Hutama Karya Raih Dua Platinum Award IHCA 2026, Transformasi Human Capital Jadi Penggerak Bisnis

Sumbardaily.com – Transformasi pengelolaan sumber daya manusia PT Hutama Karya (Persero) berbuah dua penghargaan bergengsi di ajang Indonesia Human Capital Award (IHCA) XII-2026. Perseroan meraih dua Platinum Award sekaligus, yang menegaskan upaya menjadikan human capital bukan lagi sekadar fungsi administratif, melainkan bagian dari strategi penggerak bisnis perusahaan.

Dua penghargaan tersebut diraih Hutama Karya dalam ajang IHCA XII-2026 yang digelar pada 19 Agustus 2026 di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta.

Pada ajang yang mengangkat tema “From Human Capital to Human Capability – Creating Competitive Advantage in the Age of AI and Disruption” tersebut, Hutama Karya memperoleh Top 4 – The Best Human Capital Director 2026 Platinum Award melalui Direktur Human Capital & Legal Hutama Karya, Muhammad Fauzan.

Selain itu, perusahaan juga meraih Top 5 – Best of Company in Human Capital 2026 Platinum Award untuk kategori Public Company.

Dua penghargaan itu menjadi pengakuan atas berbagai praktik pengelolaan human capital yang dijalankan Hutama Karya, mulai dari penguatan budaya organisasi, pengembangan talenta, pembelajaran dan pengembangan karyawan, pemanfaatan teknologi hingga penerapan aspek keberlanjutan.

Diikuti Sekitar 100 Perusahaan

IHCA XII-2026 merupakan ajang kompetisi sekaligus forum berbagi praktik terbaik atau best practice di bidang Human Capital. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Economic Review, NBO Indonesia, dan Thomas International Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, proses penilaian diikuti sekitar 100 perusahaan. Dalam kategori yang sama, Hutama Karya berhadapan dengan delapan perusahaan kompetitor.

Penilaian dalam ajang tersebut mencakup sejumlah aspek yang berkaitan langsung dengan pengelolaan dan kontribusi human capital terhadap perusahaan.

Aspek yang dinilai meliputi HR Blueprint & Impact to Business, Organizational Resilience (Culture), Talent Management, Digital, Technology & AI, Learning & Development, Employee Engagement, serta Green HR & Sustainability.

Berbagai program yang dijalankan Hutama Karya menjadi bagian dari proses penilaian tersebut. Salah satunya adalah praktik pada aspek Organizational Resilience (Culture) melalui penerapan sistem klasifikasi dan kompleksitas untuk proyek jasa konstruksi, ruas pembangunan jalan tol, serta regional operasi jalan tol.

Sistem tersebut dirancang untuk mendukung sejumlah kebutuhan organisasi. Di antaranya pengembangan karier dan penerapan keadilan dalam pemberian imbalan atau reward fairness bagi personel inti proyek.

Selain itu, sistem tersebut mendukung penyesuaian kompetensi, peningkatan kinerja dan kualitas, sekaligus memperkuat tata kelola serta mitigasi fraud.

Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan personel tidak hanya diarahkan pada kebutuhan operasional, tetapi juga dikaitkan dengan kompleksitas pekerjaan dan kebutuhan organisasi.

Pengelolaan Talenta Pakai 9 Box Talent Matrix

Pada aspek Talent Management, Hutama Karya menerapkan rangkaian proses Talent Classification dengan menggunakan metode 9 Box Talent Matrix.

Metode tersebut digunakan untuk mengidentifikasi talenta potensial yang dimiliki perusahaan. Karyawan yang masuk dalam kategori Top Talent dan Promotable pada box 7, 8, dan 9 kemudian dipersiapkan sebagai kandidat suksesor untuk jabatan-jabatan kritikal.

Para karyawan tersebut juga mengikuti pengembangan kepemimpinan secara berjenjang.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun kesiapan talenta untuk memenuhi kebutuhan kepemimpinan di masa mendatang.

