda Persipura Jayapura, Yoo Jae Hoon. Kiper asal Korea Selatan tersebut pernah membukukan 17 clean sheet pada musim 2013 dan rekor itu bertahan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berhasil dilewati oleh penjaga gawang Persib Bandung tersebut.
Teja mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya musim ini. Menurutnya, rekor tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama seluruh pemain yang tampil sepanjang kompetisi.
“Ya Alhamdulillah bisa mendapatkan rekor tersebut. Semua yang saya dapat juga bantuan dari teman-teman. Semoga bisa bertahan clean sheetnya dan bisa dipecahkan lagi sama diri sendiri,” kata Teja, dikutip Minggu (31/5/2026).
Bagi pemain kelahiran Sumbar itu, keberhasilan meraih gelar juara bersama Persib untuk ketiga kalinya secara beruntun menjadi pencapaian yang sangat istimewa dalam perjalanan karier profesionalnya.
Ia menilai hattrick gelar juara bersama Persib merupakan prestasi yang sulit dilupakan. Sebab, perjalanan menuju pencapaian tersebut tidak berlangsung mudah dan membutuhkan proses panjang selama beberapa musim.
“Hattrick juara bagi saya mungkin pencapaian yang luar biasa. Bisa membawa Persib juara tiga kali,” ujarnya.
Teja diketahui bergabung dengan Persib Bandung pada musim 2020. Meski sudah memperkuat tim sejak beberapa tahun lalu, ia baru merasakan gelar juara pertamanya pada musim 2023/2024 setelah menjalani proses yang tidak singkat.
Dalam tiga musim terakhir, persaingan di posisi penjaga gawang Persib berlangsung cukup ketat. Teja harus bersaing secara sehat dengan sejumlah kiper asing yang didatangkan pelatih Bojan Hodak, di antaranya Kevin Ray Mendoza asal Filipina dan Adam Przybek dari Wales.
Situasi berubah setelah Kevin Ray Mendoza meninggalkan Persib. Klub kemudian mendatangkan Adam Przybek sebagai pengganti. Namun, cedera yang dialami Adam pada awal musim membuka peluang bagi Teja untuk menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang utama.
Kesempatan tersebut berhasil dimanfaatkan dengan maksimal. Teja tampil konsisten sepanjang musim dan menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan Persib Bandung menjuarai BRI Super League 2025/2026.
Meski berhasil mencatatkan sejarah dan meraih berbagai pencapaian individu maupun tim, Teja mengaku tidak pernah membayangkan perjalanan musim ini akan berakhir dengan begitu luar biasa.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pelatih kepala Bojan Hodak dan pelatih kiper Mario Jozic yang telah memberikan kepercayaan penuh kepadanya untuk tampil secara reguler.
“Buat main aja mungkin nggak kepikiran ya awalnya (apalagi juara). Saya mengucapkan terima kasih untuk Coach Bojan dan Coach Mario (Jozic) juga yang memberi kepercayaan. Gak nyangka bisa bermain mendapatkan hattrick (juara), mendapatkan clean sheet 18, gak nyangka,” ucap Teja.
Rekor 18 clean sheet yang dibukukan Teja Paku Alam kini menjadi catatan baru dalam sejarah Liga Indonesia. Prestasi tersebut sekaligus menegaskan peran penting kiper asal Sumbar itu dalam keberhasilan Persib Bandung menorehkan hattrick juara dan mengukuhkan diri sebagai salah satu tim terbaik pada era BRI Super League 2025/2026. (*)
















