Sumbardaily.com, NTB – Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat sejarah baru sebagai edisi terbaik sejak ajang balap motor bergengsi itu pertama kali digelar di Indonesia.
Peningkatan signifikan terlihat pada berbagai aspek, mulai dari pelaksanaan teknis, kualitas pelayanan bagi penonton, hingga kesiapan infrastruktur pendukung di kawasan Mandalika. Edisi kali ini tidak hanya menghadirkan euforia ajang olahraga internasional, tetapi juga menjadi etalase budaya Indonesia di mata dunia.
Sejak hari pertama, nuansa budaya lokal begitu terasa. Para pembalap dan pengunjung disambut dengan tradisi khas Sasak, disajikan kuliner lokal Lombok, serta diajak menikmati pameran kerajinan tangan masyarakat setempat. Semua rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan keaslian serta kekayaan warisan budaya masyarakat Lombok Tengah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara.
Sportainment dan Diplomasi Budaya
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyampaikan bahwa MotoGP Mandalika 2025 bukan sekadar ajang olahraga otomotif bertaraf dunia, melainkan juga wadah strategis untuk memperkuat citra Indonesia di panggung internasional melalui sportainment dan diplomasi budaya.
“Tahun ini menjadi penyelenggaraan terbaik sejauh ini. Tingkat hunian hotel di Mandalika mencapai 100 persen, dan hal ini tak lepas dari kerja sama erat dengan berbagai mitra, termasuk penambahan penerbangan untuk mengakomodasi lonjakan pengunjung,” ujar Maya dikutip Selasa (7/10/2025).
Antusiasme publik terhadap ajang MotoGP kali ini luar biasa tinggi. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi NTB, rata-rata tingkat hunian hotel di seluruh Pulau Lombok selama periode lomba mencapai 93 persen, dengan Kota Mataram sebesar 90 persen dan kawasan Mandalika mencatat angka sempurna 100 persen.
Lonjakan wisatawan tersebut memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Industri perhotelan, layanan transportasi, dan sektor UMKM lokal mengalami peningkatan signifikan, memperlihatkan sinergi kuat antara olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Lonjakan Penerbangan dan Mobilitas Wisatawan
Untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penonton dan wisatawan, sejumlah maskapai nasional menambah frekuensi penerbangan menuju Lombok. Tercatat 44 penerbangan tambahan dioperasikan selama periode MotoGP Mandalika 2025, yang terdiri atas Garuda Indonesia (18 penerbangan), Citilink (10), AirAsia (8), Pelita Air (2), dan Wings Air (6).
Penambahan jadwal penerbangan ini menjadi bukti bahwa MotoGP Mandalika telah menjadi motor penggerak mobilitas wisatawan, sekaligus katalis bagi pertumbuhan sektor pariwisata NTB. “Ajang ini juga membuktikan bahwa kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia dapat diintegrasikan ke dalam pengalaman olahraga global, memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sportainment yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” tambah Maya Watono.
Kolaborasi dan Standar Internasional
Ketua Penyelenggara MotoGP Mandalika 2025, Troy Warokka, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah, BUMN, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Ia menyebut, kolaborasi lintas sektor inilah yang menjadi kunci dalam menghadirkan penyelenggaraan terbaik sepanjang sejarah MotoGP di Indonesia.
“Edisi tahun 2025 merupakan yang terbaik yang pernah kami selenggarakan. Sertifikasi Grade A Homologation dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) menegaskan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit telah memenuhi standar internasional tertinggi, sejajar dengan lintasan ikonik dunia,” ujar Troy.
Menurut Troy, pencapaian tersebut tidak hanya menunjukkan kesiapan teknis sirkuit, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam kalender olahraga dunia. Ia berharap momentum positif ini dapat berlanjut, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dan pelaku industri dalam mengembangkan pariwisata olahraga (sport tourism) yang berkelanjutan.
Warisan dan Dampak Nyata bagi NTB
Lebih dari sekadar kompetisi balap motor, MotoGP Mandalika 2025 juga menjadi simbol kemajuan ekonomi daerah. Ribuan lapangan kerja sementara tercipta, dari sektor akomodasi, transportasi, hingga UMKM yang mendapat peluang usaha baru. Para pelaku industri kreatif lokal turut menikmati efek positif dari meningkatnya permintaan suvenir dan produk khas daerah.
Dengan kombinasi antara sport, tourism, dan culture, The Mandalika kini semakin kokoh sebagai ikon pariwisata nasional yang mewakili semangat kemajuan dan kebanggaan Indonesia di kancah global.
“Kesuksesan ini bukan hanya milik Mandalika, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia yang terus menjaga semangat gotong royong dan profesionalisme dalam menyelenggarakan event dunia,” tutur Troy menutup pernyataannya.
Ajang MotoGP Mandalika 2025 menegaskan bahwa Indonesia mampu menghadirkan event olahraga kelas dunia dengan sentuhan budaya lokal yang memikat. Lebih dari sekadar kompetisi, Mandalika menjadi simbol harmonisasi antara prestasi, identitas, dan kebanggaan nasional. (red)
