Pengembangan talenta dilakukan secara terstruktur sehingga karyawan yang dinilai memiliki potensi dapat dipersiapkan untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar sesuai kebutuhan perusahaan.

Tidak hanya berfokus pada talenta, Hutama Karya juga memperkuat aspek Learning & Development.

Perseroan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis 4E, yakni Education, Exposure, Experience, dan Environment.

Program tersebut turut memberikan dukungan terhadap pertumbuhan produktivitas karyawan sebesar 5% di tengah efisiensi headcount sepanjang 2025.

Penerapan model 4E menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengembangkan kemampuan karyawan sekaligus menjaga produktivitas organisasi di tengah pelaksanaan efisiensi jumlah tenaga kerja.

Human Capital Berdampak ke Masyarakat

Transformasi yang dilakukan Hutama Karya tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan karyawan di internal perusahaan. Perseroan juga menjalankan program yang memberikan dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat, salah satunya melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Hingga saat ini, lebih dari 460 UMKM telah mengisi 29 rest area.

Hutama Karya juga memprioritaskan sekitar 70% ruang tenant bagi UMKM lokal. Kebijakan tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha di sekitar JTTS untuk mengembangkan aktivitas ekonomi sekaligus memanfaatkan keberadaan kawasan rest area.

Selain penyediaan ruang usaha, perusahaan juga memberikan pendampingan peningkatan kapasitas bisnis. Sejak 2023, sekitar 170 UMKM telah mendapatkan pendampingan tersebut.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk dampak sosial-ekonomi yang turut menjadi bagian dari praktik perusahaan dalam membangun keberlanjutan dan memberikan manfaat lebih luas di sekitar infrastruktur yang dikelola.

Penghargaan Diterima Perwakilan Hutama Karya

Dalam rangkaian IHCA 2026, penghargaan tersebut diterima oleh Alfa Haga Rachmady, EVP Human Capital Hutama Karya, yang mewakili Perseroan.

Setelah memperoleh dua Platinum Award tersebut, Hutama Karya akan melanjutkan penguatan strategi Human Capital dengan mengarahkan pengembangan organisasi pada sejumlah aspek utama.

Strategi ke depan mencakup penguatan capability, talent pipeline, workforce agility, dan learning ecosystem.

Penguatan tersebut akan dilakukan antara lain melalui strategic workforce planning, culture scorecard, AI screening, predictive analytics, serta digitalisasi dashboard governance dan kinerja talenta.

Pemanfaatan berbagai pendekatan tersebut diarahkan agar pengelolaan sumber daya manusia semakin mampu menjawab perubahan lingkungan bisnis, termasuk perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan berbagai bentuk disrupsi.

Dengan demikian, pengelolaan human capital di Hutama Karya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia. Strateginya diarahkan untuk membangun kapabilitas organisasi yang dapat mendukung kebutuhan bisnis dan keberlanjutan perusahaan.

Human Capital Harus Berdampak Nyata

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan dua penghargaan yang diraih menjadi validasi eksternal terhadap proses transformasi Human Capital yang telah dilakukan Perseroan.

Menurut Hamdani, fungsi Human Capital di Hutama Karya telah berkembang dari fungsi administratif menuju mitra strategis sekaligus enabler pertumbuhan perusahaan.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya Hutama Karya dalam memperkuat kapabilitas insan, pengelolaan talenta, budaya organisasi, serta pengembangan kompetensi untuk mendukung kebutuhan bisnis dan keberlanjutan perusahaan,” ujar Hamdani, dikutip Senin (31/8/2026).

Hamdani menegaskan transformasi tersebut akan terus dilanjutkan agar pengembangan sumber daya manusia dapat memberikan dampak terhadap ketahanan sekaligus daya saing perusahaan.

