Sumbardaily.com – PSP Padang menghadapi tantangan besar dalam lanjutan Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. Tim berjuluk Pandeka Minang itu dipastikan tidak akan diperkuat salah satu penyerang andalannya, Kaka Muhammad Seva, yang harus menjalani masa pemulihan setelah mengalami cedera saat pertandingan perdana.
Absennya Kaka menjadi perhatian tersendiri bagi PSP Padang. Penyerang yang dikenal memiliki kecepatan dan kelincahan tersebut mengalami benturan keras dengan pemain lawan ketika menghadapi Mataram Utama FC pada Sabtu (30/5/2026). Insiden itu membuat sang pemain terjatuh di lapangan dan harus segera mendapatkan penanganan medis sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Manajer PSP Padang, Indra Yunaidi, mengungkapkan bahwa cedera yang dialami Kaka cukup serius sehingga pemain tersebut belum dapat kembali merumput dalam waktu dekat. Luka robek yang diderita mengharuskannya menjalani tindakan jahitan dan fokus pada proses penyembuhan.
“Dagu Kaka harus dijahit sebanyak lima jahitan, baik di bagian luar maupun dalam. Saat ini dia harus menepi dan fokus penuh pada masa pemulihan,” kata Indra Yunaidi saat mendampingi tim di Yogyakarta, Senin (1/6/2026).
Kehilangan Kaka Muhammad Seva menjadi pukulan bagi PSP Padang yang juga harus menerima hasil kurang memuaskan pada laga pembuka Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. Namun, kondisi tersebut tidak membuat semangat skuad Pandeka Minang menurun.
Menurut Indra, para pemain justru menunjukkan respons positif setelah kekalahan yang dialami. Manajemen tim berupaya menjaga kondisi psikologis pemain agar tetap berada dalam suasana kompetitif menjelang pertandingan berikutnya.
Sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali motivasi tim, manajemen PSP Padang mengajak seluruh pemain menikmati suasana Kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan penyegaran mental sekaligus membantu para pemain mengalihkan fokus dari hasil pertandingan sebelumnya.
Langkah itu dinilai penting mengingat jadwal kompetisi yang padat menuntut para pemain segera bangkit dan kembali fokus menghadapi laga berikutnya. Dengan kondisi mental yang lebih baik, tim berharap dapat tampil lebih maksimal saat turun ke lapangan.
“Kami sudah melupakan kekalahan kemarin. Sekarang fokus kami adalah membangun kembali fighting spirit tim. Kemarin anak-anak sengaja saya bawa refreshing di Jogja agar pikiran mereka kembali segar,” ujar Indra.
PSP Padang kini mengalihkan seluruh perhatian ke pertandingan melawan Persengan Nganjuk yang akan berlangsung di Stadion Mandala Krida, Selasa (2/6/2026). Laga tersebut menjadi kesempatan penting bagi tim asal Sumatera Barat itu untuk meraih poin perdana sekaligus menjaga peluang bersaing di kompetisi.
Meski kehilangan Kaka Muhammad Seva, manajemen tim menegaskan bahwa kekuatan PSP Padang tidak bertumpu pada satu pemain saja. Indra Yunaidi meyakini kedalaman skuad yang dimiliki saat ini cukup untuk menghadapi tantangan dari Persengan Nganjuk.
Ia menilai seluruh pemain yang ada dalam skuad memiliki kualitas dan kesiapan yang sama untuk memberikan kontribusi terbaik bagi tim. Karena itu, absennya sang striker tidak akan mengubah target PSP Padang untuk memburu kemenangan.
“Tidak ada istilah bergantung pada satu pemain. Kekuatan kami merata di setiap lini. Siapa pun yang diturunkan besok, mereka siap bertarung habis-habisan!” tegasnya.
Optimisme tersebut menjadi modal penting bagi PSP Padang dalam menghadapi pertandingan yang diprediksi berlangsung ketat. Kehilangan pemain depan yang menjadi andalan memang menjadi tantangan tersendiri, tetapi tim bertekad membuktikan bahwa kerja sama dan kekompakan seluruh pemain dapat menjadi kekuatan utama.
Pertandingan melawan Persengan Nganjuk pun menjadi ujian bagi karakter skuad Pandeka Minang. Dengan semangat baru setelah melakukan pemulihan mental dan persiapan yang matang, PSP Padang berharap mampu menunjukkan performa terbaik sekaligus mengamankan tiga poin pertama di Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026.
Di tengah absennya Kaka Muhammad Seva, seluruh mata kini tertuju pada bagaimana PSP Padang menjawab tantangan tersebut. Stadion Mandala Krida akan menjadi panggung pembuktian bahwa kekuatan kolektif tim tetap mampu menjaga asa dan membawa Pandeka Minang kembali ke jalur kemenangan. (*)
















