Sumbardaily.com, Padang – Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menulis surat terbuka yang menyentuh hati usai skuad Garuda dipastikan gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Minggu (12/10/2025) malam, pemain yang kini membela Sassuolo itu mencurahkan isi hatinya tentang perjuangan panjang, rasa kecewa, hingga keyakinan untuk bangkit kembali.
“Saya tidak tahu harus mulai dari mana… Impian kami untuk bermain di panggung terbesar di dunia telah berakhir. Sulit untuk menggambarkan dengan kata-kata bagaimana perasaan saya saat ini,” tulis Idzes mengawali suratnya.
Bek berusia 24 tahun itu tak menutupi kekecewaan mendalam atas hasil yang diraih skuad Garuda, namun ia juga mengajak masyarakat untuk memandang kegagalan ini sebagai bagian dari proses menuju kemajuan yang lebih besar.
“Sulit ketika Anda telah mengerjakan sesuatu untuk waktu yang lama dan kemudian gagal. Tapi mungkin ini belum waktunya bagi kami, mungkin yang di atas memiliki jalan yang berbeda bagi kami, mungkin kami membutuhkan pengalaman ini untuk belajar dan berkembang. Meskipun kami kalah, seluruh perjalanan ini sejauh ini tidak terasa seperti sebuah kekalahan,” tulis Idzes.
Ia menegaskan bahwa semangat, perjuangan, dan kebersamaan tim menjadi pelajaran berharga yang tidak ternilai. Dalam surat itu, Jay menyoroti kekuatan ikatan emosional yang terbentuk di dalam skuad Garuda, baik antarpemain maupun dengan para pendukung setia.
“Sejak pertama kali saya tiba di Timnas, saya bisa merasakan ada ikatan khusus di antara kami semua. Antara para pendukung dan para pemain, tetapi juga di dalam tim. Ada ikatan tertentu yang tak terucapkan yang kita semua miliki, dan saya bersyukur menjadi bagian darinya,” tulisnya.
Pemain kelahiran Belanda itu melanjutkan bahwa semangat kolektif dan dukungan publik menjadi fondasi penting bagi kebangkitan Timnas Indonesia ke depan.
“Saya tahu bahwa dengan tim ini dan dukungan yang kita terima, kita dapat melakukan banyak hal indah bersama. Sekarang lah saatnya untuk membangun kembali dan kembali lebih kuat dari sebelumnya. Saya mengerti semua orang ingin kami langsung sukses, dan kami pun begitu,” lanjutnya.
Dalam surat panjangnya, Jay Idzes juga mengingatkan bahwa perjalanan tim nasional bukan sekadar tentang hasil, tetapi juga tentang membangun warisan jangka panjang bagi masa depan sepak bola Indonesia.
“Namun, kami sedang membangun sesuatu, bukan hanya untuk diri kami sendiri, tetapi juga untuk generasi mendatang. Tujuan kami adalah meraih hal-hal hebat bersama, tetapi yang lebih penting, tujuan kami adalah mengangkat nama sepak bola Indonesia di mata dunia,” tulis Idzes.
Ia menambahkan, perjuangan timnas saat ini juga memiliki misi lebih besar untuk membuka jalan bagi generasi penerus.
“Kami ingin membantu para pemuda berkembang agar mereka dapat datang dan mengambil alih ketika saatnya tiba. Karena ini lebih besar dari kita semua. Ini bukan hanya tentang tim ini mencapai tujuan, ini tentang menciptakan sesuatu yang akan bertahan selamanya,” lanjut bek tangguh tersebut.
Dalam bagian akhir suratnya, Jay Idzes mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjuangan Timnas Indonesia, mulai dari staf kepelatihan hingga para penggemar yang setia di seluruh penjuru Tanah Air.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah membantu tim, dari balik layar hingga di lapangan. Saya ingin berterima kasih kepada rekan-rekan setim saya yang selalu memberikan segalanya untuk saudara, keluarga, dan negara. Dan tentu saja, saya ingin berterima kasih kepada Anda semua yang telah mendukung kami melalui semua suka duka,” tulisnya.
Ia juga menggambarkan perjalanan panjang skuad Garuda sebagai pengalaman penuh dinamika dan emosi.
“Perjalanan ini bagaikan rollercoaster, tetapi Anda selalu ada bersama kami untuk mendukung kami. Untuk itu, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus. Tanpa Anda semua, kami tidak akan berada di posisi ini,” tulis Idzes.
Surat itu ditutup dengan seruan kuat bagi seluruh elemen sepak bola Indonesia untuk tetap bersatu dan tidak saling menyalahkan di tengah situasi sulit.
“Saya meminta Anda semua untuk menghormati dan mendukung semua pemain dan staf. Siapakah kita jika kita mulai saling bermusuhan di masa-masa pertentangan? Itu bukan kita, itu bukan Indonesia. Kita selalu bersatu, apa pun yang terjadi. Ini bukan akhir bagi kita, ini baru permulaan. Kita Garuda,” tutup Idzes.
Unggahan Jay Idzes tersebut langsung menuai respons luas dari publik sepak bola Tanah Air. Ribuan warganet menuliskan pesan dukungan di kolom komentarnya, memuji jiwa kepemimpinan sang kapten yang tetap menyalakan optimisme di tengah kegagalan. (red)
















