Sumbardaily.com – PT Hutama Karya (Persero) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu BUMN infrastruktur paling konsisten dalam mendukung pembangunan nasional setelah meraih dua penghargaan dalam ajang Sutami Award, bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti ke-80 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta, Senin (1/12/2025). Penghargaan ini tidak hanya menandai rekam jejak panjang perusahaan, tetapi juga mengafirmasi kontribusinya terhadap implementasi Asta Cita dan program strategis pemerintah di sektor infrastruktur.
Dalam ajang tersebut, Hutama Karya menerima penghargaan pada kategori “Mitra Kerja BUMN yang Selama 80 Tahun Berkontribusi bagi Kementerian BUMN”. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kiprah Hutama Karya dalam pembangunan infrastruktur dasar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus dukungan penuh terhadap upaya pemerintah menekan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), mengurangi tingkat kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen.
Tidak berhenti di situ, perusahaan bersama konsorsium HUTAMA–ABIPRAYA–JAYA KONSTRUKSI–YASA (KSO) juga dianugerahi penghargaan Penyedia Jasa Terbaik Kategori Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PU kepada Direktur Operasi I Hutama Karya, Agung Fajarwanto, yang hadir bersama Executive Vice President (EVP) Divisi Sipil Umum, Rizky Agung, dan Project Manager Tol Serang–Panimbang, Arif Haidar.
Integritas Ir. Sutami sebagai Landasan Moral
Sutami Award mengambil nama dari Ir. Sutami, tokoh legendaris yang menjabat sebagai Menteri PU periode 1964–1978 dan dikenal dengan integritas serta kesederhanaannya. Sosok tersebut memiliki hubungan historis dengan Hutama Karya karena pernah memimpin PN Hutama Karya pada 1961–1966. Nilai-nilai yang diwariskan Ir. Sutami—mulai dari etos kerja hingga pengabdian kepada masyarakat—menjadi pedoman moral bagi perusahaan dalam menjalankan penugasan infrastruktur hingga kini.
Sebagai agenda apresiasi resmi Kementerian PU, Sutami Award juga bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan hexahelix. Menteri PU menekankan pentingnya keterlibatan berbagai elemen seperti pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, tenaga profesional, akademisi, media, dan komunitas masyarakat dalam mencapai target pembangunan nasional.
Kontribusi melalui Tol Serang–Panimbang
Penghargaan kedua kepada konsorsium Hutama Karya tidak terlepas dari kinerja pada Paket Pekerjaan Pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi III (Cileles–Panimbang) Fase 2 Paket 2. Hingga November 2025, progres konstruksi ruas tersebut telah mencapai 58,11 persen, lebih cepat dari target perencanaan. Di lapangan, pekerjaan diprioritaskan pada penyelesaian badan jalan, jembatan, drainase, serta bangunan pelengkap utama.
Ruas Cileles–Panimbang menjadi bagian penutup dari jaringan tol Serang–Panimbang sepanjang 83,67 kilometer yang berada di Kabupaten Pandeglang, Banten. Secara teknis, pembangunan dirancang sebagai jalan tol dua lajur per arah dengan median pemisah, sistem hidrologi terintegrasi, dan sejumlah jembatan yang melintasi sungai maupun jalan eksisting. Langkah ini memastikan konstruksi tidak hanya andal, tetapi juga aman dalam jangka panjang.
Dalam pelaksanaannya, konsorsium mengutamakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang digunakan mencapai sekitar 42,25 persen, serta memberikan kontribusi 82,21 persen terhadap progres fisik proyek. Optimalisasi TKDN inilah yang menjadi salah satu indikator utama penilaian pada Sutami Award, sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan terhadap penguatan industri nasional.
Peran Strategis Hutama Karya
Dampak pembangunan tol Serang–Panimbang dinilai signifikan dalam mendukung visi pemerataan ekonomi, khususnya di wilayah Banten tengah dan selatan. Kehadiran konektivitas baru mempercepat distribusi logistik, mempersingkat waktu tempuh antarwilayah, dan memicu pertumbuhan pusat ekonomi baru, seperti sektor pariwisata, UMKM, hingga penguatan sentra pertanian.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa dua penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi dan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas konstruksi, efisiensi, serta penggunaan produk dalam negeri di setiap proyek. Menurutnya, kepercayaan pemerintah kepada Hutama Karya dalam 80 tahun kiprahnya merupakan modal penting bagi perusahaan dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur strategis. (*)
