“Ke depan, kami akan memastikan transformasi Human Capital terus memberikan dampak nyata terhadap ketahanan dan daya saing perusahaan. Upaya ini dilakukan dengan membangun organisasi yang semakin adaptif terhadap perubahan, memperkuat kesiapan kepemimpinan, serta memastikan setiap pengembangan insan selaras dengan kebutuhan dan arah strategis Hutama Karya,” tambah Hamdani.

Menurut arah strategi tersebut, pengembangan manusia ditempatkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kebutuhan perusahaan menghadapi perubahan.

Organisasi dituntut semakin adaptif, sementara kesiapan kepemimpinan dan keselarasan pengembangan insan dengan arah bisnis menjadi bagian penting untuk menjaga daya saing.

Selaraskan SDM dengan Transformasi Perusahaan

Hutama Karya terus menyelaraskan pengembangan sumber daya manusia dengan kebutuhan bisnis serta arah transformasi perusahaan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Perseroan untuk membangun kapabilitas organisasi sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.

Pengembangan tersebut juga dikaitkan dengan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Melalui kapabilitas sumber daya manusia yang semakin kuat, Hutama Karya berupaya memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga ditopang oleh kualitas manusia dan organisasi yang menjalankannya.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita Pemerintah dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Pada saat yang sama, upaya tersebut juga diarahkan untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dua Platinum Award IHCA 2026 yang diterima Hutama Karya menjadi bagian dari pengakuan atas rangkaian transformasi tersebut. Penghargaan diberikan setelah perusahaan mengikuti proses penilaian yang mencakup HR Blueprint & Impact to Business, Organizational Resilience (Culture), Talent Management, Digital, Technology & AI, Learning & Development, Employee Engagement, serta Green HR & Sustainability.

Mulai dari penerapan sistem klasifikasi dan kompleksitas proyek, pengembangan talenta melalui 9 Box Talent Matrix, pembelajaran berbasis 4E, hingga pemberdayaan lebih dari 460 UMKM di 29 rest area JTTS, berbagai program tersebut menunjukkan cakupan pengelolaan Human Capital yang dilakukan Hutama Karya.

Ke depan, perusahaan akan memperkuat capability, talent pipeline, workforce agility, dan learning ecosystem melalui strategic workforce planning, culture scorecard, AI screening, predictive analytics, serta digitalisasi dashboard governance dan kinerja talenta.

Dengan strategi tersebut, transformasi Human Capital sebagai penggerak bisnis di Hutama Karya diarahkan untuk menghasilkan organisasi yang lebih adaptif, memiliki kesiapan kepemimpinan, serta mampu menyelaraskan pengembangan insan dengan kebutuhan dan arah strategis perusahaan. (*)

Baca Juga

Hutama Karya Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bantuan Dikirim hingga ke Lokasi Pengungsian
Hutama Karya Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bantuan Dikirim hingga ke Lokasi Pengungsian
Hutama Karya Kerahkan Excavator Pulihkan Akses Jalan dan Irigasi Pascagempa NTT,
Hutama Karya Kerahkan Excavator Pulihkan Akses Jalan dan Irigasi Pascagempa NTT,
Jangan Salah Jalur! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Dipindah ke Pintu Tol Bypass
Jangan Salah Jalur! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Dipindah ke Pintu Tol Bypass
Kawal Penataan BUMN dan Proyek Strategis Nasional, Hutama Karya Gandeng Jamdatun Kejagung
Kawal Penataan BUMN dan Proyek Strategis Nasional, Hutama Karya Gandeng Jamdatun Kejagung
Hutama Karya dan 3 BUMN Bangun 40 Biopori Jumbo, Bisa Olah 400 Kg Sampah per Hari
Hutama Karya dan 3 BUMN Bangun 40 Biopori Jumbo, Bisa Olah 400 Kg Sampah per Hari
Gempa NTT: Hutama Karya Kirim Bantuan Pokok hingga Alat Berat ke Lokasi Terdampak
Gempa NTT: Hutama Karya Kirim Bantuan Pokok hingga Alat Berat ke Lokasi Terdampak