Sumbardaily.com, Padang - Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian korban terseret arus Sungai Batang Kandis, Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sejak Rabu (16/4/2025) pagi.
Meski dihadapkan pada tantangan dan sejumlah kendala, pencarian terus dilakukan dengan berbagai metode dan peralatan khusus.
Operasi pencarian yang dimulai pukul 07.00 WIB ini difokuskan pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus.
Area penyisiran meliputi sepanjang aliran Sungai Batang Kandis hingga ke daerah hilir sungai.
"Kondisi arus sungai cukup deras dan tingkat visibilitas di dalam air rendah, namun kita tetap berkomitmen untuk terus melakukan upaya maksimal agar korban segera ditemukan," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Hendri Zulviton yang memantau langsung operasi di lapangan.
Hendri juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat sekitar yang memberikan dukungan dan bantuan selama proses pencarian berlangsung.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari berbagai unsur termasuk BPBD Kota Padang, Basarnas, Damkar, PMI, TNI-Polri, serta relawan.
Mereka menggunakan beragam peralatan seperti perahu karet, alat aqua eye, dan jaring penangkap untuk menyisir sungai.
"Di lokasi-lokasi tertentu dengan kedalaman yang memungkinkan, tim juga melakukan penyelaman terbatas," katanya.
Selama proses pencarian berlangsung, keluarga korban terlihat masih setia menunggu di lokasi. Mereka terus berharap agar anggota keluarga mereka yang menjadi korban dapat segera ditemukan.
Operasi pencarian ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga sore hari dengan kombinasi metode penyisiran manual, pemantauan menggunakan perahu karet, dan penggunaan alat penunjang lainnya.
Melalui kejadian ini, BPBD Kota Padang kembali menekankan pentingnya edukasi keselamatan di sekitar sungai untuk anak-anak.
"Kami juga mengimbau para orang tua untuk selalu waspada dan mengawasi aktivitas bermain anak, terutama di kawasan berisiko tinggi seperti aliran sungai, danau, atau pantai," katanya.
Sebagaimana diketahui, seorang anak bernama Erlangga (10), siswa SD 38 Lubuk Buaya, tenggelam sekitar pukul 16.00 WIB saat bermain air bersama dua temannya.
Korban beralamat di Jalan Belakang Pasar Lubuk Buaya Nomor 50, RT 03 RW 02, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah.
"Korban mandi bersama dua orang teman sejak pukul 15.30 WIB. Korban diperkirakan hanyut sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah kejadian, teman-teman korban langsung meminta pertolongan ke warga sekitar," kata Hendri Zulviton.
Dua saksi mata yang mendampingi korban saat kejadian adalah Fatan Firdaus (14), siswa SMP 34 yang beralamat di Jalan Belakang Pasar Lubuk Buaya Nomor 49, RT 03 RW 02, Kelurahan Lubuk Buaya, serta Revaldo (11), siswa SD 11 Lubuk Buaya yang beralamat di kawasan Belakang PLN Lubuk Buaya.
Sejatinya, warga setempat telah berusaha melakukan pertolongan segera setelah mengetahui kejadian, namun korban belum berhasil ditemukan.
Tim Gabungan Dikerahkan
Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor SAR Kelas A Padang dari seorang warga bernama Mahadi Fani pada pukul 16.45 WIB.
Lokasi kejadian berada di kawasan Sungai Simpang Kalumpang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dengan koordinat 0°50'14.63"S - 100°19'38.05"E.
Jarak lokasi kejadian dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang sekitar 3,23 kilometer jarak lurus atau 4,8 kilometer melalui jalur darat dengan estimasi waktu tempuh sekitar 8 menit, mengarah ke selatan.
Merespons kejadian tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Padang langsung berangkat menuju lokasi kejadian pada pukul 16.50 WIB dengan mengerahkan enam personel. Berbagai peralatan pendukung dikerahkan untuk operasi pencarian, di antaranya, Rescue Car Double Cabin, Light Compact Rescue (LCR), Peralatan SAR Air, Peralatan Medis, Peralatan Komunikasi, Peralatan SAR lainnya serta Aqua Eye.
Pengerahan Instansi Terkait
Dalam operasi pencarian korban tenggelam ini, sejumlah instansi dan elemen masyarakat terlibat, antara lain, BPBD Kota Padang, Basarnas, PMI Kota Padang, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Kemudian, TNI, Polri, Pihak Kelurahan, Kelompok Siaga Bencana (KSB), RT, RW setempat, masyarakat sekitar dan insan kebencanaan.
Laporan dari TRC BPBD Kota Padang menyebutkan bahwa operasi pencarian masih berlangsung hingga berita ini diturunkan. Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batang Kandis untuk menemukan korban.
Dalam laporan awal yang dikirimkan Kantor SAR Kelas A Padang kepada Kepala Badan SAR Nasional (BASARNAS), disebutkan bahwa korban tenggelam saat bermain bersama teman-temannya di pinggir sungai.
Meskipun terdapat perbedaan soal identitas dengan laporan BPBD, namun lokasi dan waktu kejadian menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah korban yang sama.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam keadaan darurat dapat menghubungi Pusdalops-PB BPBD Kota Padang melalui nomor telepon (0751) 778775 atau WhatsApp 0858-9152-2181. (red)
















