Sumbardaily.com – Libur Lebaran 2026 dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata, salah satunya ke Istano Basa Pagaruyung yang mencatat lonjakan kunjungan signifikan hingga mencapai sekitar 10 ribu wisatawan dalam satu hari.
Tingginya angka kunjungan ini menjadikan destinasi budaya tersebut sebagai salah satu tujuan favorit selama momen Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Ramainya kunjungan wisatawan tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga mancanegara.
Hal ini menunjukkan kuatnya daya tarik Istano Basa Pagaruyung sebagai ikon budaya Minangkabau yang sarat nilai sejarah dari Kerajaan Pagaruyung, sekaligus menawarkan keindahan arsitektur rumah gadang dan panorama alam yang memukau.
Salah seorang wisatawan asal Batam, Dewi, mengaku terkesan saat pertama kali berkunjung ke kawasan tersebut. Ia menilai kemegahan bangunan Istano serta latar pemandangan alam menjadi daya tarik utama.
“Saya dari Batam, baru pertama kali datang ke sini. Istano Pagaruyung ini luar biasa, pemandangannya juga indah. Apalagi bisa berfoto dengan latar rumah gadang,” ujarnya didampingi suami.
Pengalaman serupa juga dirasakan Indah dari Teluk Kuantan, Riau. Ia menyebut kunjungannya ke Istano Basa Pagaruyung bertujuan untuk merasakan langsung nuansa budaya Minangkabau dengan mengenakan pakaian adat sambil berfoto.
Indah bahkan mengajak wisatawan lain yang berkunjung ke Batusangkar agar tidak melewatkan destinasi tersebut karena dinilai memberikan pengalaman budaya yang berbeda.
Tidak hanya wisatawan domestik, pengunjung mancanegara juga terlihat memadati kawasan ini. Salah satunya Yusuf yang turut mengunjungi beberapa destinasi lain selama berada di Tanah Datar, seperti Tan Kayo Malalo dan Nagari Pariangan yang dikenal sebagai salah satu desa terindah di dunia.
Yusuf mengaku terkesan dengan keunikan rumah gadang serta kekayaan sejarah yang dimiliki kawasan tersebut. Ia juga menikmati kuliner khas Minangkabau, yakni kawa daun, yang menjadi pengalaman tersendiri selama kunjungannya.
“Pagi tadi kami ke Tan Kayo, lalu ke Pariangan yang dikenal sebagai desa terindah di dunia, menikmati kawa daun. Di sini kami juga sangat terkesan dengan bangunan rumah gadang dan sejarahnya,” katanya.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra memastikan bahwa lonjakan kunjungan wisatawan tetap diiringi dengan pengelolaan yang baik dari sisi keamanan dan kenyamanan. Ia bersama Forkopimda dan dinas terkait turun langsung meninjau kondisi di lapangan.
Menurutnya, fasilitas di kawasan Istano Basa Pagaruyung dalam kondisi baik dan siap melayani pengunjung, termasuk kebersihan yang terjaga.
“Kami telah memastikan kondisi di Istano Basa Pagaruyung aman dan nyaman. Alhamdulillah tidak ada kendala, fasilitas seperti toilet juga bersih, dan pengunjung merasa nyaman. Hari ini jumlah pengunjung mencapai kurang lebih 10 ribu orang,” ujar Eka Putra.
Lonjakan kunjungan selama Libur Lebaran ini mempertegas posisi Istano Basa Pagaruyung sebagai salah satu destinasi unggulan di Sumatera Barat.
Kombinasi nilai budaya, sejarah, dan keindahan alam menjadikan kawasan ini tetap menjadi pilihan utama wisatawan setiap musim liburan. (*)















