Sumbardaily.com, Padang - Kebakaran yang terjadi pada deretan warung di jalur wisata pantai Jalan Samudera, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (26/12/2025) dini hari, memicu kepanikan warga sekitar.
Api diketahui pertama kali oleh seorang saksi yang melihat kobaran dari bangunan warung di pinggir jalan dekat kawasan Taplau, lalu segera melaporkannya ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.
Dalam hitungan menit, petugas bergerak ke lokasi untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain yang berdekatan.
Laporan kebakaran diterima pukul 01.08 WIB. Dua menit kemudian, armada pemadam diberangkatkan, dan pada pukul 01.15 WIB, tim sudah berada di lokasi.
Lokasi kejadian berada di lingkungan padat dan ramai aktivitas warga. Sekitar 25 menit setelah pemadaman dimulai, api berhasil dikendalikan dan penanganan dinyatakan selesai pada pukul 01.40 WIB. Jarak tempuh menuju lokasi tercatat sekitar 3,1 kilometer dari markas pemadam.
"Kebakaran dengan objek berupa warung. Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Meski belum diketahui sumber api, kami memastikan seluruh proses pendinginan dilakukan menyeluruh untuk mencegah bara sisa menyebabkan kebakaran ulang," kata Kepala Dinas (Kadis) Damkar Kota Padang, Budi Payan.
Kebakaran itu, kata Budi, menghanguskan dua petak bangunan warung dengan luas terbakar sekitar 8 x 10 meter persegi. Sementara itu, empat petak warung lain yang berada di sekitar titik api sempat terancam terdampak.
"Nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp40 juta, sementara aset yang masih dapat diselamatkan ditaksir sekitar Rp100 juta," katanya.
Dalam kejadian itu, kata Budi, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Tidak pula ditemukan penghuni yang harus mengungsi karena bangunan yang terbakar difungsikan sebagai tempat usaha.
"Kondisi area yang padat penduduk sempat membuat situasi di sekitar lokasi ramai, namun semuanya tetap terkendali selama proses pemadaman berlangsung," ujarnya.
Data yang berhasil dihimpun, bangunan yang terdampak merupakan warung milik Anton (57). Ia menggunakan bangunan itu sebagai tempat penyimpanan barang dagangan di tepi pantai. Warung lainnya dimiliki Zaknesia (52), ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan makanan untuk sarapan.
Untuk memadamkan api, tiga mobil pemadam kebakaran dengan total 50 personel dikerahkan ke lokasi kejadian. Di lapangan, petugas bekerja bersama unsur kepolisian, PLN, perangkat kelurahan, serta Dubalang.
Masyarakat diminta untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda kebakaran sekecil apa pun. Nomor layanan darurat Padang Sigap 112 dan Damkar 113 kembali ditegaskan sebagai kanal utama laporan kebakaran, agar kejadian seperti di Jalan Samudera tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
"Kami menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama pada bangunan usaha di kawasan tepi pantai yang kerap beroperasi sejak dini hari. Pemeriksaan instalasi listrik, pemadaman api setelah aktivitas memasak dan kesiapsiagaan warga dinilai menjadi kunci pencegahan, terutama di akhir tahun ini," imbuhnya. (adl)
















