Sumbardaily.com - Kepulangan Jemaah Haji Kloter 1 Debarkasi Padang berlangsung aman dan lancar. Sebanyak 390 jemaah beserta petugas yang tergabung dalam kelompok terbang pertama ini tiba kembali di Ranah Minang setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Selain menjadi momentum kepulangan perdana musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, kedatangan Kloter 1 juga diwarnai apresiasi kepada para petugas yang selama ini mendampingi jemaah. Penghargaan diberikan kepada petugas kloter, ketua regu (Karu), dan ketua rombongan (Karom) atas dedikasi mereka selama proses penyelenggaraan ibadah haji.
Sebelum tiba di Asrama Haji, rombongan Kloter 1 lebih dahulu mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (3/6/2026) malam pukul 19.17 WIB. Setelah turun melalui garbarata, para jemaah kemudian diberangkatkan menuju Asrama Haji menggunakan 10 armada bus yang telah disiapkan.
Di sela-sela penyambutan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemulangan kloter perdana Debarkasi Padang tahun ini.
Menurut Rifki, suksesnya penyelenggaraan ibadah haji hingga fase pemulangan merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari petugas kloter, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, hingga berbagai instansi pendukung yang bekerja bersama memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dalam kondisi aman dan nyaman.
“Alhamdulillah proses pemulangan Kloter 1 berjalan lancar. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji,” kata Rifki.
Ia menjelaskan, penghargaan yang diberikan kepada petugas kloter, Karu, dan Karom merupakan bentuk apresiasi atas pengabdian mereka sejak keberangkatan hingga kepulangan jemaah ke daerah asal.
Menurutnya, tugas para petugas selama berada di Tanah Suci tidaklah ringan. Selain memastikan pelayanan administrasi dan pelaksanaan ibadah berjalan baik, mereka juga harus memberikan pendampingan kepada jemaah yang sakit, membantu jemaah lanjut usia, serta menyediakan layanan yang berlangsung sepanjang waktu.
"Selama di Tanah Suci, mereka tidak hanya memastikan administrasi dan layanan ibadah berjalan baik, tetapi juga mendampingi jemaah yang sakit, membantu jemaah lanjut usia, hingga memberikan pelayanan selama 24 jam," ujar Rifki.
Rifki menambahkan, tanggung jawab yang dipikul para petugas cukup besar. Dengan komposisi empat petugas kloter yang didukung dua Petugas Haji Daerah (PHD) serta satu petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), mereka harus mendampingi sebanyak 390 jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah.
"Dalam banyak situasi, petugas menjadi tempat bertanya, tempat mengadu, sekaligus tangan yang membantu jemaah saat membutuhkan pertolongan," sebut Rifki.
Karena itu, ia menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan bukan sekadar seremoni. Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas pengorbanan waktu, tenaga, dan kenyamanan pribadi yang telah diberikan para petugas demi memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan baik.
“Penghargaan ini merupakan bentuk terima kasih kami kepada para petugas. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu, mendampingi jemaah siang dan malam. Bahkan dalam banyak kesempatan mereka mendahulukan kepentingan jemaah daripada kepentingan pribadi,” kata Rifki.
Lebih lanjut, Rifki menilai keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya dilihat dari kelancaran operasional semata. Kehadiran petugas yang mampu menjadi pembimbing, pendamping, sekaligus pelayan bagi jemaah juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan pelaksanaan ibadah haji.
Prosesi penyambutan yang berlangsung di Aula Utama Asrama Haji turut diisi dengan serah terima jemaah dari Petugas Kloter kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Prosesi tersebut ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih dari Ketua Kloter, Dian Khairaty, kepada Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi. Selanjutnya, bendera tersebut diserahkan kepada Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Padang, Tarmizi Ismail.
Pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Embarkasi Padang memberangkatkan total 5.374 jemaah dan petugas menuju Tanah Suci. Jumlah itu terdiri atas 3.991 jemaah asal Sumatera Barat, 1.327 jemaah asal Bengkulu, serta 56 petugas kloter yang berasal dari kedua provinsi tersebut.
Kepulangan Kloter 1 menjadi awal rangkaian pemulangan jemaah haji Debarkasi Padang tahun 2026 sekaligus menandai berakhirnya perjalanan ibadah ratusan jemaah yang telah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci dengan pendampingan para petugas yang mendapat apresiasi atas dedikasinya. (*)
















